JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP <p><strong>JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) </strong>was&nbsp;a journal published by the Health Polytechnic of the Palembang Ministry of Health, first published in 2007&nbsp;&nbsp;(ISSN:0126-107X) in printed form.&nbsp;Furthermore, JPP (Palembang Poltekkes Health Journal) was published in a printed version&nbsp;(p-ISSN: 2579-5325)&nbsp;and electronics 2018 (<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1535444965">e-ISSN:2654-3427</a>). The focus of JPP's scientific fields are: Nursing, Midwifery, Dental Health, Pharmacy, Environmental Health, Nutrition, Public Health, and Health Analysts, was published in June and December.</p> <p><strong>JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)</strong>&nbsp; was accredited Sinta 4 in Mei 2023.</p> Poltekkes Kemenkes Palembang en-US JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) 2579-5325 <p>Copy Right dipegang oleh pengelola jurnal</p> Hubungan Mutu Pelayanan Hemodialisis dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Instalasi Hemodialisis Rumah Sakit Tingkat III Kota Jambi https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3901 <p>&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><em>Chronic kidney disease (CKD) is one of the main contributors to the highest mortality and suffering rates in the 21st century. Based on global data in 2022, chronic kidney disease (CKD) affects more than 10% of the world's population, with an estimated 843 million people affected. Research results from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) data, the prevalence of chronic kidney failure (CKD) in Indonesia is 0.22% of the total population, an estimated 638,178 people suffer from CKD throughout Indonesia. Jambi Province has 0.15% of the population suffering from chronic kidney failure. Based on data on hemodialysis patient visits at Dr. Bratanata Class III Hospital, there is an increase in the number of visits from year to year. This study aims to analyze the relationship between the quality of hemodialysis services and patient satisfaction levels in the Hemodialysis Installation of Dr. Bratanata Class III Hospital. A total sampling technique was used to conduct the study in 2026, involving 86 patients with chronic kidney disease (CKD) undergoing hemodialysis treatment at the outpatient hemodialysis unit. Data were analyzed using the chi-square test and logistic regression. The study found a relationship between the dimensions of "Tengibels," "Reliability," "Responsiveness," and "Empathy" with patient satisfaction at the Hemodialysis Unit III of Dr. Bratanata Jambi Hospital, with p-values ​​of 0.004, 0.012, 0.008, and 0.001, respectively. The most dominant factor associated with patient satisfaction at the Hemodialysis Unit III of Dr. Bratanata Jambi Hospital was the "Empathy" dimension (P-value = 0.108). Hospital management is expected to continuously improve service quality across all aspects of the "Tenibels," "Reliability," "Responsiveness," "Assurance," and "Empathy" dimensions.</em></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> Dianita Indriani Dwi Noerjoedianto Willia Novita Eka Rini Ummi Kalsum Asparian Asparian Fairuz Quzwain ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 1 9 10.36086/jpp.v21i1.3901 Pengaruh Metode Ekstraksi Maserasi Dan Refluks Terhadap Parameter Standardisasi Mutu Ekstrak Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3852 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Daun kelengkeng (<em>Dimocarpus longan</em> L.) telah teridentifikasi sebagai salah satu tanaman yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam pengembangan obat tradisional. Proses ekstraksi yang dilakukan secara terstandar berperan penting dalam menghasilkan ekstrak yang berkualitas. Untuk memastikan mutu ekstrak yang diperoleh, peneliti melakukan pengujian terhadap parameter standardisasi, baik spesifik maupun non spesifik, pada ekstrak etanol daun kelengkeng (<em>Dimocarpus longan</em> L.) yang diperoleh melalui metode maserasi dan refluks. Upaya ini bertujuan untuk menghasilkan ekstrak yang memenuhi kriteria mutu yang ditetapkan.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan analisis secara deskriptif, yaitu pengujian pengaruh metode ekstraksi maserasi dan refluks terhadap standardisasi mutu ekstrak daun kelengkeng <em>(Dimocarpus longan </em>L<em>.). </em>Pengujian mutu meliputi pengujian parameter spesifik dan non spesifik.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Pada pengujian parameter mutu ekstrak maserasi daun kelengkeng kadar sari larut air 16,54%, kadar sari larut etanol 24,87%, bobot jenis 1,0075 g, kadar air 35,06%, kadar abu total 96,33%, kadar cemaran mikroba 370/gram, dan cemaran logam Pb 0,0969 mg/kg. Pada ekstrak refluks daun kelengkeng kadar sari larut air 19,06%, kadar sari larut etanol 35,31%, bobot jenis 1,0109 g, kadar air 24,24%, kadar abu total 95,53%, kadar cemaran mikroba 0/gram, dan cemaran logam Pb 0,0868 mg/kg.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa mutu ekstrak refluks daun kelengkeng (<em>Dimocarpus longan </em>L.) lebih baik dibandingkan ekstrak maserasi daun kelengkeng (<em>Dimocarpus longan </em>L.).</p> Sara Ayu Wulandari Muhamad Taswin Minda Warnis ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3852 Efektivitas Ekstrak Rumput Palmarosa (Cymbopogon martinii) terhadap Larva Aedes aegypti https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3873 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Infeksi dengue masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia sepanjang tahun, sementara penggunaan insektisida sintetik menimbulkan resistensi dan dampak lingkungan; penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak daun rumput palmarosa (<em>Cymbopogon martinii</em>) sebagai biolarvasida terhadap larva <em>Aedes aegypti</em>.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian eksperimental laboratorium dengan desain <em>post-test only control group </em>diujikan pada larva <em>Ae. aegypti</em> instar III. Ekstrak daun <em>C. martinii</em> diperoleh melalui maserasi etanol 96% dan diuji pada lima dosis dengan kontrol negatif. Setiap perlakuan dilakukan dalam lima replikasi dengan 20 larva per kelompok. Mortalitas diamati setelah 24 jam dan dianalisis menggunakan uji ANOVA serta analisis probit untuk menentukan LC50, LC90, dan LC99.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Terjadi peningkatan mortalitas larva seiring peningkatan dosis ekstrak, dengan mortalitas 50% pada 1000 ppm dan 100% pada 7000 ppm. Analisis probit menunjukkan nilai LC50 sebesar 986,136 ppm, LC90 sebesar 2601,283 ppm, dan LC99 sebesar 5736,091 ppm. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan dosis-respons yang signifikan terhadap kematian larva.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Ekstrak etanol daun rumput palmarosa efektif sebagai biolarvasida terhadap larva <em>Aedes aegypti</em> dengan peningkatan mortalitas seiring kenaikan dosis.</p> Hebert Adrianto Gede Rio Ferdinand Chelsea Cheryl Candra Prastya Marga Trisnaning Panggaluh Moh. Rafli Tri Kusmanjaya Xandra Christensen Tjia Antonius Yansen Suryadarma ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3873 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kekambuhan Pasien Skizofrenia https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3896 <p style="text-align: justify;"><strong><em>Background:</em></strong> <em>Schizophrenia is a serious mental disorder that can affect an individual's thoughts, feelings, and behavior. Schizophrenia carries a high risk of relapse, requiring special attention to minimize relapse. Factors contributing to relapse include medication adherence, family support, healthcare provider support, and genetic history. </em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Methods</em></strong><em>: This type of research is a quantitative correlation research with a cross-sectional design approach. The research sample consisted of 106 people using purposive sampling technique. The research instrument used was a questionnaire. Data analysis was conducted univariately, bivariately with chi-square test and multivariately with multiple regression test.Written 3-5 sentences , conclusion&nbsp; </em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Results</em></strong><em>:</em> <em>This type of research is a quantitative correlation research with a cross-sectional design approach. The research sample consisted of 106 people using purposive sampling technique. The research instrument used was a questionnaire. Data analysis was conducted univariately, bivariately with chi-square test and multivariately with multiple regression test.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Conclusion</em></strong><em>:</em> <em>T</em><em>he most influential factor in the relapse of schizophrenia patients is genetic factors. It is hoped that families and hospitals will pay attention to factors that can cause relapse in schizophrenia patients.</em></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> Hendro Prima Mukti Sukendro Sukendro Dwi Noerjoedianto Asparian Asparian Willia Novita Eka Rini Muldiasman Muldiasman ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3896 Optimasi Formulasi Obat Kumur Berbahan Aktif Ekstrak Etanol Daun Rasamala sebagai Antibiofilm Streptococcus Mutan https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3885 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang:</strong> Karies gigi adalah masalah kesehatan rongga mulut yang erat kaitannya dengan pembentukan biofilm oleh <em>Streptococcus mutans</em>. Pemakaian obat kumur dengan bahan alam dikembangkan sebagai alternatif yang lebih aman dengan efek samping minimal dibandingkan antiseptik kimia. Riset berikut bertujuan guna mengetahui formulasi optimal obat kumur berbahan aktif ekstrak etanol daun rasamala (<em>Altingia excelsa</em> Noronha) sebagai antibiofilm <em>Streptococcus mutans</em>.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Penelitian eksperimental laboratorium, desain <em>post-test only control group design</em>. Formulasi obat kumur ekstrak etanol daun rasamala berbagai konsentrasi 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5% dengan 4 kali pengulangan menggunakan metode meserasi. aktivitas antibiofilm dengan memakai metode <em>microtiter plate.</em> Proses ini melibatkan pewarnaan menggunakan kristal violet, pembacaan absorbansi dengan panjang gelombang 595 nm dengan <em>multimode reader</em>.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil: </strong>Diperoleh nilai p &lt; 0,05 memperlihatkan terdapat signifikansi perbedaan pada kelompok perlakuan terhadap formula ekstrak etanol daun rasamala. Formulasi konsentrasi 10% menunjukkan aktivitas antibiofilm paling optimal.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Formulasi obat kumur berbahan aktif ekstrak etanol daun rasamala berpotensi sebagai agen antibiofilm alami terhadap <em>Streptococcus mutans</em>.</p> Dhea Fitri Ayu Risyandi Anwar Yasinia Annisa Purbomurti Maya Dian Rakhmawatie ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3885 Karakteristik Pasien Prolaps Uteri di Rumah Sakit Umum Pusat dr. M Djamil Padang https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3871 <p style="text-align: justify;">Prevalensi prolaps uteri secara global cukup tinggi, berkisar antara 2% sampai 20% di berbagai populasi perempuan dewasa. RSUP Dr. M. Djamil Padang belum terdapat data komprehensif mengenai karakteristik pasien prolaps uteri yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik pasien prolaps uteri di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode tahun 2023–2024. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian didapatkan mayoritas pasien berusia ≥50&nbsp; tahun (91,8%), multiparitas (87,4%), jenis persalinan terbanyak secara pervaginam (96,9%) dan&nbsp; IMT dengan obesitas (31,7%), sudah menopause&nbsp; (88,1 %), Derajat prolaps terbanyak adalah derajat 3 (33,4%) dan derajat 4 (31,1%). Sebagian besar pasien (84,6%) menjalani penanganan operatif.</p> <p style="text-align: justify;">Karakteristik pasien prolaps uteri di RSUP Dr. M. Djamil Padang didominasi oleh usia lanjut, multiparitas, datang dalam kondisi stadium lanjut dan penanganan operatif menjadi pilihan utama.</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> Nurasma Hamra Yati Febriyeni Febriyeni ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3871 Formulasi Evaluasi Hand Cream Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) Variasi Virgin Coconut Oil https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3851 <p><strong>Latar Belakang : </strong>Kulit kering merupakan masalah umum yang sering terjadi pada manusia. Untuk mengoptimalkan penggunaannya, maka perlu dibuat dalam bentuk sediaan krim. Daun pandan wangi (<em>Pandanus amaryllifolius</em>) diketahui berpotensi sebagai bahan aktif dalam sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan hand cream dari ekstrak daun pandan wangi dengan variasi konsentrasi VCO sebagai&nbsp;pelembab.</p> <p><strong>Metode : </strong>Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, ekstrak daun pandan wangi (<em>Pandanus amaryllifolius</em>) sebagai zat aktif diformulasikan menjadi sediaan <em>hand cream</em> dengan memvariasikan Virgin Coconut Oil sebagai pelembap. Konsentrasi zat aktif dalam setiap formula adalah 6% serta variasi konsentrasi Virgin Coconut Oil yang digunakan adalah 4% pada formula I, 5% pada formula II dam 6% pada formula III. Dilakukan evaluasi sediaan pada penyimpanan suhu kamar selama 28 hari dan uji dipercepat (<em>cycling test</em>) selama 12 hari ditinjau dari pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, tipe emulsi, warna, bau, uji kelembapan dan uji iritasi kulit.</p> <p><strong>Hasil : </strong>Hand cream ekstrak daun pandan wangi memenuhi persyaratan. Hasil pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, tipe emulsi, warna, bau, uji kelembapan dan uji iritasi kulit menunjukkan sediaan yang stabil dan memenuhi persyaratan selama 28 hari pada suhu kamar dan 12 hari uji dipercepat (<em>cycling test</em>). Formula yang paling optimal adalah formula II.</p> <p><strong>Kesimpulan : </strong>Ekstrak daun pandan wangi (<em>Pandanus amaryllifolius</em>) dapat diformulasikan menjadi sediaan <em>hand cream </em>yang stabil dan memenuhi persyaratan, formula yang paling optimal adalah formula II dengan konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) sebesar 5%</p> Cikita Tri Wulandari Ratnaningsih Dewi Astuti Mar’atus Sholikhah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3851 Efektifitas Kombinasi Kompres Hangat dan Dzikir terhadap Penurunan Nyeri Pasien Gastritis https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3848 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang: </strong>Gastritis merupakan masalah kesehatan global yang signifikan dan menempati peringkat keenam penyakit terbanyak di Indonesia. Gejala utamanya berupa nyeri ulu hati memerlukan penanganan cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi non-farmakologis holistik seperti kombinasi kompres hangat dan dzikir untuk menurunkan intensitas nyeri secara fisik dan psikospiritual. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan intervensi inovasi kompres hangat dan dzikir terhadap penurunan nyeri pada pasien gastritis di IGD RSUD A. M. Parikesit Tenggarong.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Desain penelitian menggunakan quasi ekperimental pada tiga pasien dewasa diagnosa gastritis periode 31 Desember 2025 hingga 02 Januari 2026. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan skala penilaian numerik untuk mengukur intensitas nyeri pra dan pascaintervensi. Intervensi berupa kombinasi kompres hangat dan dzikir diberikan selama ±20 menit.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Sebelum diberikan intervensi, dua pasien mengalami nyeri skala 4 dan satu pasien skala 3. Setelah diberikan intervensi, seluruh pasien mengalami penurunan menjadi skala 1. Rata-rata skor nyeri menurun dari 3,67 menjadi 1 dengan selisih penurunan sebesar 2,67. Selain itu, pasien tampak lebih rileks dan melaporkan peningkatan kenyamanan setelah intervensi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Intervensi kombinasi kompres hangat dan terapi dzikir efektif dalam menurunkan keparahan nyeri pada pasien gastritis dan berpotensi sebagai intervensi non-farmakologis berbasis bio-psiko-spiritual dalam praktik keperawatan.</p> Oktabilla Ade Sandra Andri Praja Satria Maridi M. Dirdjo Misbah Nurjannah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3848 Gambaran Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus terhadap Skrining Fungsi Ginjal di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Bengkulu https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3843 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang: </strong>Diabetes militus ialah suatu penyakit yang tidak menular, melainkan diakibatkan perubahan pola hidup seperti pola makan dapat memegang peranan dalam meningkatkan kadar glukosa darah ini yang menyebabkan komplikasi penyakit salah satunya gagal ginjal dengan di tandai keberadaan protein dalam urine menandakan adanya kebocoran dan penurunan pada Laju Filtrasi Glomerulus (LFG). Untuk alasan ini, pemeriksaan protein urine adalah prosedur skrining yang berguna untuk mendeteksi kelainan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran&nbsp; pengetahuan penderita diabetes melitus terhadap skrining gagal ginjal di wilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode</strong><strong> :</strong> yang digunakan pada penelitian, yaitu menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian, yaitu pasien yang berkunjung ke Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu dengan diagnosis medis DM. Sampel penelitian sebanyak 30 responden dengan purposive sampling. Kemudian dilakukan pemeriksaan kadar protein urin dilanjutkan wawancara dengan menggunakan kuesioner pengetahuan manajemen Diabetes Melitus yang sudah dilakukan uji validitas dan realiabitas. Kemudian, data di analisis univariat untuk melihat karakteristik demografi pasien dan disajikan dalam distribusi frekuensi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil</strong> : asil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup (56%), kategori baik (34%), dan kurang (10%). Secara klinis, ditemukan bahwa 63% responden positif proteinuria, dengan rincian: positif 1 (+) sebanyak 30%, positif 2 (++) 13%, dan positif 3 (+++) 20%. Selain itu, ditemukan fakta bahwa 100% responden tidak rutin mengonsumsi obat (tidak terkontrol), serta didominasi oleh kelompok usia lansia ≥ 60 tahun (80%).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Sebagian besar penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai skrining fungsi ginjal, namun memiliki kepatuhan pengobatan yang sangat rendah. Tingginya angka proteinuria menunjukkan risiko besar terjadinya gagal ginjal kronis, sehingga diperlukan penguatan edukasi manajemen diet dan kepatuhan terapi obat.</p> <p>&nbsp;</p> Mardiyansyah Bahar Nisa Yulanda ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3843 Pelaksanaan Handover Keperawatan Berdasarkan Tanggung Jawab Profesional dan Komunikasi Efektif Perawat https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3914 <p class="isselectedend" style="text-align: justify;"><strong><em><span lang="EN-US">Background:</span></em></strong><em><span lang="EN-US"> Nursing handover is a critical process for ensuring continuity of care and patient safety. Effective handover implementation requires nurses' professional responsibility and effective communication. Unclear professional responsibilities and ineffective communication may lead to errors or the loss of clinical information, thereby increasing the risk of patient safety incidents. This study aimed to analyze the role of nurses' professional responsibility and effective communication in the implementation of nursing handover in hospital inpatient units. <strong>Methods:</strong> This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. A total of 54 nurses who met the inclusion criteria were recruited using a total sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Chi-square test with a significance level of α = 0.05. <strong>Results:</strong> The findings revealed that professional responsibility (p &lt; 0.001) and effective communication (p &lt; 0.001) were significantly associated with the implementation of nursing handover. <strong>Conclusion:</strong> Optimal implementation of nursing handover requires strong professional responsibility and effective communication as essential components for ensuring continuity of care and enhancing patient safety.</span></em></p> <p style="font-weight: 400; text-align: justify;">&nbsp;</p> Kartika Indah Sari Sri Yulia Azwaldi Azwaldi Muliyadi Muliyadi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-30 2026-06-30 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3914 Hubungan Preferensi Makanan dan Perilaku Pembelian dengan Food Waste pada Pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Surabaya https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3847 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang: </strong><em>Food waste </em>merupakan permasalahan yang dapat terjadi di berbagai kalangan usia, termasuk anak muda. Anak muda, termasuk pelajar, memiliki kecenderungan untuk menghasilkan <em>food waste</em>. <strong>Tujuan: </strong>menganalisis hubungan preferensi makanan dan perilaku pembelian dengan <em>food waste </em>pada pelajar SMAN 3 Surabaya dan SMAN 6 Surabaya. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross sectiona</em>, sampel diambil menggunakan metode <em>quota sampling</em>. Pengumpulan data meliputi, pengisian kuesioner data diri, FPQ, dan <em>visual Comstock</em>. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Spearman, Chi-Square, dan Fisher Exact. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara preferensi lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah dengan <em>food waste</em>. Terdapat hubungan antara lokasi pembelian lauk hewani, lauk nabati, dan sayur di supermarket dengan <em>food waste</em>. Sementara itu, pembuatan keputusan pembelian berdasarkan perilaku sadar harga dan perilaku impulsif tidak berhubungan dengan <em>food waste</em>. <strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan signifikan antara preferensi lauk hewani, nabati, sayur dan buah dengan <em>food waste</em>. Lokasi pembelian lauk hewani, nabati, dan sayur di supermarket juga berhubungan dengan <em>food waste. </em>Pembuatan keputusan pembelian berdasarkan perilaku sadar harga dan impulsif tidak berhubungan dengan <em>food waste</em>. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemberian edukasi dan sosialisasi mengenai dampak <em>food waste</em> serta cara mengurangi <em>food waste</em>.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Risqy Karima Rian Diana ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3847 Scoping Review: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Dokter dan Perawat terhadap Layanan Laboratorium https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3816 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang:&nbsp;</strong>Kepuasan dokter dan perawat terhadap layanan laboratorium merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor kualitas layanan laboratorium</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:&nbsp;</strong>Penelitian ini menggunakan metode&nbsp;<em>scoping review&nbsp;</em> dengan mengumpulkan, menyeleksi dan menganalisis artikel penelitian terkait kepuasan tenaga kesehatan terhadap layanan laboratorium.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:&nbsp;</strong>Hasil&nbsp;<em> review&nbsp;</em>menunjukkan bahwa kepuasan tenaga kesehatan dipengaruhi oleh&nbsp;<em>turnaround time</em>, kualitas dan akurasi hasil, ketersediaan fasilitas, kompetensi tenaga laboratorium serta komunikasi antara tenaga laboratorium dan tenaga klinis</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:&nbsp;</strong>Kepuasan dokter dan perawat terhadap layanan laboratorium dipengaruhi oleh faktor teknis dan non-teknis sehingga peningkatan kualitas layanan laboratorium perlu dilakukan secara menyeluruh</p> <p>&nbsp;</p> Gloria Situmorang Misnaniarti Misnaniarti Anita Rahmiwati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-29 2026-06-29 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3816 Hubungan Karakteristik dan Kinerja Perawat dengan Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3908 <p style="text-align: justify;">Latar Belakang: Pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) merupakan upaya penting dalam menurunkan risiko Healthcare Associated Infections (HAIs) di rumah sakit. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien memiliki peran strategis dalam pelaksanaan PPI, di mana pelaksanaannya dipengaruhi oleh karakteristik individu dan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan kinerja perawat dengan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi.<br>Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang pada 293 perawat pelaksana di ruang rawat inap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman.<br>Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan perawat tidak berhubungan dengan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi (r = −0,023; p = 0,699). Sementara itu, keterampilan (r = 0,333; p &lt; 0,001), motivasi (r = 0,394; p &lt; 0,001), sikap (r = 0,342; p &lt; 0,001), nilai dan norma (r = 0,278; p &lt; 0,001), serta kinerja perawat (r = 0,470; p &lt; 0,001) menunjukkan hubungan yang bermakna dengan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi.<br>Kesimpulan: Kinerja perawat merupakan faktor yang paling kuat berhubungan dengan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi dibandingkan karakteristik perawat lain</p> Muhammad Tsaqif Ash Shidqi Sirajudin Noor ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-30 2026-06-30 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3908 Systematic Literatur Review: Determinan Mutu Pemeriksaan Mikroskopis Bakteri Tahan Asam untuk Diagnosis Tuberkulosis https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3832 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang: </strong>Pemeriksaan mikroskopis Bakteri Tahan Asam (BTA) masih menjadi metode utama diagnosis tuberkulosis (TB), namun mutunya sering bervariasi. Peningkatan kapasitas tenaga laboratorium dan sistem penjaminan mutu diperlukan untuk memperkuat diagnosis TB di berbagai fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kualitas pemeriksaan BTA melalui systematic literature review.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literatur review berdasarkan pedoman <em>Preferred Reporting Items for Systematic literatur reviews and Meta-Analyses</em> (PRISMA). Pencarian dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, dan diperoleh 20 artikel yang relevan. &nbsp;&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan lima determinan utama mutu pemeriksaan, yaitu kualitas sputum, kompetensi petugas laboratorium, pelaksanaan External Quality Assessment (EQA), ketersediaan alat dan reagen, serta pengawasan manajemen laboratorium.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan dan EQA terbukti paling berpengaruh dalam meningkatkan akurasi diagnosis.</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> Desi Aprianti Misnaniarti Misnaniarti Alvera Noviyani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-30 2026-06-30 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3832 Hubungan Menopause dengan Kejadian Inkontinensia Urin pada Pra Lansia https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3768 <p style="text-align: justify;"><strong>Latar Belakang: </strong>Inkontinensia urin merupakan masalah kesehatan yang sering dialami perempuan dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Pada masa pra lansia, perubahan hormonal akibat menopause, terutama penurunan estrogen, dapat memengaruhi fungsi saluran kemih dan otot dasar panggul sehingga meningkatkan risiko IU. Namun, hubungan menopause dengan kejadian inkontinensia urin masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menopause dengan kejadian inkontinensia urin pada perempuan pra lansia</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain <em>cross-sectional</em>. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada bulan Oktober–November 2025. Subjek penelitian berjumlah 72 perempuan pra lansia berusia 45–59 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Status menopause diperoleh dari data rekam medis, sedangkan kejadian inkontinensia urin dinilai menggunakan kuesioner <em>The International Consultation on Incontinence Questionnaire–Short Form</em> (ICIQ-SF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden telah memasuki masa menopause (63%) dan mengalami inkontinensia urin (65,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara menopause dengan kejadian inkontinensia urin pada perempuan pra lansia (p = 0,003). Perempuan yang telah menopause memiliki proporsi kejadian inkontinensia urin lebih tinggi dibandingkan perempuan yang belum menopause.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan antara menopause dengan kejadian inkontinensia urin pada pra lansia.</p> Nadiyah Salsabila Patwa Amani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-30 2026-06-30 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3768 Hubungan Efikasi Diri dengan Burnout pada Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Swasta Palembang https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/3913 <p style="font-weight: 400;"><strong><em>Background: </em></strong><em>Nurses play an important role in hospital services, especially in inpatient wards that require continuous nursing care. High workloads and emotional demands can increase the risk of burnout in nurses, while self-efficacy acts as a psychological factor that helps nurses manage work stress and reduce the risk of burnout. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and burnout among nurses in the inpatient ward of a private hospital in Palembang.</em></p> <p style="font-weight: 400;"><strong><em>Methods</em></strong><em>: This study used a quantitative approach with a correlational descriptive design and a cross-sectional approach. The studywas conducted in the inpatient ward of a private hospital in Palembang on January 19-21, 2026. The sampling technique used total sampling with a total of 47 respondents. The instruments used were the General Self-Efficacy Scale (GSES) to measure self-efficacy and the Maslach Burnout Inventory – Human Service Survey (MBI-HSS) to measure burnout levels. This study obtained ethical approval No: 000049/KEP/UMAD Palembang/2026 and used the Chi-square test for statistical analysis.</em></p> <p style="font-weight: 400;"><strong><em>Results</em></strong><em>: The results showed that of the 47 respondents, 25 respondents (53.2%) were nurses with high self-efficacy. The burnout levelof nurses was in the high and moderate categories, with 18 respondents (38.3%) in each category. There was a significant relationship between self-efficacy and burnout among nurses in the inpatient ward of a private hospital in Palembang.</em></p> Essy Lintang Kusumaningrum Efroliza Efroliza Sri Yulia ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-06-30 2026-06-30 21 1 10.36086/jpp.v21i1.3913