Jurnal Sanitasi Lingkungan
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL
<p>Jurnal Sanitasi Lingkungan is a scientific open access journal published for the first time in 2021 with <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220312161917015">e-ISSN 2828-7592</a> ( online media) by the environmental health department of the Poltekkes of the Ministry of Health in Palembang to become a media for disseminating research results from various groups,academics, practitioners and government agencies, published in May and November regularly.</p> <p> </p>Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembangen-USJurnal Sanitasi Lingkungan2828-7592<p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <ol> <li class="show">Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/" target="_new">Creative Commons Attribution License</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work</li> </ol>Analisis Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah RS Pelita Kasih Sangatta dalam Menurunkan COD, BOD, dan Amonia
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/2981
<p><strong>Latar Belakang: </strong>Limbah cair yang dihasilkan oleh rumah sakit dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, harus diolah melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Meskipun Rumah Sakit Pelita Kasih Sangatta menggunakan IPAL untuk mengolah limbah cairan, efektivitas sistem ini harus secara khusus dievaluasi untuk parameter BOD, COD, dan Amonia.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan metode observasional yang bertujuan menemukan kemampuan IPAL dalam mengurangi kadar BOD, COD dan Amonia. Pengujian dilakukan pada limbah cair bagian inlet dan outlet IPAL. Sampel akan diuji di laboratorium terpilih. </p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan bahwa kadar BOD menurun dari 56,71 mg/L menjadi 17,34 mg/L dan COD dari 230,21 mg/L menjadi 38,43 mg/L. Masing-masing parameter memenuhi baku mutu sesuai Permen LHK No. 68 Tahun 2016. Namun, kadar amonia mengalami penurunan dari 51,41 mg/L menjadi 37,86 mg/L, masih melebihi ambang batas yang ditetapkan. </p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> IPAL sangat efektif ketika mengurangi BOD dan COD, tetapi proses pengolahan Amonia tidak optimal..</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>IPAL, BOD, COD, amonia, limbah cair.</p>Rusdiana Ramadani RRusdi RusdiVita Pramaningsih
##submission.copyrightStatement##
2026-05-082026-05-08611610.36086/jsl.v6i1.2981Efektivitas Penggunaan Perasan Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius) terhadap Kematian Larva Aedes Aegypti
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/2970
<p><strong>Latar belakang:</strong> Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang ditularkan oleh nyamuk <em>Aedes aegypti</em> dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya pengendalian vektor yang berkelanjutan perlu dikembangkan, salah satunya melalui pemanfaatan insektisida nabati dari tanaman lokal seperti daun pandan wangi (<em>Pandanus amaryllifolius</em>). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perasan daun pandan wangi terhadap kematian larva <em>Aedes aegypti</em>.<br> <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan terdiri dari dua konsentrasi perasan (50% dan 75%) serta kontrol negatif. Setiap perlakuan diulangi sebanyak lima kali pengulangan, menggunakan sepuluh ekor larva dalam setiap perlakuan, dan dilakukan pengamatan pada waktu kontak 1, 5, dan 9 jam. Data dianalisis menggunakan uji <em>ANOVA</em> satu arah dan dilanjutkan dengan uji <em>Duncan.<br> </em><strong>Hasil:</strong> Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan dengan nilai p = 0,016. Konsentrasi 75% menghasilkan tingkat kematian larva tertinggi dan berada pada subset yang berbeda dengan konsentrasi 50%, menunjukkan bahwa efektivitas meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Efektivitas ini didukung oleh kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang bersifat toksik terhadap larva.<br> <strong>Kesimpulan:</strong> Perasan daun pandan wangi terbukti efektif sebagai alternatif larvasida nabati terhadap larva <em>Aedes aegypti</em>.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Daun pandan wangi (<em>Pandanus Amaryllifolius</em>), Insektisida alami, Larva <em>aedes aegypti</em></p>Maria Asti MillaSeptia Dwi CahyaniBeni Hari Susanto
##submission.copyrightStatement##
2026-05-082026-05-086171310.36086/jsl.v6i1.2970Efektivitas Penggunaan Daun Catnip (Nepeta Cataria) sebagai Alternatif Insektisida pada Kecoa Amerika (Periplaneta Americana)
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/2977
<p><strong>Latar Belakang : </strong>Kecoa Amerika (<em>Periplaneta Americana</em>) merupakan salah satu vektor mekanis yang berperan dalam penyebaran penyakit, seperti diare dan tifus. Penggunaan insektisida sintetis untuk pengendalian populasi kecoa telah menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain resistensi hama, pencemaran lingkungan, serta risiko toksisitas terhadap manusia dan hewan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif insektisida berbasis bahan alam yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas serbuk daun catnip (<em>Nepeta Cataria</em>) sebagai insektisida nabati terhadap kematian kecoa Amerika.</p> <p><strong>Metode : </strong>Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan true experiment. Sampel berjumlah 90 ekor kecoa yang dibagi dalam tiga kelompok perlakuan: kontrol, 10 gram, dan 20 gram serbuk daun catnip, masing-masing dengan tiga kali pengulangan. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap jumlah kecoa yang mati setelah paparan selama 3, 6, dan 9 jam. Analisis data menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan, dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui dosis yang paling efektif.</p> <p><strong>Hasil : </strong>Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) antara kelompok perlakuan. Dosis 20gr menghasilkan kematian terbanyak (rata-rata 8 ekor) setelah 9 jam, secara signifikan berbeda dibandingkan dosis 10gr.</p> <p><strong>Kesimpulan : </strong>Kesimpulannya, serbuk daun catnip efektif sebagai insektisida nabati, dengan dosis 20gr memberikan hasil optimal (60% mortalitas). Efektivitas ini didukung oleh kandungan nepetalactone, saponin, dan minyak atsiri yang bekerja sebagai racun saraf dan repelan terhadap kecoa.</p>Rambu Tiga AhaIrfany RupiwardaniSeptia Dwi Cahyani
##submission.copyrightStatement##
2026-05-082026-05-0861141910.36086/jsl.v6i1.2977Analisis Sumber Pencemaran dan Persepsi Masyarakat Terhadap Kondisi Kualitas Air Danau Semayang Kalimantan Timur
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/3633
<p><strong>Latar Belakang: </strong>Danau Semayang merupakan danau paparan banjir di DAS Mahakam yang berperan penting secara ekologis dan sosial ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Namun, meningkatnya aktivitas manusia seperti permukiman, pertanian, perikanan, dan transportasi air telah menimbulkan tekanan pencemaran terhadap kualitas air danau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber-sumber pencemaran air dan persepsi masyarakat terhadap kualitas air Danau Semayang.</p> <p><strong>Metode :</strong> Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik survei, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Sebanyak 20 responden yang bermukim di empat desa sekitar danau menjadi sumber data utama. Analisis dilakukan secara tematik untuk data kualitatif dan persentase untuk data kuantitatif.</p> <p><strong>Hasil Penelitian :</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Semayang menerima beban pencemaran yang tinggi dari aktivitas domestik, perikanan, transportasi air, dan limpasan dari wilayah hulu. Sebesar 95% limbah organik berasal dari kegiatan rumah tangga dan budidaya ikan dalam keramba, sementara sekitar 1,2 ton limbah anorganik per hari masuk ke danau dari 90% rumah tangga, mempercepat pendangkalan dan memunculkan risiko mikroplastik. Sebanyak 85% warga masih melakukan aktivitas MCK langsung di danau melalui jamban terapung maupun saluran pembuangan darat, dan sekitar 50% rumah tangga yang menggunakan perahu motor berpotensi menambah pencemaran minyak dan oli. Dari sisi persepsi, 72% masyarakat hanya memahami danau sebagai tempat mencari ikan dan hanya 5% yang mengetahui fungsi ekologisnya, sementara 80% belum pernah memperoleh edukasi lingkungan. Perilaku pencemar juga tinggi, ditunjukkan oleh 65% warga yang masih membuang sampah dan 70% yang tetap melakukan MCK di danau.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Pencemaran ini berdampak pada menurunnya kualitas air, pendangkalan danau, terganggunya ekosistem ikan, serta penurunan pendapatan nelayan. Diperlukan peningkatan edukasi lingkungan dan penguatan peran pemerintah dalam pengelolaan limbah berbasis masyarakat.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Danau Semayang, Pencemaran Air, Limbah Domestik, Persepsi Masyarakat</p>Lamrian LamrianFebry Rahmadhani HasibuanSus TrimurtiAlya Nindityas Utami
##submission.copyrightStatement##
2026-05-082026-05-0861202710.36086/jsl.v6i1.3633Parameter Kimia Air Limbah RPH Ruminansia Modern Gandus Kota Palembang
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/3744
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Modern Gandus merupakan salah satu fasilitas pemotongan hewan terbesar di Kota Palembang yang menghasilkan air limbah dengan kandungan bahan organik tinggi seperti darah, lemak, dan sisa daging yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Hasil uji awal menunjukkan konsentrasi BOD, COD, dan TSS masih tinggi sehingga diperlukan evaluasi kualitas air limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran parameter kimia air limbah di RPH-R Modern Gandus.</p> <p><strong>Metode </strong>: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan rancangan eksperimen yang dilaksanakan pada Januari–Juni 2025. Sampel diambil pada tiga titik (inlet, pengolahan awal, dan outlet) dengan parameter TSS, pH, BOD, COD, amonia (NH₃-N), serta minyak dan lemak, kemudian dibandingkan dengan Permen LHK No. 5 Tahun 2014.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan penurunan konsentrasi sebagian besar parameter setelah pengolahan. Nilai TSS menurun dari 173 mg/L menjadi 38,5 mg/L dan pH meningkat dari 6,72 menjadi 7,95. Konsentrasi BOD menurun dari 384 mg/L menjadi 77,7 mg/L, amonia dari 4,23 mg/L menjadi 4,04 mg/L, serta minyak dan lemak dari 73,1 mg/L menjadi 6,87 mg/L dan telah memenuhi baku mutu. COD masih melebihi ambang batas.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: IPAL di RPH-R Modern Gandus cukup efektif menurunkan sebagian besar parameter, namun belum optimal dalam menurunkan COD sehingga diperlukan pengolahan lanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Lingkungan, kesehatan, sanitasi, RPH-R, pengolahan air limbah</p>Muhammad Redho AkojaKamsul KamsulFaiza YuniatiAyu Febri WulandaSukarjo Sukarjo
##submission.copyrightStatement##
2026-05-082026-05-0861283210.36086/jsl.v6i1.3744Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica) di Pesisir Pantai X Kota Ternate
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/3825
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Pencemaran lingkungan pesisir berpotensi menurunkan kualitas dan keamanan bahan pangan yang dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu kontaminan yang menjadi perhatian serius adalah logam berat timbal (Pb) yang bersifat toksik, persisten, dan mampu terakumulasi dalam jaringan tanaman. Kangkung air (<em>Ipomoea aquatica</em>) merupakan sayuran yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat pesisir Pantai X, Maluku Utara, yang lingkungannya berdekatan dengan sumber pencemar seperti limbah domestik, penumpukan sampah, dan pembakaran sampah. Tujuannya untuk mengetahui keberadaan dan kadar logam berat timbal (Pb) pada tanaman kangkung air yang dibudidayakan di pesisir Pantai X.</p> <p><strong>Metode</strong>: Sampel kangkung air diambil dari tiga titik lokasi berbeda (A, B, dan C) di sepanjang pesisir Pantai X. Sampel dipisahkan menjadi bagian daun dan batang, kemudian dilakukan preparasi melalui proses pengeringan, penghalusan, dan destruksi basah menggunakan campuran asam HNO₃:HClO₄ (2:1). Analisis kadar timbal dilakukan menggunakan instrumen <em>Atomic Absorption Spectrophotometer</em> (AAS) pada panjang gelombang 217 nm. Hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan mg/kg dan dibandingkan dengan batas maksimum cemaran logam berat menurut BPOM Nomor 9 Tahun 2022 (0,2 mg/kg) dan SNI 7387:2009 (0,5 mg/kg).</p> <p><strong>Hasil</strong>: Kadar Pb pada daun berkisar antara 1,08-2,32 mg/kg, sedangkan bagian batang berkisar antara 1,24-1,72 mg/kg, dengan satu sampel batang tidak terdeteksi. Seluruh kadar Pb yang terukur melebihi batas baku mutu.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong>: Kangkung air yang dibudidayakan di pesisir pantai X Maluku Utara terkontaminasi timbal dan dinyatakan tidak layak dikonsumsi karena melampaui batas aman pangan.</p>Nadya MursalinLola Tulak RerungAbulkhair Abdullah
##submission.copyrightStatement##
2026-05-082026-05-0861334010.36086/jsl.v6i1.3825Optimasi Rute Pengangkutan Sampah Berbasis SIG untuk Transportasi Ramah Lingkungan
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/3822
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Pengangkutan sampah merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pengelolaan persampahan perkotaan yang berpengaruh terhadap efisiensi operasional dan dampak lingkungan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi rute pengangkutan sampah di Kota Lhokseumawe dengan memanfaatkan SIG sebagai alat bantu analisis</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute pengangkutan sampah di Kota Lhokseumawe menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi jaringan jalan, 18 Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Alue Lim. Analisis rute terpendek dilakukan dengan metode network analysis berdasarkan bobot jarak dan waktu tempuh.</p> <p><strong>Hasil:</strong> analisis menunjukkan bahwa jarak tempuh rute pengangkutan sampah berkisar antara 2,1 km hingga 19,6 km dengan waktu perjalanan 4–39 menit, yang berdampak pada perbedaan konsumsi bahan bakar antar TPS.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Penerapan rute optimal berbasis SIG berpotensi meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah, menekan konsumsi bahan bakar, serta mendukung sistem transportasi sampah yang lebih hemat dan ramah lingkungan di Kota Lhokseumawe.</p>Cut Ayu LizarRahmat AbbasMaysa Fitri
##submission.copyrightStatement##
2026-05-082026-05-0861414810.36086/jsl.v6i1.3822Analisis dan Pemodelan Prediksi Kekeruhan Air Pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun PERUMDA Kota Padang
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/3609
<p><strong>Latar belakang:</strong> Kekeruhan merupakan parameter fisik krusial dalam media air yang dapat mempengaruhi efektivitas desinfeksi dan keamanan air minum masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memodelkan hubungan kekeruhan air baku dan efluen unit akselerator terhadap kualitas air hasil filtrasi di IPA Gunung Pangilun, PDAM Kota Padang.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan analisis regresi linier berganda untuk menganalisis hubungan kekeruhan dan membangun model prediksi filtrasi. Data dikumpulkan pada 1–5 Juni 2025 di tiga titik pengamatan (inlet, akselerator, dan filtrasi) menggunakan turbidimeter terkalibrasi sesuai SNI 8995:2021. Analisis meliputi statistik deskriptif, korelasi, regresi, serta validasi model dengan MAPE dan RMSE</p> <p><strong>Hasil :</strong> Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata kekeruhan air baku (4,00 NTU), unit akselerator (2,62 NTU), dan filtrasi (1,62 NTU) telah memenuhi standar Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Namun, ditemukan fluktuasi puncak pada unit filtrasi mencapai 3,68 NTU yang berpotensi menurunkan jaminan keamanan sanitasi. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang lemah antartahapan pengolahan (r < 0,3). Model regresi linier berganda menghasilkan persamaan Y = 1,5268 - 0,0802X<sub>1</sub> + 0,1594X<sub>2</sub> dengan nilai koefisien determinasi (R<sup>2</sup>) sebesar 6,29%, mengindikasikan bahwa variasi kualitas hasil filtrasi lebih dominan dipengaruhi oleh faktor operasional internal dibandingkan beban input. Validasi model menunjukkan nilai RMSE 0,52 dan MAPE 7,39%, yang berarti model memiliki akurasi sangat baik sebagai instrumen prediksi.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Rendahnya korelasi membuktikan sistem pengolahan berfungsi sebagai <em>buffer</em> yang efektif, namun pemantauan tren harian dan optimasi <em>backwash</em> tetap diperlukan untuk memitigasi risiko kesehatan masyarakat akibat lonjakan kekeruhan sesaat.</p>Nelvidwati NelvidawatiM Andre Kurnia Fresta
##submission.copyrightStatement##
2026-05-082026-05-0861495610.36086/jsl.v6i1.3609