Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm <p>Jurnal<strong> Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2657-2486, eISSN: 2746-1769) </strong>is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, case reports, and systematic reviews, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. <strong>Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) </strong>is published by Dental Health Department of Health Polytechnic Palembang twice a year, every June and December.</p> Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang en-US Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) 2657-2486 <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <ol> <li class="show">Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/" target="_new">Creative Commons Attribution License</a>&nbsp;that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work</li> </ol> PENGARUH PERENDAMAN GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK KULIT PUTIH SEMANGKA MERAH (Citrullus lanatus) TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PLAT RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3004 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Resin akrilik polimerisasi panas merupakan salah satu bahan basis gigi tiruan yang paling banyak digunakan di kedokteran gigi. Resin akrilik memiliki keterbatasan seperti sifat menyerap cairan dalam jangka panjang. Pembersih seperti <em>effervescent </em>alkalin peroksida efektif untuk membersihkan gigi tiruan tetapi dapat meningkatkan kekasaran permukaan sehingga dibutuhkan alternatif pembersih lain seperti granul <em>effervescent </em>ekstrak kulit putih semangka merah.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian yang digunakan adalah <em>experimental laboratoris.</em> Sampel penelitian adalah plat resin akrilik polimerisasi panas ukuran 64 x 10 x 3,3 mm. Tiga kelompok perlakuan terdiri atas larutan <em>aquadest,</em> larutan <em>effervescent</em> alkalin peroksida, dan larutan granul <em>effervescent</em> ekstrak kulit putih semangka merah (n=5). Pengukuran kekasaran menggunakan <em>Surface Roughness Tester</em> dan hasil dianalisis menggunakan uji <em>One Way ANOVA.</em></p> <p><strong>Hasil:</strong> Rata-rata kekasaran permukaan resin akrilik polimerisasi panas setelah dilakukan perendaman dalam larutan <em>aquadest, effervescent</em> alkalin peroksida dan granul <em>effervecsent</em> alkalin peroksida berturut-turut adalah 0,114 ± 0,795; 0,280 ± 0,112; dan 0,118 ± 0,095. Penelitian ini menunjukkan bahwa granul <em>effervescent</em> ekstrak kulit putih semangka merah berpengaruh terhadap peningkatan kekasaran plat resin akrilik polimerisasi panas.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Granul <em>effervescent </em>ekstrak kulit putih semangka merah dapat meningkatkan kekasaran permukaan dalam batas normal sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pembersih gigi tiruan.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Ekstrak kulit semangka, <em>effervescent</em>, kekasaran permukaan</p> Alifia Sabilla Aria Fransiska Suci Rahmasari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 128 135 10.36086/jkgm.v7i2.3004 POTENSI BONE GRAFT DARI CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PEMBENTUKKAN TULANG PASCAEKSTRAKSI GIGI https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/2997 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Ekstraksi gigi atau pencabutan gigi merupakan salah satu prosedur bedah minor pada kedokteran gigi yang dilakukan untuk mengeluarkan gigi dari soketnya dan berpotensi menyebabkan perlukaan pada jaringan Selama proses penyembuhan, volume tulang alveolar dapat berkurang hingga 40–60%, yang dapat berdampak signifikan pada pasien yang memerlukan terapi implan gigi. Pengurangan volume tulang alveolar dalam prosedur implan dapat diatasi dengan pemberian <em>bone graft</em>. Salah satu bahan <em>bone graft</em> yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah hidroksiapatit (HA). Hidroksiapatit adalah komponen mineral utama dari tulang kortikal dan kanselus dewasa. Dikarenakan meningkatnya penggunaan HA sebagai bahan <em>bone graft</em> telah menyebabkan harganya menjadi mahal. Cangkang telur merupakan salah satu sumber alternatif HA yang banyak dikembangkan saat ini. <strong>Metode:</strong> Artikle dikumpulkan dengan mencari artikel penelitian eksperimental secara in vivo yang diterbitkan antara tahun 2014 dan Desember 2024. Artikel yang dikumpulkan diterbitkan dalam bahasa Inggris di database PubMed, ScienceDirect, dan Wiley menggunakan kata kunci “<em>eggshells</em>” yang dikombinasikan dengan istilah “<em>bone graft</em>” dan “<em>bone formation</em>”. <strong>Kesimpulan:</strong> <em>Bone graft </em>yang berasal dari cangkang telur dapat dimanfaatkan dalam perawatan pascaekstraksi gigi untuk kondisi infeksi dan non-infeksi.</p> Rahma Yunita Phey Liana Desi Oktariana ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 136 145 10.36086/jkgm.v7i2.2997 HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN KEHILANGAN GIGI PADA LANSIA https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3086 <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Latar Belakang:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Seiring proses penuaan, kemampuan fisik seseorang akan menurun, sehingga lansia yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Dalam banyak kasus, lansia kurang memperhatikan perawatan gigi dan mulut mereka karena keterbatasan kondisi fisik, yang akhirnya berdampak pada menurunnya kebersihan rongga mulut serta memicu kehilangan gigi. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian kehilangan gigi pada lansia.</span></span></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Metode:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Penelitian ini menerapkan jenis </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cross sectional</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> kuantitatif yang dilakukan pada 36 lansia di wilayah Puskesmas Bulak Banteng Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi yang diperoleh dari penerapan teknik </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">purposive sampling.</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner serta melakukan pemeriksaan rongga mulut responden guna menghitung jumlah gigi yang masih berfungsi di dalam rongga mulut responden. Analisa data dilakukan dengan menerapkan uji </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">chi-square</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> untuk mengidentifikasi adanya hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kasus kehilangan gigi pada lansia.&nbsp;</span></span></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hasil:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> mayoritas lansia 66,7% memiliki pengetahuan berada pada kategori rendah, 19,4% lansia memiliki pengetahuan dengan ketgori cukup. Pemeriksaan rongga mulut menunjukkan sebagian besar lansia kehilangan gigi permanen. Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi p = 0,0000 &lt; dari batas signifikasi 0,05.</span></span></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kesimpulan:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Adanya hubungan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian kehilangan gigi pada lansia, kemungkinan disebabkan oleh rendahnya pengetahuan yang dimiliki lansia.</span></span></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata kunci :</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Pengetahuan, kehilangan gigi, lansia.</span></span></p> reza icmiawati Imam Sarwo Edi I Gusti Ayu Kusuma Astuti Ngurah Putri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 146 150 10.36086/jkgm.v7i2.3086 PENGARUH STORYTELLING DENGAN BONEKA TANGAN TERHADAP PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI SISWA SEKOLAH DASAR https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3025 <p>Pengetahuan yang kurang mengenai menyikat gigi merupakan salah satu penyebab anak mengabaikan masalah kesehatan gigi dan mulut. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar adalah melalui penyuluhan dengan metode <em>storytelling </em>menggunakan media boneka tangan, yang merupakan teknik bercerita menarik dan interaktif sehingga pesan mudah diingat.</p> <p>Tujuan penelitian mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dengan metode <em>storytelling </em>menggunakan media boneka tangan terhadap pengetahuan menyikat gigi murid sekolah dasar di kabupaten Aceh Besar.</p> <p>Jenis penelitian adalah <em>quasy eksperiment</em>&nbsp;dengan rancangan <em>pretest</em>&nbsp;and <em>posttest non equivalent control group design.</em>&nbsp;Penelitian ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>proportional random sampling</em>, dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 47 responden.</p> <p>Hasil Penelitian Uji statistik <em>mann-whitney</em>&nbsp;ada pengaruh dan peningkatan pengetahuan pada kedua kelompok p-value (0.000 &lt; 0,05), namun peningkatan pengetahuan pada kelompok intervensi lebih tinggi.</p> <p>Kesimpulan Terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dengan metode <em>storytelling</em>&nbsp;menggunakan media boneka tangan terhadap pengetahuan menyikat gigi murid sekolah dasar di Kabupaten Aceh Besar.</p> Ritayanti Ritayanti Cut Ratna Keumala Elfi Zahara ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 151 156 10.36086/jkgm.v7i2.3025 HUBUNGAN STATUS KARIES GIGI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PUSKESMAS BULAK BANTENG SURABAYA https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/2971 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Populasi lansia di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, terus meningkat setiap tahunnya. Dengan bertambahnya usia, berbagai perubahan fisiologis dan penurunan fungsi organ tubuh terjadi, yang menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap penyakit dan kecacatan yang berdampak negatif pada kualitas hidup di kalangan lansia. Karies gigi adalah masalah kesehatan mulut yang umum terjadi pada populasi ini, yang berkontribusi pada perubahan kualitas hidup yang meliputi domain fisik, fungsional, sosial, dan emosional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara status karies gigi dengan kualitas hidup pada lansia.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 lansia yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu DMF-T dan kuesioner OHIP-14. Analisis data menggunakan uji analisis <em>Kendall Tau B</em>.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil uji statistik <em>Kendall Tau B</em> menunjukkan bahwa status karies gigi berhubungan dengan kualitas hidup lansia yang dimana nilai α (0,026) sehingga α &lt; 0,05 yang berarti H<sub>1</sub> diterima dan H<sub>0</sub> ditolak.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Ada hubungan yang signifikan antara status karies gigi dengan kualitas hidup lansia. Dimana ada peningkatan tingkat keparahan karies gigi berbanding terbalik dengan kualitas hidup lansia, di mana semakin parah kondisi karies, maka semakin menurun kualitas hidup yang dirasakan.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Karies gigi, Kualitas hidup, OHIP-14</p> jyothi utami dewi Ratih Larasati I.G.A Kusuma Astuti N.P ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 157 162 10.36086/jkgm.v7i2.2971 HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PEMAKAIAN GIGI TIRUAN DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI LANSIA DI POSYANDU LANSIA RANGGEN SURABAYA https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3085 <h2><strong>ABSTRACT</strong></h2> <p><strong>Background:</strong> The problem in this study is the lack of knowledge regarding denture use in the elderly and their level of self-confidence. This study aims to determine the relationship between knowledge about denture use and self-confidence in the elderly at the Ranggen Elderly Health Post (Posyandu Lansia) in Surabaya.</p> <p><strong>Methods: </strong>This research was an analytical cross-sectional study with a sample of 35 elderly people at the Ranggen Elderly Health Post (Posyandu Lansia) in Surabaya. The data collection instrument was a questionnaire. The analysis technique used the chi-square test.</p> <p><strong>Results: </strong>The test results from the research obtained a ρ value of 0.00 or a significance ρ score below (0.05).</p> <p><strong>Conclusion: </strong>The conclusion of this study is that there is a relationship between the knowledge of the elderly about using dentures and the level of self-confidence of the elderly at Posyandu Ranggen Surabaya..</p> <p><strong>Keywords: </strong>Knowledge, Dentures, Self-confidence, Elderly.</p> Ajeng Diva Nawang Sasi Ratih Larasati Ida Chairanna Mahirawatie ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 163 169 10.36086/jkgm.v7i2.3085 HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK PAUD WIDYA TAMA GRESIK https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3018 <p>Latar Belakang: Anak prasekolah merupakan masa kritis guna menunjang proses tumbuh kembang anak kedepannya. Keterlibatan orang tua kian dibutuhkan dalam mengajarkan supaya si kecil dapat memelihara kebersihan rongga mulutnya. Lubang gigi pada anak prasekolah perlu mendapat perhatian khusus karena sering dianggap orang tua tidak perlu dirawat, sebab akan digantikan gigi dewasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, prevalensi lubang gigi di kalangan anak mencapai 60% - 90% yang menunjukkan prevalensi karies anak masa prasekolah tergolong cukup besar. Faktor kemungkinan yang memicu terjadinya masalah, seperti keterlibatan orang tua yang belum tepat saat merawat kesehatan gigi anak. Studi ini dilakukan guna mengungkap hubungan kontribusi orang tua dengan kerusakan gigi pada anak PAUD.</p> <p>Metode: Studi ini termasuk dalam ketegori kuantitatif dengan tipe analitik Cross Sectional dengan metode survei yang melibatkan 42 orang tua anak PAUD sebagai responden. Data diperoleh melalui lembar kuesioner yang mengukur peran orang tua mengenai merawat kesehatan rongga mulut anaknya. Analisis data dilakukan melalui uji korelasi Spearman Rank untuk menganalisis hubungan peran orang tua dengan karies gigi pad anak PAUD.</p> <p>Hasil: Hasil studi menunjukkan karies gigi anak masuk dalam kategori yang tinggi. Hasil analisis uji spearman nilai p 0.013 yang artinya p&lt;0.05. Bisa dikatakan terdapat korelasi kontribusi orang tua dengan karies gigi pada anak PAUD Widya Tama Gresik.</p> <p>Kesimpulan: Nilai koefisien korelasi (-0,380) yang artinya memiliki kekuatan hubungan yang lemah.</p> Cindy Oktaviany Imam Sarwo Edi Siti Fatria Ulfah Sunomo Hadi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 170 177 10.36086/jkgm.v7i2.3018 HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KONDISI JARINGAN PERIODONTAL PADA LANSIA DI POSYANDU SEKAR ARUM DRIYOREJO GRESIK https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/2843 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Tingginya periodontitis pada lansia merupakan masalah serius yang dapat merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Tingkat kesadaran dan motivasi seseorang dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat berkaitan dengan kemampuan mengontrol plak agar tidak terjadi periodontitis sehingga lansia sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta dapat mempertahankan kualitas hidup yang optimal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kondisi jaringan periodontal pada lansia di Posyandu Sekar Arum Driyorejo Gresik.</p> <p><strong>Metode:</strong> Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner untuk mengukur motivasi. Pemeriksaan <em>Periodontal Disease Index</em> (PDI) untuk mengukur jaringan periodontal. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan <em>cross sectional</em>.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi dengan kondisi jaringan periodontal pada lansia. Distribusi frekuensi motivasi memiliki kategori motivasi intrinsik kuat dengan presentase 68,6% dan memiliki kategori motivasi ekstrinsik kuat dengan presentase 71,4 %. Distribusi frekuensi kondisi jaringan periodontal mengalami periodontitis dengan presentase 85,7%.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Lansia di Posyandu Sekar Arum memiliki motivasi yang kuat tetapi masih mengalami periodontitis, karena kurangnya dorongan motivasi dari lingkungan sehingga dapat menyebabkan pengetahuan serta menurunnya kesadaran lansia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya.&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Motivasi, Kondisi Jaringan Periodontal, Lansia.</p> Robbiyatul Muslikha Azizah Ida Chairanna Mahirawatie Isnanto Isnanto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 178 185 10.36086/jkgm.v7i2.2843 PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET XYLITOL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK PADA SISWA/I DI SD NEGERI GUE GAJAH KABUPATEN ACEH BESAR https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3066 <p>Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan utama di Indonesia, terutama pada anak usia sekolah dasar yang rentan terhadap karies dan plak gigi. Plak merupakan biofilm kompleks yang dapat memicu penyakit gigi jika tidak dikendalikan. Upaya pencegahan yang efektif adalah mengunyah permen karet <em>Xylitol. </em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Mengunyah Permen Karet <em>Xylitol </em>Terhadap Penurunan Indeks Plak Pada Siswa/i di SD Negeri Gue Gajah Kabupaten Aceh Besar. Metode dalam Penelitian mengggunakan metode <em>Quasi Experiment </em>dengan menggunakan <em>pretest-protest Nonequivalent Control Group Design </em>dilakukan pada 40 Responden dibagi menjadi 2 kelompok, 20 responden kelompok intervensi dengan perlakuan mengunyah permen karet <em>Xylitol </em>dan 20 responden kelompok kontrol yang tidak menerima perlakuan. Hasil penelitian menggunakan Uji Paired T.Test 0,000 (&lt;0,05<strong>). </strong>Kesimpulan bahwa adanya pengaruh Terhadap Penurunan Indeks Plak Pada Siswa/i di SD Negeri Gue Gajah Kabupaten Aceh Besar. Diharapkan petugas kesehatan dapat berkolebrasi dengan sekolah memberikan penyuluhan bagi siswa/i SD Negeri Gue Gajah terkait kebersihan Gigi dan Mulut, mengajarkan cara Menyikat Gigi yang baik dan benar serta mengganti kebiasaan mengkonsumsi makan makanan manis yang mengandung gula buatan dengan permen karet yang mengandung <em>Xylitol</em>.</p> Siti Najwa Hafifah Naurah Cut Ratna Keumala ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 186 193 10.36086/jkgm.v7i2.3066 PENGARUH BERKUMUR MENGGUNAKAN AIR REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP PERUBAHAN PH SALIVA PADA LANSIA https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3190 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Saliva merupakan suatu faktor yang berperan pada terbentuknya karies gigi. Pada lansia di Posyandu Lansia Sekar Arum, Driyorejo, Gresik, rendahnya pH saliva antara lain disebabkan oleh faktor host, yaitu kondisi gigi dan jumlah saliva. Penurunan produksi saliva secara signifikan dapat mempercepat perkembangan karies. Salah satu faktor yang memengaruhi pH saliva adalah kecepatan sekresi akibat rangsangan tertentu. Permasalahan yang diangkat pada studi ini ialah rendahnya pH saliva pada lansia di lokasi tersebut. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk memahami pengaruh air rebusan jahe merah sebagai cairan kumur dalam upaya perubahan pH saliva pada lansia.</p> <p><strong>Metode:</strong> Studi ini menggunakan metode <em>quasi eksperimen</em> dengan desain <em>one group pretest-posttest</em>, di mana pengukuran dilakukan sebelum serta sesudah intervensi pada satu kelompok yang sama. Subjek penelitian terdiri dari 32 lansia anggota Posyandu Lansia Sekar Arum, Driyorejo, Gresik. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, sedangkan teknik analisis data yang diterapkan adalah <em>Paired T-Test</em> (uji T berpasangan) dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaan antara nilai sebelum serta setelah perlakuan.&nbsp;</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh berkumur menggunakan air rebusan jahe merah pada lansia. Hasil studi menunjukkan pH saliva lansia sebelum intervensi pada kondisi rendah (asam) sebesar 84,2%. Sedangkan, setelah dilakukan intervensi berupa berkumur dengan air rebusan jahe merah, sebanyak 87,5% lansia menunjukkan peningkatan pH saliva ke tingkat normal.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Air rebusan jahe merah terbukti mampu meningkatkan pH saliva serta memiliki sifat antibakteri yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri sehingga mampu menjaga keseimbangan pH di rongga mulut.</p> Dea Rahma Audina Ida Vahira Silvia Prasetyowati I.G.A Kusuma Astuti N.P ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 194 201 10.36086/jkgm.v7i2.3190 PENGARUH MENGUNYAH BUAH APEL DAN BUAH PIR DALAM MENURUNKAN ANGKA INDEKS DEBRIS GIGI PADA ANAK TUNANETRA DI SMPLB & SMALB-A YPAB SURABAYA https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/2968 <p>Latar Belakang: Mengingat bahwa penglihatan yang berkurang dapat memengaruhi kemampuan anak tunanetra untuk membersihkan gigi, kebersihan gigi dan mulut merupakan komponen penting dari kesehatan mereka secara keseluruhan. Indeks kotoran gigi yang tinggi pada anak tunanetra di SMPLB &amp; SMALB-A YPAB Surabaya merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut. Mengunyah buah-buahan seperti apel fuji dan pir madu yang memiliki tindakan membersihkan diri merupakan metode alternatif untuk meningkatkan kebersihan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah mengunyah pir madu dan apel fuji menurunkan indeks kotoran gigi pada anak tunanetra di SMPLB-A dan SMALB-A YPAB Surabaya.</p> <p>Metode Dalam penelitian ini, pra-tes dan pasca-tes dirancang untuk satu kelompok menggunakan teknik kuantitatif dan desain penelitian kuasi-eksperimental. Dua puluh empat siswa menjadi sampel, dan mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok mengunyah pir madu dan kelompok mengunyah apel fuji. Untuk penelitian ini, observasi dan analisis adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data. Baik uji-t independen maupun berpasangan digunakan dalam metode analisis data.</p> <p>Hasil: Temuan tersebut menunjukkan bahwa kedua varietas buah tersebut berhasil menurunkan indeks serpihan gigi; meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikan dalam efek kedua kelompok (p&lt;0,05).</p> <p>Kesimpulan: Apel Fuji memiliki dampak lebih tinggi daripada pir madu.</p> <p>&nbsp;</p> Tabitha Zevanya Dzaldiri Ratiha Larasati Bambang Hadi Sugito ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 202 205 10.36086/jkgm.v7i2.2968 PERAWATAN GIGI PADA ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY- TINJAUAN PUSTAKA https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3419 <p><em>Cerebral palsy</em> (CP) adalah disabilitas motorik paling umum pada anak-anak, dengan prevalensi 1,5 hingga 3,0 per 1.000 kelahiran hidup di seluruh dunia. Kondisi ini merupakan gangguan perkembangan gerak dan postur tubuh yang tidak dapat disembuhkan. Merawat pasien dengan CP adalah tantangan tersendiri bagi dokter termasuk dokter gigi karena anak yang menderita CP berisiko lebih tinggi mengalami masalah gigi dan mulut dibandingkan anak normal. Beberapa masalah gigi dan mulut yang&nbsp; umum&nbsp;&nbsp; terjadi pada anak dengan CP berupa <em>oral hygiene</em> yang buruk, penyakit periodontal, gangguan pada TMJ, maloklusi, dental trauma, enamel defects, karies, dan erosi. Oleh karena itu, manajemen perawatan gigi pada anak dengan Cerebral Palsy (CP) memerlukan pendekatan yang khusus dari dokter gigi. Sikap dokter gigi yang tenang, penyesuaian posisi pasien, dan penggunaan sedasi yang tepat dapat membantu memastikan keberhasilan perawatan. Selain itu, perawatan di rumah juga sangat penting dan harus dimulai sejak dini. Orang tua dan pengasuh harus diajarkan cara membersihkan gigi anak dengan benar.</p> Puput Rizkika Ulfa Yasmin Rosada Sintya Dwi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 210 218 10.36086/jkgm.v7i2.3419 EFEK ANGIOGENESIS EKSTRAK TULANG IKAN PATIN PASCA EKSTRAKSI GIGI TIKUS WISTAR https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3588 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Ekstraksi gigi adalah prosedur bedah yang biasa dilakukan oleh dokter gigi. Proses penyembuhan soket ekstraksi terdiri dari beberapa tahap yang dapat dipercepat prosesnya oleh zat aktif dari bahan alam. Tulang ikan patin (<em>Pangasius pangasius</em>) mengandung kolagen dan arginin, yang dilaporkan dapat meningkatkan pembuluh darah baru dalam proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek angiogenesis dari ekstrak tulang ikan patin pada luka ekstraksi gigi di tikus Wistar.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini adalah penelitian in vivo. Sebanyak 24 tikus Wistar (<em>Rattus norvegicus</em>) jantan dibagi menjadi 6 kelompok. Setelah dilakukan pencabutan pada gigi insisivus bawah, tikus pada 3 kelompok perlakuan diberikan diberikan ekstrak tulang ikan patin dan 3 kelompok kontrol diberikan akuades. Bahan uji diteteskan pada soket gigi sekali dalam sehari. Bahan uji diberikan selama 3 hari pada kelompok 1 dan 4, selama 5 hari pada kelompok 2 dan 5, dan selama 7 hari pada kelompok 3 dan 6. Setelahnya tikus dilakukan eutanasia dan dilakukan pembuatan preparat histologi. Banyaknya pembuluh darah baru yang terbentuk dihitung menggunakan mikroskop dengan lima bidang pandang dan dianalisis secara statistik.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Jumlah pembuluh darah baru mengalami peningkatan pada pada hari ke-3 dan ke-7 dengan jumlah yang lebih banyak secara bermakna pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol (p&lt;0,05). Hasil uji one way ANOVA terlihat perbedaan bermakna dari jumlah pembuluh darah baru pada kelompok ekstrak tulang ikan patin antara hari ke-3 dan hari ke-7 (p&lt;0,05).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Ekstrak tulang ikan patin memiliki efek angiogenesis sehingga berpotensi dalam mempercepat proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi.</p> Shela Herfina Valentino Haksajiwo Shanty Chairani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 215 225 10.36086/jkgm.v7i2.3588 HUBUNGAN PENGETAHUAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT IBU HAMIL DENGAN GINGIVITIS https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3092 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Gingivitis adalah gangguan kesehatan jaringan periodontal yang ditandai dengan peradangan pada gusi dan sangat sering terjadi selama masa kehamilan. Kondisi ini dapat diperparah oleh perubahan hormonal serta berbagai faktor risiko lain, termasuk kurangnya pengetahuan dan praktik kebersihan mulut yang tidak optimal. Observasi awal yang dilakukan di Puskesmas Temayang, Kabupaten Bojonegoro, menunjukkan angka kejadian gingivitis yang cukup besar pada ibu hamil. Berdasarkan hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan pemeliharaan kesahatan gigi dan mulut dengan gingivitis pada ibu hamil.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional serta rancangan cross-sectional. Sebanyak 41 responden yang merupakan ibu hamil di Puskesmas Temayang dipilih dengan metode <em>purposive sampling</em>. Tingkat pengetahuan ibu hamil diukur menggunakan kuesioner, sedangkan untuk mendeteksi gingivitis menggunakan lembar pemeriksaan klinis. Penelitian ini menerapkan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 untuk analisis.&nbsp;</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil analisis memperlihatkan mayoritas ibu hamil mempunyai tingkat pengetahuan pada kategori cukup hingga baik. Namun tidak terdapat korelasi yang bermakna secara statistik antara pengetahuan mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut dengan jumlah kasus gingivitis pada ibu hamil, menurut hasil uji Chi-square dengan signifikasi sebesar 0,487.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Studi menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tidak selalu berkorelasi dengan kesehatan gingiva. Faktor-faktor lain seperti perubahan hormonal selama kehamilan, ketidaknyamanan saat menyikat gigi akibat mual dan muntah, serta persepsi keliru bahwa perdarahan gusi merupakan hal normal selama kehamilan dapat menjadi hambatan dalam menjaga kesehatan mulut.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Gingivitis, ibu hamil, pengetahuan, kesehatan gigi dan mulut, perilaku preventif</p> aida salsabila roichana Isnanto Isnanto Agus Marjianto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 226 233 10.36086/jkgm.v7i2.3092 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AUDIO PODCAST TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN GINGIVITIS PADA IBU HAMIL DI POSYANDU https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/2902 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>Latar Belakang : </strong><em>Gingivitis </em>adalah salah satu gangguan kesehatan mulut yang sering terjadi pada ibu hamil, yang disebabkan oleh perubahan hormon, terutama peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Kondisi ini membuat jaringan mulut menjadi lebih peka terhadap peradangan dan infeksi. Dengan memiliki pengetahuan yang memadai, ibu hamil dapat mengembangkan kebiasaan hidup sehat untuk mencegah terjadinya <em>gingivitis</em>. Salah satu metode penyampaian edukasi yang praktis dan efektif adalah melalui media audio <em>podcast</em>. <strong>Tujuan Penelitian :</strong> Mengetahui efektivitas media audio <em>podcast</em> terhadap pengetahuan pencegahan <em>gingivitis</em> pada ibu hamil di Posyandu. <strong>Metode Penelitian :</strong> Penelitian ini adalah <em>pre-eksperimental </em>dengan<em> desain one group pretest-posttest</em>. Sampel penelitian berjumlah 38 ibu hamil trimester pertama yang dipilih dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah melalui proses pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji <em>Paired T-Test</em>. <strong>Hasil Penelitian :</strong> Rata-rata skor pengetahuan pencegahan <em>gingivitis</em> sebelum mendengarkan audio <em>podcast</em> sebesar 12,74, sedangkan rata-rata skor setelah mendengarkan audio <em>podcast</em> sebesar 17,58. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan pencegahan <em>gingivitis</em> selama dua kali perlakuan. Hasil uji <em>Paired T-Test</em> menunjukkan nilai <em>p = 0,000</em> (p &lt; 0,05), menunjukkan penggunaan audio <em>podcast</em> efektif terhadap pengetahuan pencegahan <em>gingivitis</em> pada ibu hamil. <strong>Kesimpulan :</strong> Penggunaan media audio <em>podcast</em> efektif terhadap pengetahuan pencegahan <em>gingivitis</em> pada ibu hamil.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Ibu Hamil, Audio <em>Podcast</em>, Pengetahuan, <em>Gingivitis</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Latar Belakang :</span></span></em></strong><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> Gingivitis merupakan salah satu gangguan kesehatan mulut yang sering terjadi pada ibu hamil, yang disebabkan oleh perubahan hormonal terutama peningkatan estrogen dan progesteron. Kondisi ini membuat jaringan mulut menjadi lebih sensitif terhadap peradangan dan infeksi. Dengan memiliki pengetahuan yang memadai, ibu hamil dapat mengembangkan kebiasaan sehat untuk mencegah terjadinya gingivitis. Salah satu metode penyampaian edukasi yang praktis dan efektif adalah melalui audio podcast. Tujuan </span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian </span></span></strong> <strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">:</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> Mengetahui efektivitas media audio podcast terhadap pengetahuan pencegahan gingivitis pada ibu hamil di Posyandu. </span><strong><span style="vertical-align: inherit;">Metode </span></strong></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian</span></span></strong> <span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> : Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 38 ibu hamil trimester pertama yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test. &nbsp; </span><strong><span style="vertical-align: inherit;">Hasil :</span></strong><span style="vertical-align: inherit;"> Rata-rata skor pengetahuan pencegahan gingivitis sebelum mendengarkan audio podcast sebesar 12,74, sedangkan rata-rata skor setelah mendengarkan audio podcast sebesar 17,58. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pencegahan gingivitis selama dua kali perlakuan. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05) yang menunjukkan penggunaan media audio podcast efektif terhadap pengetahuan pencegahan gingivitis pada ibu hamil. </span><strong><span style="vertical-align: inherit;">Kesimpulan :</span></strong><span style="vertical-align: inherit;"> Penggunaan media audio podcast efektif terhadap pengetahuan pencegahan gingivitis pada ibu hamil.</span></span></em></p> <p><strong><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kata Kunci</span></span></em></strong><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> : Ibu Hamil, Podcast Audio, Pengetahuan, Radang Gusi</span></span></em></p> Nadya Nisaul Ulya Yufen Widodo Masayu Nurhayati Sri Wahyuni ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 234 240 10.36086/jkgm.v7i2.2902 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3174 <p>Karies merupakan salah satu permasalahan pada pada area mulut yang dicirikan adanya korosi pada enamel hingga pulpa. Fenomena prevalensi karies gigi yang cukup besar pada kalangan wanita hamil di Puskesmas Kamal kabupaten Bangkalan. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan Tahun 2025. Cross sectional design dipilih sebagai desan penelitian yang mejaring 37 ibu hamil sebagai sampel. Alat pengumpulan data berupa kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan responden serta formulir pemeriksaan indeks DMF-T. Teknik pengolahan data mengaplikasikan uji korelasi Spearman. Hasil yang diperoleh memaparkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) 0.000&lt;0,05 maknanya terdapat keterkaitan antara tingkat pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan gigi dan mulut dengan munculnya kasus karies gigi.</p> <p>Kata kunci : Karies, pengetahuan, kesehatan gigi dan mulut, ibu hamil</p> marifah asmaul mardatillah Ratih Larasati Bambang Hadi Sugito ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 241 250 10.36086/jkgm.v7i2.3174 EFEKTIVITAS MEDIA EDUKASI “DAILY BOOK CHALLENGE” TERHADAP CARA MENYIKAT GIGI DI SD N 02 PALEMBANG https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3645 <p>ABSTRAK<br>Latar Belakang: Angka kejadian gigi rusak, berlubang, atau berpenyakit di Sumatera Selatan cukup tinggi yaitu 45,1% dimana 54% dialami oleh anak usia sekolah. Upaya pencegahan perilaku karies dapat dilakukan dengan teknik menyikat gigi yang baik dan benar. Penyuluhan pada anak sekolah dasar dinilai sangat penting karena usia tersebut disebut masa kritis pada anak dan dianggap usia efektif dalam memberikan informasi melalui media yang menarik dan mudah dipahami.<br>Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas media edukasi “daily book challenge” terhadap cara menyikat gigi pada anak di SD N 02 Palembang.<br>Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Penelitian ini melibatkan 84 anak di SD N 02 Palembang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dengan intervensi menggunakan media edukasi “daily book challenge” dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Pengukuran pengetahuan dan teknik menyikat gigi dengan k.uesioner dan video. Analisis statistik menggunakan Uji Mann-Whitney.<br>Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol pada skor pengetahuan dan video cara menyikat gigi yang benar dengan nilai p=0,000 (p&lt;0,05) sehingga hipotesis diterima.<br>Kesimpulan: Media edukasi "daily book challenge" efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan teknik menyikat gigi yang benar pada anak-anak di SD N 02 Palembang.<br>Kata Kunci: Tantangan buku harian, Pengetahuan, Teknik, Menyikat gigi<br>ABSTRACT<br>Background: Incidence of damaged, decayed, diseased teeth in South Sumatra quite high at 45.1% which 54% is experienced by school-age children. Efforts prevent caries behavior can be done with good and correct brushing techniques. Counseling in elementary school children considered very important because this age is called a critical period in children and considered an effective age in providing information through media is interesting and easy to understand.<br>Objective: Determine effectiveness educational media "daily book challenge" on how to brush teeth children at SD N 02 Palembang.<br>Methods: This research is quasi experiment with pre-test and post-test design. This study involved 84 children at SD N 02 Palembang who were divided into two groups, namely treatment group with intervention using educational media "daily book challenge" and control group without intervention. Measurement of knowledge and tooth brushing techniques with questionnaires and videos. Statistical analysis using Mann-Whitney Test.<br>Results: There was significant difference between treatment group and control group on knowledge score and correct tooth brushing video with a value of p=0.000 (p&lt;0.05) so that the hypothesis was accepted.<br>Conclusion: Educational media "daily book challenge" is effective in improving knowledge and proper tooth brushing techniques in children at SD N 02 Palembang.<br>Keywords: Daily book challenge, Knowledge, Techniques, Brushing teeth</p> Rosari Inriani Sidabutar Hema awaliah Maya Apriani Galih Prasojo Utomo Amalia Salsabila Lola Febriani Dewi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-30 2025-12-30 7 2 251 257 10.36086/jkgm.v7i2.3645 Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Dengan Gingivitis di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan Tahun 2025 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/2992 <p>Pengetahuan terkait pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut berperan penting untuk pencegahan dan penanganan munculnya penyakit gingivitis. Masa kehamilan merupakan masa yang rentan terhadap perubahan hormonal yang dapat meningkatkan resiko peradangan pada jaringan gingiva. Gingivitis merupakan peradangan gusi yang dapat dilihat dengan adanya gusi kemerahan, gusi bengkak, dan mudah berdarah, kondisi ini pada umumnya sering dialami oleh ibu hamil.</p> <p>Studi ini dirancang untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis. Pendekatan penelitian ini diterapkan adalah metode survey analitik menggunakan desain <em>cross sectional </em>dengan mengikut sertakan 36 ibu hamil sebagai subjek penelitian. Periode pelaksanaan penelitian berlangsung dari Januari hingga Februari 2025. Alat pengumpulan data yang diterapkan berupa kuesioner dan lembar observasi untuk menilai kondisi gingivitis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s. Temuan penelitian menunjukkan mayoritas ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sedang 58%, sementara hanya 11,1% responden yang menunjukkan pengetahuan dalam kategori baik, dan 30,6% responden berada dalam kategori kurang. Hasil evaluasi klinis juga mengindikasikan prevalensi gingivitis yang tinggi dikalangan ibu hamil yang di teliti.</p> <p>Hasil uji analisis dari riset ini menunjukkan nilai <em>Asymp.Sig. (2-tailed) </em>yaitu 0,01 yang posisinya lebih rendah dari α (0,05). Simpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan.</p> <p>&nbsp;</p> intan damai suksesty zega Sri Hidayati Ida Chairanna ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 258 263 10.36086/jkgm.v7i2.2992 HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG CARA MENYIKAT GIGI DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK PAUD WIDYA TAMA GRESIK https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/2985 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kerusakan gigi lebih umum terjadi pada anak usia prasekolah. Hingga 93 persen balita Indonesia berusia antara tiga dan empat tahun menderita gigi berlubang. Dengan mendorong anak-anak mereka untuk mencuci gigi dua kali sehari, orang tua dapat membantu mereka menjaga kebersihan mulut yang baik. Pengetahuan orang tua yang baik ataupun tidak bisa berdampak pada status kesehatan mulut anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karies gigi pada anak PAUD Widya Tama dengan pengetahuan orang tua tentang teknik menyikat gigi yang benar.</p> <p><strong>Metode:</strong> Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel 38 orang tua dan anak PAUD Widya Tama Gresik. Pengetahuan orang tua dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuisioner dan lembar observasi digunakan untuk mengukur indeks karies gigi. Teknik analisis menggunakan uji <em>Spearman</em>. &nbsp;</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil dari analisis univariat menunjukkan, dominan responden kebanyakan perempuan (86,8%), memiliki pendidikan SMA (78,9%), dan memiliki pekerjaan ibu rumah tangga (55,3%). Nilai ρ sebesar 0,005 yang diperoleh dari hasil pengujian penelitian ini lebih kecil dari kriteria signifikansi 0,05 atau ρ &lt; 0,05. Dilihat dari hasil analisis, kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang relatif positif, ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 0,449.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Karies gigi pada anak PAUD Widya Tama berkorelasi dengan pemahaman orang tua tentang teknik bagaimana menyikat gigi yang benar.</p> Adinia Septio Vani Bambang Hadi Sugito Agus Marjianto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 264 269 10.36086/jkgm.v7i2.2985 DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN JABON (ANTHOCEPHALUS CADAMBA MIQ.) TERHADAP BAKTERI KARIES PADA ANAK TUNA GRAHITA https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3014 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Anak tunagrahita memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut, termasuk karies gigi, akibat keterbatasan dalam menjaga kebersihan oral. Salah satu alternatif alami yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies adalah daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.), yang diketahui mengandung senyawa aktif antimikroba, yaitu asam oleanolat. Tujuan: Mengetahui daya hambat ekstrak daun Jabon (<em>Anthocephalus cadamba Miq.</em>) dengan konsentrasi 0% (kontrol),5%,15%,30%,70% dan 95% terhadap bakteri karies <em>Streptococcus mutans</em> pada anak tunagrahita.</p> <p><strong>Metode:</strong> Desain deskriptif dengan pendekatan <em>P</em><em>re-</em><em>P</em><em>ost </em><em>C</em><em>ontrol </em><em>D</em><em>esign</em>. Sampel berupa swab bakteri dari karies gigi anak tunagrahita di SLB-C Dian Grahita Jakarta Pusat, ditanam dalam media nutrient agar. Cakram kertas dicelupkan pada ekstrak daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dalam berbagai konsentrasi (0%,5%,15%,30%,70% dan 95%) dengan replikasi sebanyak 5 kali dan zona hambat diukur setelah inkubasi selama 24 jam.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Konsentrasi 30% mulai menunjukkan rata-rata daya hambat 3,4 mm (kategori lemah), sedangkan konsentrasi 95% menghasilkan rata-rata daya hambat 12 mm (kategori kuat). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p = 0.000), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada seluruh konsentrasi.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Ekstrak daun Jabon (<em>Anthocephalus cadamba Miq</em>.) memiliki daya hambat kuat pada konsentrasi 95% terhadap <em>bakteri </em>karies gigi anak tunagrahita namun diperlukan uji klinis lanjutan terkait dengan dosis, keamanan, efek samping dan regulasi penggunaan daun Jabon (<em>Anthocephalus cadamba Miq.</em>).</p> Silvia Sulistiani Ulliana Ulliana Julia Dance Setyowati Syahda Zulmi Alfira Dina ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-19 2025-12-19 7 2 270 279 10.36086/jkgm.v7i2.3014 HUBUNGAN ANTARA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT PESISIR PULAU KODINGARENG https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3624 <p>Posisi kebersihan mulut memainkan peran penting dalam menggambarkan kualitas hidup melalui <em>Oral Health Related Quality of Life</em>(OHRQoL). Masyarakat yang tinggal di pulau terpencil sering menghadapi akses terbatas ke fasilitas perawatan gigi yang dapat mempengaruhi kebersihan mulut dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara status kebersihan mulut dan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan rongga mulut pada penduduk pesisir Pulau Kodingareng, Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan <em>cross-sectional</em> dilakukan dan melibatkan 200 responden yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Kebersihan Mulut dinilai menggunakan <em>Oral Hygiene Index-Simplified</em> (OHI-S) serta OHRQoL diukur menggunakan kuesioner <em>Oral Health Impact Profile-14</em> (OHIP-14). Data dianalisis menggunakan <em>Chi-Square</em> untuk menentukan hubungan antara skor kebersihan mulut dan kualitas hidup masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang tinggal di daerah pesisir memiliki skor kebersihan mulut dan OHRQoL kategori cukup hingga buruk serta memiliki korelasi yang signifikan antara OHI-S dan OHRQoL dengan skor p &lt; 0,05. Sebagai kesimpulan, ada hubungan yang signifikan antara status kebersihan mulut dan kualitas hidup terkait kesehatan mulut di antara penduduk Pulau Kodingareng, menekankan perlunya peningkatan praktik kebersihan mulut dan peningkatan akses ke perawatan gigi preventif di masyarakat pulau terpencil.</p> Muh Firdaus Tullah Firman Firman Ainul Auliyah A Rismawati Rismawati Natalia Natalia ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-30 2025-12-30 7 2 280 286 10.36086/jkgm.v7i2.3624