Daya Terima Modifikasi Ikan Sarden dan Sayur Bayam pada Dimsum Sebagai Makanan Tambahan Tinggi Kalsium

  • Manuntun Rotua Jurusan Gizi
  • Sesiel K Putri Jurusan Gizi
  • Podojoyo Podojoyo Jurusan Gizi
  • Sriwiyanti Sriwiyanti Jurusan Gizi
Keywords: osteoporosis, dimsum, sardines, spinach, kalsium

Abstract

Osteoporosis is a bone disease characterized by a decrease in bone density which causes bones to become brittle, bone conditions deteriorate where bone pores are porous. According to data from the Indonesian Ministry of Health, the prevalence of osteoporosis in 2016 there were 3,385 people who came to puskesmas with cases of Osteoporosis, consisting of 1,115 in men and 2,270 cases in women. From data from the Palembang City Health Office in 2017, there were 112 people who came to the South Sumatra Health Center with cases of osteoporosis, consisting of 37 men and 75 women. Strategies to overcome the problem by consuming foods that are high in calcium, such as milk, sardines, salmon, fish eaten with their bones (anchovies), soy-based foods, fruits, and green vegetables.  The study was conducted using a non-factorial complete randomized design (RAL), using 30 untrained panelists. Acceptability is carried out by organoleptic tests. The results of the organoleptic test of dimsum selected in the F1 formulation (150 grams of sardines and 25 grams of spinach), the results of the acceptability test obtained an average color value of 3,567, aroma of 3.07, taste of 3.87, and texture of 3.47. The results of proximate analysis obtained an energy content of 203.74 kcal, protein 8.75%, fat, 1.82%, carbohydrates 38.09%, and calcium 96.42 mg.

References

Afrianto, 2008. Pengawasan Mutu Bahan atau Produk Pangan Jilid 1 untuk SMK. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. (E-book). 2009.
Agustina, N. 2011. Media dan Pembelajaran. Palembang: Universitas Sriwijaya.
Agustini, N. P., Kusumajaya, I. G & Puryana, S. (2019). Pelatihan Pengolahan Jajanan Sehat Anak Sekolah kepada UMKM Makanan Jajanan di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat, 1(2), 73–80.
Alfian, M. (2015). Penentuan Kadar Unsur Kalsium Pada Susu Sapi Murni di Pasaran dengan Metode Spektofotometer Serapan Atom. Jurnal Sins Kimia. 8(1): 26-28.
Almatsier, S. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ardhanareswari, N. P. (2019). Daya Terima Dan Kandungan Gizi Dim Sum Yang Disubstitusi Ikan Patin (Pangasius Sp.) Dan Pure Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Snack Balita. Jurnal Media Gizi Indonesia, 14(2), 123–131.
Fikawati S, Syafiq A, Puspasari P. 2005. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Asupan Kalsium Pada Remaja di Kota Bandung. Jurnal Kedokteran Trisakti Universa Medicina. Volume 24. No. 1 hal : 24-34.
Gandjar, I.G dan Rohman, A. 2007. Kimia Farmasi Analisis Cetakan Kedua. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Haryono, Sigit. 2010. Analisis Kualitas Penyimpanan Bahan Makanan kualitas dan kesegaran. Jurnal Teknologi Pangan. Vol 7 No 1 Juli 2010.
https://doi.org/10.3856/vol44-issue5-fulltextx.
Ika Lestari. 2013. Buku Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Padang:Akademia Permata.
Julianti, E. dan M. Nurminah. 2006. Buku Ajar Teknologi Pengemasan. Medan: Universitas Sumatera Utara – Press.
Kemenkes RI. 2015. Data dan Kondisi Penyakit Osteoporosis di Indonesia. Diakses pada tanggal 8 Februari 2016 dari http://www.depkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-info-datin.html.
Kemenkes RI. 2017. Profil Kesehatan Indonesia 2016. Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kemenkes. Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2015.
Limbong E.A, syahrul F. 2015. Rasio Resiko Osteoporosis Menurut Indeks Massa Tubuh , Paritas dan Konsumsi Kafein. Jurnal Berkala Epidemiologi. Vol : 3 No : 2. Hal : 194-204.
Martony, Oslida. (2020). Pemberdayaan dalam Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Jajan Anak Sekolah. Journal of Telenursing (JOTING), 2(1), 91–100. https://doi.org/10.31539/joting.v2i1.1191.
Muchtadi, T. R, & Ayustaningwarno. (2010). Teknologi proses pengolahan pangan. Bandung: Alfabeta.
Nieves JW. 2005. Osteoporosis: the role of micronutrient. The American Journal of Clinical Nutrition 81:1232-1239.
Notoatmodjo, Soekidjo. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. 2010.
Pemenkes RI No. 07 tahun 2019, Peraturan Kesehatan RI Nomor 07 tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
Pracaya & Kartika, J. K. 2016. Bertanam 8 Sayuran Organik. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.
Soekarto, S.T.1985. Penilaian Organoleptik (untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian). Penerbit Bharata Karya Aksara, Jakarta.
Syarif, R. dan Halid, H.1993.Teknologi Penyimpanan Pangan. Penerbit Arcan. Jakarta. Kerjasama dengan Pusat Antar Universitas Pangan Dan Gizi IPB.
Published
2022-12-22
How to Cite
1.
Rotua M, Putri S, Podojoyo P, Sriwiyanti S. Daya Terima Modifikasi Ikan Sarden dan Sayur Bayam pada Dimsum Sebagai Makanan Tambahan Tinggi Kalsium. JCH [Internet]. 22Dec.2022 [cited 27Jan.2023];2(1):54-8. Available from: https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkesko/article/view/1492