https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/issue/feedJurnal Kesehatan Farmasi2026-01-02T03:02:16+00:00Ferawati Suzalinferawati@poltekkespalembang.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;">JKPharm: Health and Pharmaceutical Journal is a scientific Journal publishing original articles research in Health and Pharmaceutical. JKPharm with <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220401411201302">e-ISSN <span style="font-size: 16.6667px;"><span dir="ltr" style="left: 309.052px; top: 622.183px; font-family: serif; transform: scaleX(1);" role="presentation">2829-2162</span></span></a> and published twice a year (Juny and December). The journal first established in 2019, online publication was begun in 2020 with open Journal System (OJS). We are open for manuscript in various Health and Pharmaceutical fields in both English or Bahasa Indonesia with bilingual abstract.</p>https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/2824OPTIMIZATION GEL OF ESSENTIAL OIL OF LEMONGRASS (Cymbopogon nardus) AS A REPELLANT AND ACTIVITY AGAINST Aedes aegypti2026-01-02T00:51:33+00:00Aninditha Rachmah Ramadhianianinditha.rachmah.ar@gmail.comGalih Pratiwigalihpratiwi.apt@gmail.comTri OktarinaOktariantri648@gmail.comFaizah Auliakimfaizah44@gmail.comShaum Shiyanshaumshiyan@unsri.ac.id<p><strong> Latar Belakang</strong>: demam berdarah salah satu jenis penyakit yang menular yang diakibatkan gigitan nyamuk pembawa virus dengue. Salah satu tanamaan mempunyai sifat repelan ialah minyak atsiri sereh yang mempunyai kandungan yaitu sitronelal, sitrnelol, dan geraniol. Karbopol merupakan sifat fisik sebagai pengental dan gliserin sebagai humektan. <strong>Tujuan</strong>: penelitian ini untuk mengoptimalkan gel repelan minyak atsiri sereh metode SLD, mengetahui stabilitas sifat fisik gel, dan uji aktivitas terhadap nyamuk <em>aedes aegypti </em>dan meliputi waktu proteksi. <strong>Metode</strong>: penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan menggunakan pendekatan <em>simplex lattice design</em>. Menggunakan bantuan piranti lunak <em>design expert. </em>Parameter diuji, meliputi uji viskositas, uji daya sebar dan uji viskositas. Stabilitas fisik menggunakan metode T-test. Uji daya tolak nyamuk menggunakan SPSS diuji menggunakan metode <em>kruskall wallis</em>. <strong>Kesimpulan</strong>: perbandingan konsentrasi karbopol 1.007% dan gliserin 18,993% dan daya tolak pada nyamuk <em>aedes aegypti </em>98,25% menghasilkan gel minyak atsiri sereh <em>(cymbopogon nardus) </em>dengan sifat gel yang optimum. Uji stabilitas menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan pada uji organoleptis, gel minyak atsiri variasi konsentrasi carbopol dan gliserin terbukti mempunyai daya tolak nyamuk <em>aedes aegypti </em>sebesar 98,25%.</p> <p> </p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/3539Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Obat Tradisional Kemasan Pada Masyarakat Desa Sambirejo Kabupaten Rejang Lebong2026-01-02T01:00:25+00:00Mindawarnis Mindawarnismindarwis@poltekkespalembang.ac.idTedi teditedi@poltekkespalembang.ac.idLilis Maryantililismaryanti@poltekkespalembang.ac.idMelda Via Ariskameldaviaariskaa@gmail.com<p><strong>Latar Belakang : </strong>Penggunaan obat tradisional semakin meningkat dengan kecenderungannya hidup kembali ke alam. Faktor yang menyebabkan masyarakat menggunakan obat tradisional salah satunya adalah harganya yang terjangkau dan aman karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit daripada obat modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan obat tradisional pada masyarakat Desa Sambirejo Kabupaten Rejang Lebong.</p> <p><strong>Metode : </strong>Penelitian ini bersifat <em>deskriptif analitik </em>dengan pendekatan <em>crossectional</em>. Metode pengambilan dengan metode <em>simple random sampling.</em></p> <p><strong>Hasil : </strong>Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada pengaruh antara pendapatan (<em>p value 0,003), </em>sikap (<em>p value 0,004) </em>dan sumber informasi <em>(p value 0,001) </em>dengan penggunaan obat tradisional kemasan.</p> <p><strong>Kesimpulan : </strong>Perlunya peningkatan program promosi kesehatan seperti penyuluhan tentang penggunaan obat tradisional kemasan serta memberikan wawasan baru tentang efek samping mengingat masih banyak peran obat tradisional dalam pengobatan.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Penggunaan, Obat tradisional</p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/3001BPJS PATIENT SATISFACTION WITH BPJS REFERRAL SERVICES AT KIMIA FARMA PHARMACY 591 ZAMRUD EAST BEKASI2026-01-02T01:06:36+00:00Rahmat Widiyantoikifarahmat@gmail.comM. Fathan Nugrah Utamaikifarahmat@gmail.comNiko Prasetyaikifarahmat@gmail.comErni Hernawatiikifarahmat@gmail.com<p><strong><em>Background:</em></strong><em> Pharmaceutical services have undergone changes, that was initially focused on drug management (drug-oriented) to comprehensive services that include medication management and clinical pharmacy services aimed at improving patients' quality of life. As one of the flagship programs to improve the quality of services for BPJS Health participants and facilitate access to healthcare for patients with stable chronic conditions who still require long-term medication or nursing care, the implementation of the Back Referral Program (PRB) has been optimized. This study aims to determine the satisfaction level of BPJS participants with the BPJS back referral service at Kimia Farma Pharmacy 591 Zamrud, as assessed through five dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles.</em></p> <p><strong><em>Method:</em></strong><em> This study employed a non-experimental method with a quantitative descriptive design. The sample consisted of 143 respondents selected using purposive sampling. The research instrument was a questionnaire that had been validated and tested for reliability.</em></p> <p><strong><em>Results:</em></strong><em> The results of the study indicate that the dimensions of reliability, responsiveness, empathy, and tangibles obtained fairly good average scores, ranging from 3.97 to 3.98, while the assurance dimension showed the lowest score, at 3.20. The assessment of the five dimensions of respondent satisfaction was mostly at the satisfied level, with 117 respondents (81.82%), followed by very satisfied with 15 respondents (10.49%), fairly satisfied with 11 respondents (7.69%), and none who stated they were dissatisfied or very dissatisfied.</em></p> <p><strong><em>Conclusion:</em></strong><em> Based on the research results, it can be concluded that BPJS back referred patients are satisfied with the services at Kimia Farma Pharmacy 591 Zamrud Bekasi Timur.</em></p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/2926THE PROCESS OF DRUG RETURN WITH THE DISTRIBUTION SYSTEM BEFORE UDD AND AFTER UDD FOR INPATIENTS AT ST. CAROLUS HOSPITAL2026-01-02T01:12:25+00:00Aries Merytaariesmeryta@gmail.comFachdiana Fidiaariesmeryta@gmail.comNeneng Arfiahariesmeryta@gmail.com<p><strong><em>Background: </em></strong><em>Improper drug distribution system can cause high drug returns. The adverse effects of drug returns, such as in terms of energy when packing drugs, time used for drug dispensing , wasted costs for drug packaging and can make a difference in drug stocks in pharmacies. Sint Hospital Carolus uses the UDD distribution system for inpatients to reduce drug returns in the pharmacy . The purpose of study This is for know the picture drug return with a distribution system before UDD and after UDD in outpatients stay in hospital Sint Carolus. </em></p> <p><strong><em>Methods: </em></strong><em>Method study This is study Which characteristic p tif description that is collect data retrospectively by counting the number of drugs usedreturned with the number of initial prescriptions in the period before UDD and after UDD. </em></p> <p><strong><em>Results:</em></strong><em> Results research before UDD the number of incoming prescriptions 885.355 the number of prescriptions returned was 89,181 with a percentage of 10.07% and the number of drug items returned was 470, after UDD the number of prescriptions received was 639,170 the number of prescriptions returned was 33,307 with a percentage of 5.21% and the number of drug items returned was 273. </em><strong><em>Conclusion</em></strong><em>: </em><em>It was concluded that there was a difference in percentage change before UDD and after UDD. It was concluded that there was a difference in percentage change before UDD and after UDD.</em></p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/3436EKSPLORASI HERBAL NUSANTARA SEBAGAI KANDIDAT ANTIOKSIDAN UNTUK SISTEM PENGHANTARAN EMULGEL2026-01-02T01:39:23+00:00Mar'atus Sholikhahmara.tush@yahoo.comSarmadi Sarmadidrssarmadi@poltekkespalembang.ac.idFerawati Suzalinferawati@poltekkespalembang.ac.id<p>Latar Belakang: Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah termasuk tanaman obat yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Sejumlah penelitian telah melaporkan potensi antioksidan dari berbagai tanaman Nusantara seperti teh putih, minyak biji delima, daun kelor, kulit buah kakao, daun pepaya, daun juwet, dan daun jambu air. Artikel review ini bertujuan untuk meninjau potensi berbagai herbal Nusantara sebagai kandidat antioksidan sekaligus mengeksplorasi tantangan formulasi dalam pengembangan sistem penghantaran emulgel. <br>Metode: Metode kajian yang digunakan berupa studi pustaka dengan penelusuran literatur melalui Google Scholar dan PubMed. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi tahun terbit publikasi, jenis publikasi ilmiah, kesesuaian topik, serta ketersediaan naskah dalam akses terbuka (open access). <br>Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa formulasi emulgel dari berbagai sumber bahan alam telah diformulasi dalam bentuk emulgel dan menunjukkan karakteristik fisik yang baik. Namun, aktivitas antioksidan emulgel tersebut umumnya lebih rendah dibandingkan ekstrak. Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga stabilitas serta bioavailabilitas senyawa aktif.<br>Kesimpulan: Perlu optimalisasi formulasi dan penerapan strategi penghantaran yang lebih tepat agar potensi aktivitas antioksidan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dalam sediaan emulgel.</p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/2979FORMULATION AND PHYSICAL QUALITY TEST OF LIP BALM AID FROM ROSELLA FLOWER EXTRACT (Hibiscus sabdariffa L.)2026-01-02T01:46:45+00:00Cikra Ikhda Safitricikraikhda@gmail.comSheila Kurniawaticikraikhda@gmail.com<p><em>This project intends to create a new lip balm by utilizing rosella flower extract (Hibiscus sabdariffa) as a natural active ingredient and evaluating its physical quality. Rosella flowers were also chosen because they have potential benefits for lip health. Rosella flowers contain active compounds such as tannins, alkaloids, and flavonoids that function as antioxidants. The quality test of rosella flowers was carried out based on SNI standards, which included testing pH, viscosity, organolepis, homogeneity, spreadability test, and product spreadability. These findings are expected to be an innovative alternative in skin care based on local, natural and environmentally friendly ingredients. As well as increasing the understanding of plant extracts in the cosmetic industry.</em></p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/3696EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN FARMASI PADA RUMAH SAKIT PEMERINTAH TIPE C DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH2026-01-02T02:14:25+00:00Dedent Eka Bimmaharyanto S.dedenthariyanto@gmail.comRecta Olivia Umboroumboroolivia@gmail.comFitri Aprilianyumboroolivia@gmail.com<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>Latar Belakang: </strong>Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) menjadi fasilitator dalam mewujudkan dan melaksanakan pelayanan kefarmasian yang berkualitas berfokus pada penyediaan obat-obatan yang aman, efektif, tepat waktu, dan menjamin keberlangsungan keselamatan pasien. Sebagai salah satu RS Tipe C dan menjadi tempat rujukan pertama bagi 1.099.211 jiwa masyarakat di Lombok Tengah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya berkewajiban untuk menyelenggarakan pelayanan kefaramsian yang bertanggung jawab dan berkualitas.Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan standar pelayanan farmasi di RSUD Praya Kab. Lombok Tengah mengacu pada Permenkes RI No.72 Tahun 2016 yang meliputi: standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, bahan medis habis pakai; pelayanan farmasi klinis; dan Sumber Daya Manusia (SDM) kefarmasian. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan penelaahan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan aspek manajemen farmasi baru terlaksana secara maksimal sebanyak 7 (78%) aspek layanan; aspek farmasi klinis sebanyak 7 (63.36%) aspek layanan di IFRS Rawat Inap dan 5 (45.45%) aspek layanan di IFRS Rawat Jalan, selanjutnya pada aspek SDM kefarmasian sebesar 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa RSUD Praya belum menerapkan Permenkes RI No.72 tahun 2016 secara maksimal yang disebabkan beberapa kendala diantaranya keterbatasan jumlah tenaga farmasi, ketidaklengkapan dokumen dan fasilitas yang belum memadai.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan<em> crosectional </em>untuk mengevaluasi standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Tipe C. Sampel diambil menggunakan teknik sampel jenuh yang melibatkan seluruh tenaga kefarmasian, termasuk Apoteker Kepala Instalasi dan Apoteker Penanggung Jawab Unit Kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner berskala Guttman, lembar persetujuan, serta alat perekam. Data yang terkumpul kemudian diberi skor berdasarkan jawaban Ya dengan skor 1 atau Tidak dengan skor 0 dan dihitung persentase kesesuaiannya sesuai kategori penilaian yang berlaku. </p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan aspek manajemen farmasi baru terlaksana secara maksimal sebanyak 7 (78%) aspek layanan; aspek farmasi klinis sebanyak 7 (63.36%) aspek layanan di IFRS Rawat Inap dan 5 (45.45%) aspek layanan di IFRS Rawat Jalan, selanjutnya pada aspek SDM kefarmasian sebesar 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa RSUD Praya belum menerapkan Permenkes RI No.72 tahun 2016 secara maksimal yang disebabkan beberapa kendala diantaranya keterbatasan jumlah tenaga farmasi, ketidaklengkapan dokumen dan fasilitas yang belum memadai.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Standar pelayanan farmasi di RSUD Praya Kabupaten Lombok Tengah belum terlaksana secara maksimal, terlihat dari nilai persentase kesesuaian beberapa aspek manajemen farmasi dan farmasi klinis yang masih di bawah 100% untuk pengelolaan sediaan farmasi, alkes, dan BMHP, serta di bawah 50% dengan kategori kurang baik untuk aspek pelayanan farmasi klinis, yang disebabkan oleh tidak maksimalnya proses evaluasi pelayanan, keterbatasan tenaga farmasi terlatih, ketidaklengkapan dokumentasi, dan fasilitas rumah sakit yang belum memadai.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong><strong>Evaluasi</strong>, penerapan, standar pelayanan farmasi, rumah sakit pemerintah, tipe c</p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/3612A EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA BRONKOPNEUMONIA ANAK DI RSUD MUKOMUKO 20242026-01-02T02:19:00+00:00Elsa Febria Mutiaraelsafebria03@gmail.comAriesta Kirana Efmisaariestakiranaefmisa@gmail.comDevahimer Harsep RosiDevaochie@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Bronkopneumonia adalah kondisi inflamasi paru-paru yang berdampak pada satu atau lebih lobus, ditandai dengan tambalan infiltratif yang dihasilkan dari bakteri, virus, jamur, dan zat asing.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran dan analisa ketepatan penggunaan antibiotik.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis. Penelitian ini melakukan sampling terhadap 58 rekam medis pasien bronkopneumonia anak yang dirawat inap dan mendapat terapi antibiotik. Analisis kualitatif menggunakan metode Gyssens untuk menilai ketepatan indikasi, pemilihan jenis, dosis, interval, dan lama terapi. Analisis kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD untuk menghitung konsumsi antibiotik per 100 pasien-hari</p> <p><strong>Hasil:</strong> Antibiotik yang paling sering digunakan adalah seftriakson (53,4%), sefotaksim (27,6%), dan meropenem (19,0%). Evaluasi Gyssens menunjukkan 79,3% penggunaan rasional (kategori 0), 19% kategori IV A, dan 1,7% kategori III B. Total konsumsi antibiotik sebesar 25,57 DDD/100 hari rawat dengan nilai tertinggi seftriakson (18,06 DDD/100 hari). Sedangkan nilai terendah terlihat untuk Meropenem sebesar 2,09 DDD per 100 hari dan Sefotaksim sebesar 5,42 DDD per 100 hari rawat inap.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Sebagian besar penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia anak di RSUD Mukomuko sudah rasional dan efektif, namun diperlukan pengawasan berkelanjutan untuk mencegah resistensi dan meningkatkan mutu pelayanan.</p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/3007The UTILIZATION OF MEDICINAL PLANT COLLECTION IN BOGOR BOTANICAL GARDEN FOR WOUND HEALING2026-01-02T02:21:46+00:00sakina istiqomahsakinaistiqomah23@gmail.comAsep RoniSakinaistiqomah23@gmail.comRaden Herni KusrianiSakinaistiqomah23@gmail.comSyamsul HidayatSakinaistiqomah23@gmail.com<p><em>Medicinal plants play an essential role in human health by treating various diseases, including wound healing. Bogor Botanical Gardens (KRB) serve as a conservation site for numerous medicinal plant species. This study aims to explore the use of medicinal plants in KRB for wound healing activities. Using a qualitative descriptive method, data were collected on plant species with known wound-healing properties. The study identified 65 species with potential, predominantly from the Fabaceae family. Notable examples include Archidendron clypearia, Caesalpinia coriaria, Cassia fistula, Peltophorum pterocarpum, Spatholobus littoralis, and Tamarindus indica, each with specific ethnobotanical uses. Among them, Tamarindus indica was found to be the most effective, capable of closing wounds by the fifth day. Plant parts used in treatment include leaves, bark, stems, sap, and others, commonly applied through compression or topical use. This study highlights the significant potential of KRB’s medicinal plant collection in contributing to traditional and scientific approaches to wound healing. </em></p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/3707ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS BALAI AGUNG SEKAYU TAHUN 20252026-01-02T02:27:16+00:00Ferawati Suzalinferawati@poltekkespalembang.ac.idAchmad Wahyudiferawati@poltekkespalembag.ac.idDini Afrilizaferawati@poltekkespalembag.ac.idEstu Lestari Setia Ningrumferawati@poltekkespalembag.ac.id<p>Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari sistem kesehatan. Tingkat kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu layanan kefarmasian. Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Balai Agung Sekayu serta menganalisis hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 100 responden dipilih menggunakan rumus Slovin dari populasi pasien rawat jalan. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Tingkat kepuasan pasien berada pada kategori sangat puas, dengan dimensi tangible (86,95%), assurance (86,81%), empathy (86,00%), reliability (84,69%), dan responsiveness (82,42%). Uji bivariat menunjukkan p > 0,05, yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, jumlah kunjungan, dan penyakit) dengan kepuasan pasien. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas Balai Agung Sekayu telah memenuhi standar kepuasan pasien pada seluruh dimensi. Evaluasi rutin, penyusunan SOP, serta peningkatan keterampilan petugas diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan mutu layanan.</p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/3681GAMBARAN PENGGUNAAN CEFTRIAXONE SEBAGAI TERAPI DEMAM TIFOID DI RSUD M.M DUNDA LIMBOTO GORONTALO2026-01-02T03:02:16+00:00Gustirandawati Husaincicihusain3@gmail.comWidy Susanti Abdulkadirwidi@ung.ac.idHidayat Ahmadyayat14aspag@gmail.comSitti Rahmadiana Akubadiaanaakuba3@gmail.comNur Alifia Karina Munafrilifimunafri2@gmail.comMohamad Agil R Ismailagilismail284@gmail.comDhea Aulia Eyatodheaeyato1995@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Latar Belakang: </span><span class="fontstyle2">Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh </span><span class="fontstyle3">Salmonella Typhi, </span><span class="fontstyle2">dengan angka kejadian tinggi di Indonesia. Penanganan klinis yang tepat sangat penting guna mencegah komplikasi serius.</span></p> <p> </p> <p><span class="fontstyle0">Metode: </span><span class="fontstyle2">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan terapi antibiotik </span><span class="fontstyle3">ceftriaxone </span><span class="fontstyle2">pada pasien demam tifoid di RSUD Dunda Gorontalo Melalui studi kasus retrospektif terhadap seorang pasien perempuan berusia 20 tahun. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan penunjang, serta respons terhadap terapi. Pasien didiagnosis dengan demam tifoid berdasarkan hasil tes widal dan gejala klinis yang sesuai. Terapi yang diberikan meliputi </span><span class="fontstyle3">ceftriaxone intravena, omeprazole, antrain, </span><span class="fontstyle2">serta </span><span class="fontstyle3">sucralfate </span><span class="fontstyle2">dan dilanjutkan dengan antibiotik oral </span><span class="fontstyle3">cefixime </span><span class="fontstyle2">saat pasien dipulangkan</span><span class="fontstyle3">.</span></p> <p> </p> <p><span class="fontstyle0">Hasil: </span><span class="fontstyle2">Hasil menunjukkan adanya respons positif terhadap terapi dengan perbaikan klinis signifikan dalam waktu lima hari.</span></p> <p> </p> <p><span class="fontstyle0">Kesimpulan: </span><span class="fontstyle2">Studi ini mendukung penggunaan </span><span class="fontstyle3">ceftriaxone </span><span class="fontstyle2">sebagai terapi lini pertama yang efektif untuk pasien demam tifoid dengan gejala sedang hingga berat, serta pentingnya pendekatan terapi kombinasi yang disesuaikan dengan kondisi klinis pasien untuk mendukung pemulihan optimal. </span><span class="fontstyle0">Kata Kunci: </span><span class="fontstyle2">Antibiotik, Ceftriaxone, Demam Tifoid</span></p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/2934Analisis Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Rawat Jalan Terhap Obat Halal Di RS Islam Sultan Agung Semarang2026-01-02T02:44:19+00:00Nur hasanahnurhasanah150801@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Obat halal merupakan produk farmasi yang sesuai dengan syariat Islam, seperti tidak mengandung unsur haram dan diproses secara higienis. Kesadaran masyarakat muslim terhadap pentingnya obat halal mendorong perlunya evaluasi terhadap pengetahuan dansikappasien.<br data-start="570" data-end="573"> <strong>Tujuan penelitian</strong>: Menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap pasien rawat jalan terhadap obat halal di RS Islam Sultan Agung Semarang.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan observasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 83 pasien rawat jalan yang menebus obat di instalasi farmasi RSI Sultan Agung Semarang pada bulan Mei–Juni 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 22, meliputi uji validitas, reliabilitas, serta regresi sederhana. </p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil uji validitas menunjukkan bahwa semua item kuesioner valid (r-hitung > r-tabel = 0,444), dan reliabilitas instrumen sangat tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,931). Analisis regresi menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara pengetahuan dan sikap pasien terhadap obat halal (R = 0,726; R² = 0,527; p < 0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap obat halal di RSI Sultan Agung Semarang.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Obat halal, pengetahuan pasien, sikap pasien, rumah sakit Islam, syariah</p> <p> </p>2025-12-15T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/2770LEVEL OF COMPLIANCE WITH THE USE OF ANTI-TUBERCULOSIS DRUGS IN ADULT PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS AT THE OUTPATIENT PULMONARY POLYCLINIC OF DR. HARJONO S PONOROGO2026-01-02T02:50:17+00:00Nasruhan Arifiantonasruhan@gmail.comSusilowati Andarinasruhan@gmail.comRiza Mazidunasruhan@gmail.comNabila Sri Andhininasruhan@gmail.com<p><strong><em>Background:</em></strong><em> Tuberculosis is an infectious disease that causes health disorders and is the leading cause of death worldwide. Adherence to medication is a very important indicator of the successful recovery of tuberculosis patients for 6-9 months where patients have to take medication non-stop. Non-compliance of TB patients causes low patient recovery, high mortality rate, increased recurrence, and more fatal is the occurrence of (immunity) of germ resistance to standard treatment. This study has a formulation of the problem of how the level of compliance with the use of anti-tuberculosis drugs in adult pulmonary TB patients at Dr. Harjono Ponorogo Hospital.</em></p> <p><strong><em>Methods</em></strong><em>: This research is a qualitative descriptive research with a survey method. The instrument used to collect data by providing a closed statement on a questionnaire sheet that has been tested for valdiance and reliability. The research was conducted at the Outpatient Pulmonary Poly of the Dr. Harjono Ponorogo Regional General Hospital in April 2024. The sample in this study was taken from patients who were undergoing advanced phase pulmonary TB treatment at least 4 months after treatment, were over 17 years old, and were willing to be respondents. The sample amounted to 22 respondents with a sampling technique using the purposive sampling technique. The data obtained were analyzed using univariate analysis., </em></p> <p><strong><em>Results</em></strong><em>: Result of the study showed that good compliance amounted to 16 patients (72.7%), moderate compliance amounted to 5 patients (22.7%) and less than 1 patient (4.5%). </em></p> <p><strong><em>Conclusion</em></strong><em>:</em> <em>It was concluded that the compliance rate for the use of anti-tuberculosis drugs at Dr. Harjono Ponorogo Hospital had good compliance of 72.7%.</em></p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/3333FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes SEDIAAN KRIM ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis) DENGAN BASIS VANISHING CREAM2026-01-02T02:57:47+00:00Erfan Tri Prasongkoerfan.triprasongko@iik.ac.id<p><strong>Latar Belakang: </strong>Jerawat merupakan salah satu gangguan kulit yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik, hormonal, pola makan, dan infeksi bakteri. Daun kedondong diketahui mengandung senyawa bioaktif, antara lain saponin, flavonoid, glikosida, alkaloid, karbohidrat, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Bentuk sediaan krim dipilih karena termasuk sediaan topikal setengah padat yang sesuai untuk terapi jerawat. Basis krim tipe minyak dalam air (M/A) dengan vanishing cream lebih disukai karena memberikan sensasi sejuk di kulit, tidak meninggalkan kesan berminyak, serta memiliki daya sebar yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kedondong dalam sediaan krim terhadap mutu fisik serta aktivitas antibakteri terhadap bakteri <em>Propionibacterium acnes</em>.</p> <p><strong>Metode:</strong> Daun kedondong diekstraksi melalui proses maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan ke dalam sediaan krim berbasis vanishing cream dengan variasi konsentrasi ekstrak 1,5%, 2,5%, dan 3,5%. Sediaan krim tersebut selanjutnya diuji meliputi mutu fisik serta aktivitas antibakteri terhadap <em>Propionibacterium acnes</em>. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran, sedangkan data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik <em>One Way ANOVA</em></p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi konsentrasi ekstrak daun kedondong 1,5%, 2,5% dan 3,5% pada sediaan krim tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada uji homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat (p>0,05). Hasil uji organoleptis menunjukkan variasi konsentrasi berpengaruh terhadap warna sediaan. Hasil pengujian iritasi, menunjukkan tidak terdapat pengaruh variasi konsentrasi terhadap pengujian ini. Pada pengujian aktivitas antibakteri, menunjukkan variasi konsentrasi tidak berbeda signifikan terhadap aktivitas antibakteri <em>Propionibacterium acne </em>(p>0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Pada penelitian ini menunjukkan variasi konsentrasi ekstrak daun kedondong 1,5%, 2,5% dan 3,5% tidak berpengaruh terhadap uji mutu fisik, uji iritasi, serta uji aktivitas antibakteri <em>Propionibacterium acne</em>.</p>2025-12-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##