https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jgk/issue/feedJGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan2026-06-30T09:59:54+00:00Adminjgk@poltekkespalembang.ac.idOpen Journal Systems<p><span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="auto" data-phrase-index="0"><strong>Jurnal Gizi dan Kesehatan</strong> is an open access with <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220324411940806">e-ISSN 2829-2014</a> and p-ISSN 2829-2057; and peer-reviewed journal containing research articles in the field of nutrition and health, related to clinical nutrition, community nutrition, and food service (Nutritional Institutions and Food Technology) .</span> <span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="auto" data-phrase-index="1">This journal is published by </span><span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="auto" data-phrase-index="1">Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang</span><span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="auto" data-phrase-index="1"> with a frequency of being published twice a year (June and December).</span></p> <p> </p>https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jgk/article/view/pdfPENGARUH PEMBERIAN TEH DAUN KELOR TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES TIPE 22026-06-30T07:47:09+00:00Rakhmawati Rakhmawatihervianavivi31@gmail.comHerviana Hervianahervianavivi31@gmail.comRurry Nindya Taluphytahervianavivi31@gmail.com<p>Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan gangguan metabolisme yang disebabkan oleh kekurangan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya. Kriteria DM tipe 2 berdasarkan pemeriksaan darah jika kadar glukosa darah sewaktu (GDS) >200mg/dl atau kadar glukosa darah puasa (GDP) >126mg/dl. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengendalikan glukosa darah pada pasien DM dapat dengan cara pemanfaatan tanaman obat. Daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>) termasuk dalam jenis tanaman yang memiliki sifat antidiabetik karena mengandung metabolit sekunder flavonoid, asam fenolik, dan EGCG yang mampu menstabilkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian teh daun kelor terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien DM tipe 2. Metode penelitian yang digunakan yaitu <em>quasy experiment </em>dengan rancangan <em>one group pre-test and post-test</em>. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 21 responden yang dipilih secara <em>purposive sampling</em>. Intervensi yang diberikan ke responden yaitu teh daun kelor sebanyak 200ml selama 7 hari. Uji statistik yang digunakan untuk analisis bivariat yaitu uji <em>wilcoxon</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan kadar glukosa darah puasa sebelum dan setelah intervensi sebanyak 75,28mg/dl (p<0,005). Penelitian ini disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian teh daun kelor terhadap kadar glukosa darah puasa pada pasien DM tipe 2.</p>2026-06-28T08:03:06+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jgk/article/view/3890Asuhan Gizi Individual pada Sirosis Hati Dekompensata Sekunder akibat MAFLD dengan Asites Masif dan Hiperglikemia Reaktif2026-06-30T07:47:09+00:00Ririn Iryaniririniryani81@student.uns.ac.idWiwik Ekorinawatiririniryani81@student.uns.ac.idIndrawati Indrawatiririniryani81@student.uns.ac.idAhmad Fahrudinririniryani81@student.uns.ac.idFatimah Azzahraririniryani81@student.uns.ac.id<p>Latar Belakang: Sirosis hepatis dekompensata akibat metabolic dysfunction-associated fatty liver disease (MAFLD) sering disertai malnutrisi, asites, gangguan metabolisme glukosa, dan risiko hepatic sarcopenia yang memerlukan penatalaksanaan gizi komprehensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan asuhan gizi individual pada pasien sirosis hepatis dekompensata Child-Pugh B akibat MAFLD dengan asites permagna dan hiperglikemia reaktif.<br data-start="835" data-end="838"> Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan Nutrition Care Process (NCP) yang meliputi asesmen, diagnosis, intervensi, monitoring, dan evaluasi gizi.<br data-start="1015" data-end="1018"> Hasil: Pasien mengalami malnutrisi terkait penyakit kronik dengan inflamasi, ditandai oleh %LILA 85,3%, asupan energi-protein tidak adekuat, asites permagna, anemia, hiperglikemia reaktif, dan risiko hepatic sarcopenia. Setelah intervensi, asupan energi meningkat dari 900,2 kkal menjadi 1.149 kkal dan asupan protein dari 37,4 g menjadi 52 g, disertai perbaikan toleransi makan dan kondisi klinis.<br data-start="1416" data-end="1419"> Kesimpulan: Asuhan gizi individual berbasis GLIM membantu meningkatkan asupan energi-protein dan mendukung stabilisasi kondisi klinis pasien sirosis hepatis dekompensata akibat MAFLD.</p> <p data-start="1604" data-end="1668"><strong data-start="1604" data-end="1629">Keywords / Kata kunci</strong><br data-start="1629" data-end="1632"><strong data-start="1670" data-end="1732">Sirosis hepatis; MAFLD; asites; hiperglikemia; asuhan gizi</strong></p>2026-06-30T05:45:23+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jgk/article/view/2956Hubungan Riwayat Pendidikan Ibu dan Pengetahuan Gizi Seimbang Anak dengan Pengetahuan Sarapan Anak di SDN Karawang Wetan 012026-06-30T07:47:09+00:00Putri Andriyani Silalahi2310631220038@student.unsika.ac.idLinda Riski Sefrina2310631220038@stundent.unsika.ac.idMilliyantri Elvandari2310631220038@stundent.unsika.ac.id<p><strong>Latar belakang</strong>: pentingnya pendidikan ibu sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi status gizi dan perilaku makan anak, termasuk kebiasaan sarapan. Sarapan adalah sumber energi utama anak untuk memulai aktivitas harian dan berkontribusi pada konsentrasi serta prestasi belajar mereka di sekolah. <strong>Tujuan</strong>: menganalisis hubungan antara riwayat pendidikan ibu dan pengetahuan gizi seimbang anak dengan pengetahuan sarapan anak di SDN Karawang Wetan 01. <strong>Metode</strong>: Metode penelitian yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan teknik total sampling untuk memilih 30 responden di SDN Karawang Wetan 01 pada bulan Mei 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan perangkat lunak SPSS versi 26. <strong>Hasil</strong>: penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berasal dari ibu dengan tingkat pendidikan SMA (73,3%) dan sebagian besar anak memiliki pengetahuan gizi seimbang tinggi (73,3%). Distribusi pengetahuan sarapan pada anak bervariasi, dengan 43,3% memiliki pengetahuan cukup. Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,720, yang mengindikasikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan sarapan anak, maupun antara pengetahuan gizi seimbang anak dengan pengetahuan sarapan anak. <strong>Kesimpulan</strong>: tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat pendidikan ibu dan pengetahuan gizi seimbang anak dengan pengetahuan sarapan anak pada populasi studi ini.</p>2026-06-30T06:53:37+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jgk/article/view/3829Asupan Vitamin C dan E pada Pasien Jantung Koroner di Rumah Sakit Jasa Kartini Kota Tasikmalaya Jawa Barat2026-06-30T08:43:55+00:00Yanita Listianasarizani3ta@gmail.comSalsabila Amanata Nurhalizazani3ta@gmail.com<p><em>Coronary heart disease (CHD) is a non-communicable disease caused by the narrowing of coronary artery blood vessels, which obstructs blood flow to the heart muscle (atherosclerosis). In Indonesia, the prevalence of coronary heart disease (CHD) reaches 1.5%, in West Java it reaches 1.6%, and in Tasikmalaya, heart disease ranks third among seven non-communicable diseases. The study aims to describe the intake of vitamins C and E in patients with cardiovascular disease at Jasa Kartini Hospital in Tasikmalaya City. The type of research is descriptive quantitative using the purposive sampling method. Data were obtained thru interviews using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) method. The research results show that 55% of respondents have an average vitamin C intake in the good category, whereas 68% of respondents have an average vitamin E intake in the less good category. These results indicate that the majority of patients have met their vitamin C needs, but many have not yet met their vitamin E needs. The low intake of vitamin E is concerning because this vitamin plays a role in preventing LDL oxidation and plaque formation. The conclusion of the study is that the vitamin C intake of most CHD patients is mostly good, but the vitamin E intake is still low.</em></p>2026-06-30T08:43:55+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jgk/article/view/3830KONSUMSI VITAMIN C DAN SENG DENGAN RISIKO DIABETES MELITUS DI WILAYAH JEMBATAN KECIL KOTA BENGKULU2026-06-30T09:42:59+00:00Juita Sarijuitatata21@gmail.comArie krisnasaryariekrisnasary@poltekkesbengkulu.ac.idJumiyati Jumiyatijumiyati@poltekkesbengkulu.ac.id<p>Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Pola makan rendah konsumsi vitamin c dan seng faktor risiko yang dapat dicegah. Wilayah Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penderita DM yang tinggi. Oleh karna itu, penting dilakukan penelitian terkait faktor gaya hidup untuk mencegah DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi vitamin c dan seng dengan risiko diabetes melitus di wilayah Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel sebanyak 65 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner SQ-FFQ dan CanRisk. Analisis data di lakukan dengan uji chi-square menggunakan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara vitamin c dengan risiko DM (p = 0,014;OR = 4,571) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara seng dengan risiko DM (p = 0,934;OR = 737). Konsumsi vitamin c berhubungan dengan risiko DM tapi tidak berhubungan dengan seng. Peningkatan pola makan sehat perlu ditingkatkan untuk menurunkan risiko DM pada kelompok usia 40-70 tahun</p>2026-06-30T09:42:59+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jgk/article/view/2957Hubungan Durasi Tidur, Uang Saku, dan Asupan Gizi Makro Dengan Status Gizi Siswa di SDN Adiarsa Timur I2026-06-30T09:59:54+00:00Bela Safitri2310631220004@student.unsika.ac.idLinda Riski Sefrina2310631220004@student.unsika.ac.idMilliyantri Elvandari2310631220004@student.unsika.ac.id<p><strong>Latar Belakang: </strong>Status gizi anak sekolah dasar merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas tumbuh kembang serta kemampuan belajar. Faktor-faktor seperti durasi tidur, uang saku, dan asupan zat gizi makro dapat memengaruhi status gizi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Durasi tidur yang tidak optimal dapat berdampak pada metabolisme dan nafsu makan, sementara jumlah uang saku dapat memengaruhi pola konsumsi jajanan, dan asupan zat gizi makro berperan dalam mencukupi kebutuhan energi dan pertumbuhan. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi tidur, uang saku, dan asupan gizi makro dengan status gizi siswa kelas V di SDN Adiarsa Timur 1. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan rancangan <em>cross sectional</em> dengan jumlah sampel sebanyak 29 siswa. Data dianalisis menggunakan <em>uji rank spearman</em>. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur (p=0,204; r=0,243), uang saku (p=0,651; r=0,088), serta asupan zat gizi makro yang terdiri dari energi (p=0,333; r=0,186), protein (p=0,392; r=0,165), lemak (p=0,701; r=0,074), dan karbohidrat (p=0,735; r=0,066) terhadap status gizi siswa. <strong>Simpulan: </strong>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa durasi tidur, uang saku, dan asupan zat gizi makro tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi siswa.</p>2026-06-30T09:59:54+00:00##submission.copyrightStatement##