Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm <p>Jurnal<strong> Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) (ISSN: 2657-2486, eISSN: 2746-1769) </strong>is an Indonesian language open journal, which publishes research articles, case reports, and systematic reviews, which are original, innovative, up-to-date, and applicable in all areas of dental and oral health. <strong>Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) </strong>is published by Dental Health Department of Health Polytechnic Palembang twice a year, every June and December.</p> en-US <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <ol> <li class="show">Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/" target="_new">Creative Commons Attribution License</a>&nbsp;that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work</li> </ol> abu@poltekkespalembang.ac.id (Abu Hamid, S.SiT., M.Kes) -@poltekkespalembang.ac.id (-) Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH SEBELUM TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI DI POLI GIGI RSUD KOTA SABANG https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3097 <p><strong>HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH SEBELUM TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI DI POLI GIGI RSUD KOTA SABANG</strong></p> <p><em>RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY LEVELS AND BLOOD PRESSURE BEFORE TOOTH EXTRACTION IN DENTAL POLYCLINIC OF RSUD KOTA SABANG </em></p> <p><strong>Destri Khairun Naziya<sup>1</sup>, Cut Ratna Keumala<sup>2</sup></strong></p> <p><em><sup>1,2 </sup></em><em>Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Aceh</em></p> <p>(email: <a href="mailto:destrikhairunnaziya@gmail.com">destrikhairunnaziya@gmail.com</a> )</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>Latar belakang: </strong>Pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan dalam perawatan gigi yang dapat memicu kecemasan tinggi pada pasien. Berdasarkan data awal pada 15 pasien yang akan mencabut gigi, sebanyak 9 orang mengalami penundaan tindakan akibat kecemasan terhadap rasa sakit, baik saat penyuntikan maupun pencabutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah sebelum tindakan ekstraksi gigi di Poli Gigi RSUD Kota Sabang.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini bersifat analitik dengan desain&nbsp;<em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang akan melakukan pencabutan gigi permanen di poli gigi RSUD Kota Sabang, dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang diambil menggunakan teknik&nbsp;<em>accidental sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 28 April–16 Mei 2025. Analisis data menggunakan uji <em>chi-square.</em></p> <p><strong>Hasi Penelitian: </strong>Dari 52 responden, didapatkan 8 (15,4%) pasien kategori tidak cemas, seluruhnya memiliki tekanan darah normal (100%). Kategori Cemas ringan 9 (17,3%) orang, 7 (77,8%) memiliki tekanan darah normal, dan 2 (22,2%) memiliki tekanan darah rendah. Kategori terbanyak adalah cemas sedang 23 (44,2%) orang, di mana 16 (69,6%) memiliki tekanan darah tinggi dan 7 (30,4%) memiliki tekanan darah normal. Kategori kecemasan panik 1 (100%) orang&nbsp; dengan tekanan darah tinggi.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Hasil uji<em> chi-square </em>diperoleh nilai p=0,001 (p&lt;0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan tekanan darah sebelum tindakan eskstraksi gigi. Saran agar tenaga kesehatan gigi meningkatkan komunikasi yang efektif untuk membantu pasien merasa lebih tenang sebelum menjalani tindakan.</p> <p><strong>Kata Kunci : Kecemasan, Ekstraksi Gigi, Tekanan Darah.</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Background</em></strong><em>: Tooth extraction is a dental procedure that can trigger high levels of anxiety in patients. Based on preliminary data from 15 patients undergoing tooth extraction, nine patients postponed the procedure due to anxiety about pain, both during injections and during the extraction itself. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and blood pressure before tooth extraction at the Dental Clinic of Sabang City Hospital.</em></p> <p><strong><em>Methods</em></strong><em>: This is an analytical study with a cross-sectional design. The population was all patients undergoing permanent tooth extraction at the Dental Clinic of Sabang City Hospital. A sample of 52 patients was selected using accidental sampling. Data collection was conducted from April 28–May 16, 2025. Data analysis used the chi-square test.</em></p> <p><strong><em>Results</em></strong><em>: Of the 52 respondents, 8 (15.4%) were categorized as not anxious, and all had normal blood pressure (100%). 9 (17.3%) individuals were categorized as mild anxiety 7 (77.8%) had normal blood pressure, and 2 (22.2%) had low blood pressure. The most common category was moderate anxiety, with 23 (44.2%) individuals experiencing anxiety, consisting of 16 (69.6%) patients with high blood pressure and seven (30.4%) patients with normal blood pressure. 1 (100%) patient experienced panic/phobia anxiety with high blood pressure.</em></p> <p><strong><em>Conclusion</em></strong><em>: The chi-square test showed a p-value of 0.001 (p&lt;0.05), indicating a significant relationship between anxiety levels and blood pressure before tooth extraction. Dental health professionals are advised to improve effective communication to help patients feel more comfortable before the procedure.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Anxiety, </em></strong><strong><em>Tooth</em></strong><strong><em> Extraction, Blood Pressure.</em></strong></p> Destri Khairun Naziya, Naziya ., Cut Ratna Keumala, Andriani Andriani, Nia Kurniawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3097 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Lapisan Hidroksiapatit Pada Titanium Implan Gigi Terhadap Osseointegrasi https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3777 <p><span class="s16">Latar Belakang: </span><span class="s17">Implan gigi berbahan titanium menjadi pilihan utama karena kekuatan mekanis, biokompatibilitas, serta ketahanan korosinya. Namun, proses osseointegrasi yang kurang optimal dan potensi reaksi inflamasi masih menjadi kendala. Lapisan hidroksiapatit (HA) digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan osseointegrasi karena bersifat osteokonduktif, memiliki koefisien ekspansi termal mirip tulang, serta mampu merangsang proliferasi osteoblas. </span></p> <p class="s18"><span class="s19">Tujuan: </span><span class="s20">Mengetahui pengaruh dari penggunaan lapisan hidroksiapatit pada permukaan implan gigi titanium terhadap osseointegrasi. </span></p> <p class="s22"><span class="s16">Metode: </span><span class="s21">Literature review </span><span class="s17">dilakukan menggunakan data </span><span class="s21">Google Scholar</span><span class="s17">, DOAJ, </span><span class="s21">Science Direct</span><span class="s17">, dan PubMed selama 15 tahun terakhir dihitung sejak tahun 2010 hingga 2025. Jurnal yang digunakan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian dilakukan analisis dan dirangkum untuk mendapatkan data </span><span class="s20">pengaruh dari penggunaan lapisan hidroksiapatit pada permukaan implan gigi titanium terhadap osseointegrasi.</span></p> <p class="s22"><span class="s16">Hasil: </span><span class="s20">Penelitian </span><span class="s23">literature review </span><span class="s20">ini</span> <span class="s20">berhasil</span> <span class="s20">menyintesis</span> <span class="s20">11</span><span class="s20">jurnal</span> <span class="s23">in</span> <span class="s23">vivo</span> <span class="s20">dengan</span> <span class="s20">hasil</span> <span class="s20">bias</span> <span class="s20">rendah</span> <span class="s20">pada</span> <span class="s20">jurnal</span> <span class="s20">tersebut.</span><span class="s20">Sebanyak</span> <span class="s20">9</span> <span class="s20">dari</span> <span class="s20">11</span> <span class="s20">jurnal menyatakan</span> <span class="s20">bahwa</span> <span class="s20">hidroksiapatit</span><span class="s20">pada</span> <span class="s20">titanium</span> <span class="s20">implan</span> <span class="s20">gigi</span> <span class="s20">mempengaruhi</span> <span class="s20">osseointegrasi.</span></p> <p class="s18"><span class="s16">Kesimpulan:</span> <span class="s20">Lapisan hidroksiapatit pada titanium implan gigi mempengaruhi hasil osseoinegrasi.</span></p> Brevy Risna Devinci, Sri Wahyuningsih Rais, Bambang Nuryadi, Billy Sujatmiko ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3777 Fri, 26 Jun 2026 07:15:26 +0000 DUKU (Lansium domesticum) STEM BARK GEL PROMOTES HEALING OF ORAL ULCERS IN WISTAR RATS: AN IN VIVO STUDY https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3799 <p><strong>Background: </strong>Oral ulcers are common and usually managed with topical medications; however, prolonged use of these medications may lead to various side effects. Duku (<em>Lansium domesticum</em>) stem bark contains flavonoids, saponins, alkaloids, and Triterpenes&nbsp;that may promote healing. This study investigated the impact of duku stem bark extract gel on the healing of oral ulcers in Wistar rats.</p> <p><strong>Methods: </strong>An experimental study was done with 25 wistar strain rats and were divided into 5 tested groups, namely negative control, positive control (0,1% triamcinolone acetonide), and the experimental group with three different concentrations (5%, 10%, and 20%) duku stem bark extracts gel. Oral ulcers were induced on the lower lip mucosa of rats. Extract gels were applied three times daily for 14 days. Diameter of ulcer was measured on day 0, 3, 5, 7, 9, 11, 13, and 14. Kruskal Wallis and Pairwise Comparison test were used to analyze the data.</p> <p><strong>Results: </strong>At day 13<sup>th</sup>, the 20% duku stem bark extract gel had significant lower ulcer diameters compared to another group (p &lt;0,05).</p> <p><strong>Conclusion: </strong>Duku (<em>Lansium domesticum</em>) stem bark extract gels could accelerate oral ulcer healing and could be used as an alternative natural topical drug for oral ulcer.</p> Siti Rusdiana Puspa Dewi, Pudji Handayani, Jessi Miranda, Shanty Chairani, Rahmatullah Irfani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3799 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENATALAKSANAAN ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PERIOPERATIF PADA KLIEN AN. R (3 TAHUN) DENGAN KASUS RANULA DI RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3723 <p>Background: The prevalence of residents in West Java Province who have had dental health problems in the past year for those aged ≥ 3 years has reached 48%. One oral health problem that can reduce quality of life is ranula. Ranula is a cyst of the floor of the mouth that occurs due to damage to the sublingual salivary gland duct or the submandibular duct. Ranula is usually not painful, the most common complaint expressed by clients is a feeling of fullness in the mouth and a raised tongue. The consequences of ranula are not met human needs, including not being free from disease risks and not being met the integrity of skin tissue and mucous membranes in the neck and head. In addition, there is also not being free from pain in the neck and head.<br>Objective: To determine the management of perioperative dental and oral health care for client An. R (3 years old) with a case of ranula at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung.<br>Methods: The management of dental and oral health care includes the stages of assessment, perioperative diagnosis, perioperative planning, perioperative implementation, perioperative evaluation and documentation.,<br>Results: The eight basic needs of the client were fulfilled after perioperative dental and oral health care was carried out on client An. R (3 years old) with a ranula case.<br>Conclusion: The assessment revealed swelling under the tongue (ranula), irritation on the upper tongue, caries on tooth 61, and a plaque score of 25%. Seven basic needs were unmet. The procedures included removal of the ranula using marsupialization under general anesthesia and placement of a composite resin filling on tooth 61, education on anxiety reduction, the causes of ranula and its treatment, and the causes of caries. Oral physiotherapy training on modified bass toothbrushing techniques was also provided.<br><br></p> Tri Agustina, Megananda Hiranya Putri, Nining Ningrum, Irwan Supriyanto, Melita Sylvyana ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3723 Fri, 26 Jun 2026 07:17:55 +0000 HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL DEMOGRAFI DENGAN MASALAH KESEHATAN GIGI DAN MULUT SERTA PERILAKU MENYIKAT GIGI PADA PENDUDUK INDONESIA USIA ≥ 15 TAHUN: ANALISIS DATA SURVEI KESEHATAN INDONESIA (SKI) TAHUN 2023 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3809 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Penyakit gigi dan mulut merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan beban global yang tinggi dan dipengaruhi determinan sosial demografi, namun bukti berbasis survei nasional Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik sosial demografi dengan masalah kesehatan gigi dan mulut serta perilaku menyikat gigi yang benar pada penduduk Indonesia usia ≥15 tahun.</p> <p><strong>Metode:</strong> Studi analitik <em>cross-sectional</em> menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Pusdatin Kemenkes RI dengan sampel 638.178 responden. Variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan tempat tinggal. Variabel dependen adalah masalah kesehatan gigi dan mulut serta perilaku menyikat gigi yang benar. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (<em>Chi-Square</em>), dan multivariat (regresi logistik biner), dengan kemaknaan statistik p&lt;0,05.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Sebanyak 41,5% responden mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut dan hanya 4,0% menyikat gigi dengan benar. Seluruh variabel independen berhubungan bermakna dengan kedua variabel dependen (p&lt;0,001). Umur merupakan determinan terkuat masalah gigi; kelompok remaja–dewasa muda memiliki peluang 65% lebih rendah dibandingkan lansia (AOR=0,350; 95%CI=0,344–0,357). Pendidikan merupakan determinan terkuat perilaku menyikat gigi; kelompok berpendidikan rendah memiliki peluang 52,6% lebih rendah dibandingkan berpendidikan tinggi (AOR=0,474; 95%CI=0,454–0,496).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Karakteristik sosial demografi berhubungan bermakna dengan masalah kesehatan gigi dan mulut serta perilaku menyikat gigi yang benar, dengan umur dan pendidikan sebagai determinan utama, sehingga program promosi kesehatan gigi perlu memprioritaskan kelompok lansia dan berpendidikan rendah.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Kesehatan gigi dan mulut, menyikat gigi, sosial demografi, Survei Kesehatan Indonesia, determinan kesehatan</p> Firdy Rama, Putu Gyzca Pradypta, Didik Marsigid ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3809 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA PERMEN JELI KOPI ARABIKA SEMENDO https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3812 <p>Latar belakang: Radikal bebas merupakan fragmen molekul yang memiliki elektron tidak berpasangan sehingga tidak stabil, sangat reaktif dan berumur pendek. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dapat memicu stres oksidatif yang berpotensi merusak sel serta jaringan dan berhubungan dengan penyakit rongga mulut seperti periodontitis. Kopi arabika Semendo memiliki kandungan senyawa antioksidan seperti tanin, polifenol, dan flavonoid. Ekstrak kopi arabika Semendo dilaporkan mempunyai aktivitas antioksidan, sehingga dilakukan pengembangan dalam bentuk permen jeli dalam penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada permen jeli kopi arabika Semendo. Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris secara in vitro. Metode DPPH digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan permen jeli kopi arabika Semendo, dan terdapat dua kelompok sampel yaitu permen jeli kopi arabika Semendo dan permen jeli tanpa kopi arabika Semendo. Aktivitas antioksidan permen jeli kemudian diukur dengan menghitung nilai absorbansi untuk mendapatkan nilai persen inhibisi sampel menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Uji parametrik T-test tidak berpasangan digunakan untuk menganalisis hasil nilai absorbansi larutan dan perbedaan signifikansi antarkelompok uji. Hasil: Permen jeli kopi arabika Semendo memiliki aktivitas antioksidan secara signifikan dibandingkan dengan permen jeli tanpa kopi arabika Semendo (p&lt;0,05).Kesimpulan: Permen jeli kopi arabika Semendo memiliki aktivitas antioksidan.<br><br></p> Tri Wahyuni, Shanty Chairani, Desi Fitriani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3812 Fri, 26 Jun 2026 07:20:42 +0000 Dental ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA KLIEN X DENGAN KASUS TEMPOROMANDIBULAR DISORDER DI RSHS BANDUNG https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3736 <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Latar Belakang:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Kelainan pada sendi temporomandibular bisa mengenai sendi dan otot-otot yang berada disekitarnya. Sebagian besar penyebab besar kelainan sendi temporomandibular adalah gabungan dari ketegangan otot dan kelainan anatomis pada sendi, kadang disertai faktor psikologis. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Metode:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Penelitian kasus studi dilakukan di RSHS Bandung pada klien X dengan kasus Temporomandibular Disorder. Pengumpulan data menggunakan pendekatan pembunuhan berdasarkan delapan kebutuhan dasar manusia menurut Darby dan Walsh (2015), meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hasil:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Ditemukan lima kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi: bebas dari rasa nyeri kepala dan leher, kondisi biologis dan fungsi gigi geligi yang baik, bebas dari rasa takut dan stres, konseptualisasi dan pemecahan masalah, serta tanggung jawab terhadap kesehatan gigi dan mulut. Intervensi dilakukan melalui edukasi langsung kepada klien mengenai penyebab terjadinya gangguan pada persendian rahang bawah, sebab akibat impaksi, teknik menyikat gigi yang optimal, serta makanan tinggi kalori tinggi protein, pemeriksaan plak menggunakan Hygiene Indeks. Hasil intervensi menunjukkan berkurangnya rasa nyeri pada persendian rahang yang telah dioperasi, gigi impaksi yang telah dicabut, skor plak kontrol yang sudah 0% dengan teknik menyikat gigi yang optimal, penyembuhan yang baik dengan mengikuti anjuran makan-makanan tinggi kalori tinggi protein. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kesimpulan:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Faktor penentu keberhasilan adalah pemahaman dan kepatuhan klien untuk tidak mengulangi kebiasaan buruk yang sering dilakukan, meskipun jarak jauh menjadi hambatan akses perawatan.</span></span></p> resky ayu hasfitha, Neneng Nurjanah, Devy Octaviana, Nining Ningrum, Eka Marwansyah Oli’i ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3736 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 Peran Orang Tua dalam Perawatan Kesehatan Gigi pada Anak Down Syndrome Usia 4 - 6 Tahun https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3850 <p><strong>Background:</strong> Children with Down Syndrome have limitations in motor and cognitive abilities, requiring parental involvement in dental health care.</p> <p><strong>Objective:</strong> This study aims to determine the role of parents in dental health care for children with Down Syndrome aged 4–6 years.</p> <p><strong>Methods:</strong> This study used a qualitative method with a case study approach to explore the role of parents in dental health care for children with Down Syndrome aged 4–6 years. Data collection was conducted through interviews and observations.</p> <p><strong>Results:</strong> The results of this study indicate that dental health care for children aged 4–6 years is significantly influenced by the role of parents, parenting styles, family functions, and the Health Belief Model.</p> <p><strong>Conclusion:</strong> The conclusion of this study is that dental health care for children with Down Syndrome is inseparable from the role of parents, parenting styles such as democratic and permissive, family functions such as religious, sociocultural, love, socialization, and education, and the Health Belief Model, including perceived susceptibility and perceived barriers.</p> Isnaini fatwa yanti, Reni Pawestuti Ambari Sumanto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3850 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN CANGKANG KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS DAN PORPHYROMONAS GINGIVALIS https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3836 <p>&nbsp;</p> <p>Streptococcus mutans and Porphyromonas gingivalis are major pathogenic bacteria involved in dental and periodontal diseases, such as caries and periodontitis. Chitosan derived from mangrove crab shells (Scylla serrata) is a natural biopolymer with potential antibacterial activity. This study aimed to evaluate the antibacterial effect of chitosan against Streptococcus mutans and Porphyromonas gingivalis based on inhibition zone diameters at concentrations of 0.25%, 0.5%, and 1%. An in vitro disk diffusion method was applied using 0.2% chlorhexidine as a positive control and distilled water as a negative control. The results showed that chitosan produced inhibition zones against both bacteria, with diameters increasing along with the concentration. The largest inhibition zone was observed at 1%, while smaller zones were formed at 0.25% and 0.5%. In conclusion, chitosan from mangrove crab shells exhibits antibacterial activity against Streptococcus mutans and Porphyromonas gingivalis, although its inhibitory effect remains lower than the positive control.</p> <p>&nbsp;</p> Mellani Cindera Negara, Sulistiawati ., Shafa Al-Afifah Silparensi, Muhammad Rizki Ramadhan, Trisnawaty Trisnawaty, Listia Eka Merdekawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3836 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENGUKURAN FAKTOR RISIKO KARIES TERHADAP MAHASISWA BARU KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA MENGGUNAKAN CAMBRA https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3709 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pencegahan karies gigi terdiri dari pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Mengetahui tingkat risiko karies merupakan pencegahan primer salah satunya dengan menggunakan <em>CAMBRA</em> bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kejadian karies pada mahasiswa baru Kedokteran Universitas Sriwijaya menggunakan form <em>CAMBRA.</em></p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 84 responden yang ditentukan berdasarkan perhitungan besar sampel dan memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui <em>screening </em>menggunakan <em>Google Form</em>, pengisian kuesioner <em>CAMBRA</em>, serta pemeriksaan klinis rongga mulut pada responden.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat karies pada mahasiswa baru Kedokteran Universitas Sriwijaya sebanyak 6 responden rendah (7.1%), 20 responden sedang (22.3%), 51 responden tinggi (60.7%), dan 7 responden ekstrim (8.3%).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Tingkat risiko karies pada mahasiswa baru Kedokteran Universitas Sriwijaya berada dalam kategori tinggi (60.7%).</p> Muhammad Habib Abdurrahman, Merryca Bellinda, Danica Anastasia, Billy Sujatmiko ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3709 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PENDERITA DIABETES MELLITUS https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3879 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah serius, data Global menunjukkan jumlah penderita DM mencapai 366 juta orang pada tahun 2011 dan diperkirakan meningkat menjadi 552 juta orang pada tahun 2030. Salah satu komplikasi DM di bidang kedokteran gigi adalah <em>Oral Diabetic </em>meliputi mulut kering, gusi mudah berdarah, kalkulus, resorbsi tulang alveolar, dan periodontitis. Media Booklet adalah buku dalam bentuk yang lebih tipis, isi booklet ringkas dan langsung berisi pokok bahasan. Booklet ini berisi tentang pengertian Diabetes Mellitus, pencegahan dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut bagi orang penderita DM, sehingga penderita mampu menolong dirinya sendiri ataupun mengurangi keluhan yang ada di rongga mulutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian booklet dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap pada penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Cimahi.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiman dengan rancangan pre and post grup. Besar sampel pada penelitian ini sebesar 72 dengan masing-masing kelompok terdiri dari 36 responden. Uji statistik menggunakan uji Saphiro Wilk, uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney U.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil statistik menunjukan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap yang signifikan dengan nilai p=0,000 (p&lt;0,05) pemberian booklet pada kelompok intervensi dan pemberian leaflet pada kelompok kontrol.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Hasil penelitian menunjukkan pemberian booklet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahun dan sikap tentang kebersihan gigi dan mulut pada penderita Diabetes Mellitus.</p> Hera Nurnaningsih, Neneng Nurjanah, Tri Widyastuti, Tita Kartika Dewi, Anita Roslinawati, Muhammad Althof Att-Thorf ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3879 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000 Optimalisasi UKGS melalui Dental Chair Portable terhadap Kenyamanan Pasien Anak https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3883 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pelayanan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah dasar. Pelaksanaan UKGS di lapangan masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, terutama ketersediaan kursi pemeriksaan yang memadai. Penggunaan kursi sekolah konvensional selama pemeriksaan gigi sering menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien anak maupun operator. Inovasi <em>dental chair portable</em> dikembangkan sebagai solusi untuk meningkatkan kenyamanan pasien selama pelayanan UKGS.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan eksperimen sederhana melalui perbandingan penggunaan kursi sekolah konvensional dan <em>dental chair portable</em> pada kegiatan UKGS. Sampel penelitian adalah siswa sekolah dasar yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut di Kota Banjarbaru. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kenyamanan pasien anak. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Uji normalitas menunjukkan nilai <em>p-value</em> 0,000 sehingga data berdistribusi tidak normal. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai <em>p-value</em> 0,000 (&lt;0,05). Rerata kenyamanan pasien pada kursi sekolah konvensional sebesar 10,33±0,547, sedangkan pada <em>dental chair portable</em> sebesar 19,97±0,183 dengan delta 9,64. Seluruh responden anak menyatakan <em>dental chair portable</em> lebih nyaman dibandingkan kursi sekolah konvensional.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> <em>Dental chair portable</em> terbukti lebih efektif meningkatkan kenyamanan pasien anak dibandingkan kursi sekolah konvensional pada pelayanan UKGS.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Dental chair portable, UKGS, kenyamanan pasien, anak sekolah</p> Rahmaisynta Putri Rindharso, Listrianah ., Edy Kusasi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3883 Fri, 26 Jun 2026 07:30:17 +0000 DAMPAK FUNGSIONAL PENYAKIT PULPA TERHADAP AKTIVITAS HARIAN DAN KUALITAS HIDUP TERKAIT KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA ASRAMA https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3903 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Penyakit pulpa dapat memengaruhi kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut (<em>oral health-related quality of life/OHRQoL</em>), terutama melalui gangguan fungsi harian. Namun, dampak fungsional penyakit pulpa pada remaja asrama masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fungsional penyakit pulpa terhadap aktivitas harian pada remaja asrama berdasarkan domain gangguan makan, gangguan istirahat dan tidur, serta gangguan bicara.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian observasional analitik dengan desain&nbsp;<em>cross-sectional</em>&nbsp;dilakukan pada 112 siswa asrama di&nbsp;SMA Negeri 5 Gowa. Sampel dipilih menggunakan&nbsp;<em>purposive sampling</em>&nbsp;dan dibagi menjadi kelompok pulpitis ireversibel (n=50) dan nekrosis pulpa (n=62). Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan tes vitalitas pulpa menggunakan tes termal dingin sesuai panduan&nbsp;American Association of Endodontists. Penilaian dampak fungsional dilakukan menggunakan domain terpilih dari&nbsp;<em>Oral Health-related Endodontic Patient’s Quality of Life Scale</em>&nbsp;(OHQE). Analisis statistik menggunakan uji Mann–Whitney dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Seluruh domain menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok pulpitis ireversibel dan nekrosis pulpa. Kelompok pulpitis ireversibel memiliki skor lebih tinggi pada gangguan makan (7,82±2,76 vs 4,63±1,45; p&lt;0,001), gangguan istirahat dan tidur (6,66±2,62 vs 3,92±1,03; p&lt;0,001), serta gangguan bicara (4,58±2,10 vs 2,71±0,91; p&lt;0,001). Reliabilitas instrumen menunjukkan nilai Cronbach’s alpha yang baik hingga sangat baik (0,809–0,898).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Pulpitis ireversibel memberikan dampak fungsional harian yang lebih besar dibandingkan dengan nekrosis pulpa pada remaja asrama. Temuan ini mendukung konsep&nbsp;<em>silent endodontic burden</em>&nbsp;pada penyakit endodontik.</p> Fadil Abdillah Arifin, Sarahin Aslan, Risnayanti Anas, Yongki Hadinata Wijaya ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3903 Fri, 26 Jun 2026 07:31:08 +0000 KORELASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI ANAK TUNANETRA PASCA EDUKASI MENGGUNAKAN ADA'S TOOTHBRUSH https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3909 <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Latar Belakang:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Anak tunanetra memiliki keterbatasan dalam memperoleh informasi kesehatan gigi dan mulut melalui media visual sehingga memerlukan metode edukasi yang sesuai dengan karakteristik mereka. Penelitian ini menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ada's Toothbrush</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sebagai media edukasi yang dikembangkan untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada anak tunanetra, bertujuan untuk menganalisis korelasi antara perubahan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi anak tunanetra pasca pendidikan.</span></span></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Metode:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Merancang rancangan pra-eksperimental </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">one group pretest-posttest</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , penelitian ini melibatkan 30 anak tunanetra yang dipilih melalui teknik </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">total sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut menggunakan media </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ada's Toothbrush</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , sedangkan pengukuran pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Data selanjutnya dianalisis menggunakan uji Spearman pada tingkat signifikansi 5%. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hasil:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Berdasarkan hasil uji </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Spearman's rho</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,282 dengan nilai </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sebesar 0,131 (p&gt;0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah antara perubahan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi. Namun, hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan tidak dapat diinterpretasikan sebagai faktor yang berhubungan secara bermakna dengan peningkatan keterampilan menyikat gigi.</span></span></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kesimpulan:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Terdapat hubungan positif dengan kekuatan lemah antara perubahan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi anak tunanetra pasca pendidikan menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sikat Gigi Ada,</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> namun hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik.</span></span></p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata kunci:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Pengetahuan, keterampilan menyikat gigi, anak tunanetra, edukasi kesehatan gigi, </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Sikat Gigi Ada.</span></span></em></p> Evi Adawiyyah, Muslimin A, A. Agum Aripratama Arsunan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3909 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN WEBSITE EDUKASI PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT UNTUK ORANG TUA/PENGASUH ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL DI SLB-C KARYA IBU https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3910 <p><strong>Latar belakang: </strong>Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak disabilitas intelektual memerlukan perhatian khusus dari orang tua atau pengasuh karena keterbatasan kemampuan anak dalam menjaga kebersihan gigi secara mandiri. Kurangnya media edukasi yang sesuai menyebabkan pemahaman orang tua/pengasuh masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang mudah diakses, menarik, dan sesuai dengan karakteristik sasaran.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Mengembangkan website edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut untuk orang tua/pengasuh anak disabilitas intelektual di SLB-C.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 7 validator (ahli materi dan ahli media) serta 42 responden orang tua/pengasuh. Data diperoleh melalui lembar validasi dan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif dan uji statistik paired sample t-test.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil validasi menunjukkan bahwa media website berada pada kategori sangat valid, dengan nilai ahli media sebesar 95%, ahli materi kesehatan gigi dan mulut sebesar 88,7%, dan ahli materi disabilitas intelektual sebesar 87%. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan pengetahuan, dimana nilai rata-rata pre-test sebesar 50,95 meningkat menjadi 87,62 pada post-test dengan selisih sebesar 36,67.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Website edukasi yang dikembangkan layak digunakan sebagai media edukasi bagi orang tua atau pengasuh anak disabilitas intelektual dan berpotensi meningkatkan pengetahuan dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.</p> Dhandi Wijaya, Popyta Wulandari, Sri Wahyuni, Abu Hamid ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3910 Tue, 30 Jun 2026 07:28:31 +0000 PERSEPSI LANSIA TENTANG GIGI TIRUAN DENGAN MINAT PENGGUNAANNYA https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3854 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Persepsi dan minat lansia memiliki peran penting dalam menentukan keputusan penggunaan gigi tiruan. Rehabilitasi kehilangan gigi dapat dilakukan dengan pembuatan gigi tiruan, namun angka penggunaannya pada lansia di Indonesia masih rendah yaitu sebanyak 19% masyarakat Indonesia mengalami kehilangan gigi, tetapi yang menggunakan gigi tiruan hanya sebanyak 1,4%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan persepsi lansia tentang gigi tiruan dan minat penggunaannya</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan <em>desain cross- sectional</em>. Teknik pengambilan sampel 54 responden dalam penelitian ini menggunakan teknik <em>simple random sampling</em> dan menggunakan rumus <em>Slovin </em>. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kusioner persepsi dan minat dengan <em>skala likert</em>. Teknik analisis data menggunakan Uji Korelasi <em>Spearman</em> dengan tingkat signifikansi α = 0,05.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa ρ value (0,000) dan nilai α (0,05), di mana nilai ρ value (0,000) &lt; α (0,05). Nilai rata-rata (mean) persepsi adalah 1,31 ± SD 0,469, sedangkan rata-rata minat adalah 1,70 ± SD 0,743. Standar deviasi ini menunjukkan tingkat penyebaran data dari rata-rata, dimana nilai SD yang lebih kecil menandakan data lebih seragam, sedangkan nilai SD yang lebih besar menunjukkan data lebih bervariasi.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan antara persepsi lansia tentang gigi tiruan dengan minat penggunaannya di RT.02 RW.06 Gayungan Surabaya.</p> <p>&nbsp;</p> Moh. Rojil Ghufron, Agus Marjianto, Silvia rasetyowati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jkgm/article/view/3854 Wed, 01 Jul 2026 06:29:19 +0000