Journal of Medical Laboratory and Science
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jmls
<p>Journal of Medical Laboratory and Science dengan <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220330071609256">e-ISSN 2829-1158</a>; yang memuat hasil penelitian, studi pustaka, artikel maupun tulisan lain terkait bidang kesehatan khususnya bidang teknologi laboratorium medik yang meliputi Parasitologi, Immunoserologi, Virologi, Bakteriologi, Kimia Klinik, Toksikologi, Hematologi, Analisa Makanan dan Minuman, teknologi pendidikan bidang laboratorium, manajemen laboratorium serta disiplin ilmu yang terkait lainnya. Jurnal ini merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang yang dikelola Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Palembang. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan sekali (April dan Oktober).</p> <p><input id="ext" type="hidden" value="1"><input id="ext" type="hidden" value="1"><input id="ext" type="hidden" value="1"></p> <p><input id="ext" type="hidden" value="1"><input id="ext" type="hidden" value="1"><input id="ext" type="hidden" value="1"></p>Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembangen-USJournal of Medical Laboratory and Science2829-1158<div class="pkp_structure_content container"> <div id="main-content" class="page page_submissions"> <div class="copyright-notice"> <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <ol> <li class="show">Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/" target="_new">Creative Commons Attribution License</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li> <li class="show">Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work</li> </ol> </div> </div> <aside id="sidebar" class="pkp_structure_sidebar left col-xs-12 col-sm-2 col-md-4" role="complementary" aria-label="Sidebar"> <div id="customblock-Menu" class="pkp_block block_custom"> </div> </aside> </div> <footer class="footer" role="contentinfo"> <div class="container"> </div> </footer>PERBEDAAN KADAR BILIRUBIN TOTAL PADA BAYI BARU LAHIR YANG DIPERIKSA SECARA LANGSUNG DAN DITUNDA
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jmls/article/view/3583
<p><strong>Latar Belakang: </strong>Pemeriksaan kadar bilirubin total pada bayi baru lahir merupakan prosedur penting dalam penegakan diagnosis hiperbilirubinemia neonatal. Stabilitas bilirubin dalam sampel darah sangat dipengaruhi oleh faktor pra-analitik, termasuk waktu antara pengambilan dan pemeriksaan sampel. Bilirubin, khususnya bentuk tidak terkonjugasi yang dominan pada neonatus, dikenal labil terhadap paparan cahaya dan suhu, sehingga penundaan pemeriksaan dapat menyebabkan perubahan kadar yang signifikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai kadar bilirubin total pada bayi baru lahir yang diperiksa secara langsung dan ditunda selama 3 jam. <strong>Metode Penelitian</strong> : yaitu <em>Experimental Laboratory. </em>Penelitian dilakukan di laboratorium RSIA Dwi Sari Lubuk Linggau pada bulan April-Mei 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 33. <strong>Hasil Penelitian</strong> : pemeriksaan kadar bilirubin nilai rata-rata yang didapatkan pada sampel diperiksa langsung yaitu 22,20 mg/dl dan yang ditunda selama 3 jam 20,39 mg/dl dengan selisih persentase 4 %. Hasil uji <em>Wilcoxon</em> didapatkan nilai <em>p </em>= 0,000. <strong>Kesimpulan</strong> : dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pada pemeriksaan kadar bilirubin total pada bayi baru lahir yang diperiksa secara langsung dan ditunda selama 3 jam di RSIA Dwi Sari Lubuk linggau. <strong>Kata kunci: : </strong>Bayi Baru lahir, Bilirubin Total, Neonatal, Penundaan Pemeriksaan</p>Ribka VinnestaBastian BastianNurhidayanti Nurhidayanti
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-302026-04-306111010.36086/medlabscience.v6i1.3583UJI BEDA KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI PENGGANTI PEWARNA MALACHITE GREEN PADA PEMERIKSAAN TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) METODE KATO KATZ
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jmls/article/view/3863
<p><strong>Latar Belakang</strong> : Penyebab infeksi cacing yang paling umum adalah cacing STH. Metode Kato Katz merupakan pemeriksaan Gold Standar pada infeksi STH. Dalam metode Kato Katz, terdapat penggunaan pewarna sintesis yaitu Malachite Green yang bersifat toksik. Diperlukan senyawa pewarna dari bahan alami yang dapat digunakan sebagai alternatif.<strong> Tujuan Penelitian</strong> : Untuk mengetahui apakah ekstrak kulit buah naga (<em>Hylocereus polyrhizus</em>) dapat dijadikan sebagai pengganti pewarna Malachite Green dalam pemeriksaan telur STH metode Kato Katz. <strong>Metode Penelitian</strong> : Jenis penelitian yang dipakai adalah eksperimental. Pengambilan sampel dengan kriteria feses positif telur STH. Penelitian dilakukan terhadap 16 sampel dengan dua kelompok perlakuan yaitu dengan pewarna Malachite Green dan pewarna ekstrak kulit buah naga. Preparat diperiksa di bawah mikroskop untuk dihitung jumlah telur STH. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon<em>. </em><strong>Hasil Penelitian</strong> : Ditemukan 13 preparat (81.3%) ekstrak kulit buah naga dengan kualitas mikroskopis kategori baik. Ditemukan 9 sampel (56.3%) dengan intensitas infeksi ringan, dan 7 sampel (43.8%) infeksi sedang dari kelompok Malachite Green dan ekstrak kulit buah naga. Hasil uji statistik diketahui p value = 0.985 > α (0.05). <strong>Kesimpulan</strong> : Tidak ada perbedaan signifikan terhadap hasil jumlah telur STH dan kualitas mikroskopis yang ditemukan dengan pewarna Malachite Green dan ekstrak kulit buah naga.</p>Erwin EdyansyahYusneli YusneliAsrori AsroriNurhayati NurhayatiAbdul MutholibHandayani Handayani
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-302026-04-3061111710.36086/medlabscience.v6i1.3863HUBUNGAN JUMLAH INFEKSI OPORTUNISTIK BERDASARKAN NILAI CD4 PASIEN HIV/AIDS
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jmls/article/view/3916
<p><strong>Latar Belakang: </strong>Penyakit HIV disebabkan oleh virus yang menyerang kekebalan tubuh yaitu limfosit T CD4+ sehingga terjadi penurunan pertahanan tubuh, dan beresiko terinfeksi penyakit oportunistik. Tujuan : mengetahui hubungan infeksi oportunistik dinilai berdasarkan CD4 pasien tersebut. Metode :Menggunakan desain Cross sectional dengan sampel sebanayk 54 orang, dengan Teknik sampling purposive sampling, dan analisis data menggunakan <em>Chi square</em>. Hasil : Infeksi oportunistik >1 dengan CD4 CD4 ≤ 200 sel/μl didapatkan 22 orang, dan CD4 ≥ 200 sel/ μl didapatlkan 1 orang. Pasien HIV/AIDS yang ditemukan 1 infeksi oportunistik dengan CD4 ≤ 200 sel/μl sebanyak 36 orang, dan CD4 CD4 ≥ 200 sel/ μl ditemukan 18 orang. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara infeksi oportunistik dengan CD4 setelah dilakukan analisis menggunakan <em>Chi Sqaure </em>dengan p-value : 0,000</p> <p> </p>Dewi HandayaniIis AfriayaniSri Sulpha SiregarHerry HermansyahErisa Febriyani
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-302026-04-3061182210.36086/medlabscience.v6i1.3916HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMERULUS DAN MIKROALBUMIN URINE
https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/jmls/article/view/3942
<p>awal, namun hubungan tersebut belum banyak dibuktikan pada populasi laboratorium di Indonesia. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis hubungan kadar HbA1c dengan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) dan kadar mikroalbumin urine. <strong>Metode:</strong> Penelitian analitik dengan desain potong lintang pada 40 subjek yang menjalani pemeriksaan HbA1c, kreatinin serum, dan mikroalbumin urine. Nilai eGFR dihitung menggunakan persamaan CKD-EPI 2021. Analisis statistik meliputi korelasi Spearman, korelasi parsial, uji Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, uji eksak Fisher, regresi linear berganda, regresi logistik, dan analisis kurva ROC. <strong>Hasil:</strong> Rerata usia subjek 54,77 ± 12,96 tahun dengan 55,0% perempuan. Median HbA1c sebesar 6,20% (IQR 5,51–8,47), rerata eGFR 89,25 ± 19,89 mL/menit/1,73 m², dan median mikroalbumin urine 30,24 mg/dL (IQR 16,12–73,70). Albuminuria ditemukan pada 70,0% subjek, lebih tinggi dibandingkan peningkatan kreatinin serum (37,5%). HbA1c tidak menunjukkan korelasi bermakna dengan eGFR (ρ = +0,044; p = 0,789) maupun mikroalbumin urine (ρ = +0,048; p = 0,769), dengan kemampuan diskriminasi yang rendah (AUC 0,525 dan 0,522). Setelah penyesuaian usia dan jenis kelamin, HbA1c berhubungan positif dengan eGFR (b = +3,64; p = 0,005) dan negatif dengan kreatinin serum (b = −0,058; p = 0,002). Penurunan eGFR dipengaruhi oleh usia ≥60 tahun dan jenis kelamin laki-laki. <strong>Kesimpulan:</strong> HbA1c tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal penurunan fungsi ginjal tahap awal. Pemeriksaan albuminuria bersama eGFR tetap diperlukan untuk mendeteksi kerusakan ginjal dini.</p> <p><strong> </strong></p>Meiliza IndrianiBastian BastianJuwy TrianesNur Asini
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-302026-04-3061233810.36086/medlabscience.v6i1.3942