Standarisasi Simplisia Kayu Bidara Laut (Strychnos Ligustrina Blume)

  • Misgiati Misgiati Akademi Analis Farmasi Dan Makanan Putra Indonesia Malang
Keywords: Standarisasi, simplisia, kayu bidara laut

Abstract

Latar Belakang: Kayu Bidara Laut (Strychnos ligustrina Blume) memiliki banyak efek farmakologis sebagai obat tradisional. Standarisasi simplisia kayu bidara laut diperlukan untuk penyediaan bahan baku sediaan obat tradisional.Tujuan untuk mengetahui simplisia kayu bidara laut memenuhi standar mutu fisik dan skrining sesuai Farmakope Herbal Indonesia edisi II. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif.

Metode: Metode penelitian secara deskriptih. Langkah-langkah yang dilakukan adalah: (1) determinasi tanaman, (2) Pembuatan simplisia kayu bidara laut, (3) pengujian makroskopis simplisia, (4) pengujian mikroskopis dan mikroskopis, (5) krining fitokimia, dan (6) pengujian mutu fisik.

Hasil: Determinasi menunjukkan familia loganiaceae, marga Strychnos. Hasil makroskopis dan mikroskopis sesuai dengan FIH II. Kandungan metabolit skunder golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, terpenid, dan tannin. Mutu fisiknya berupa kadar air dan susut penegeringan 7,56%±0,02; kadr abu total 3,47±0,002; kadar abu tidak larut asam 0,05%±0,0001.

Published
2022-12-29
How to Cite
1.
Misgiati M. Standarisasi Simplisia Kayu Bidara Laut (Strychnos Ligustrina Blume). JKPharm [Internet]. 29Dec.2022 [cited 22Jun.2024];4(2):51 -59. Available from: https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/1444
Section
Articles