A INTERVAL KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN BPJS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT HKBP BALIGE

  • Hepni Bagariang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arjuna
Keywords: Pendistribusian Obat, Ketepatan waktu, pemberian obat

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian di rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat termasuk pelayanan farmasi klinik. Pengelolaan sediaan farmasi salah satunya adalah pendistribusian.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati ketepatan waktu pendistribusian obat dimulai dari penyiapan dan pengemasan obat dari perawat untuk dihantarkan ke ruangan rawat inap untuk pasien penyakit dalam.
Hasil : Data yang diperoleh dari pengamatan kepada pasien dengan mencatat frekuensi ketepatan waktu pemberian obat pada pasien penyakit dalam Rumah Sakit HKBP Balige dapat dilihat bahwa ketepatan waktu pemberian obat sebanyak 313 frekuensi dengan persentase 90 % dan yang tidak tepat sebanyak 34 frekuensi dengan persentase 10 %.
Kesimpulan: Pelaksanaan sistem distribusi obat rawat inap pada pasien penyakit dalam di Rumah Sakit HKBP Balige sudah tepat waktu dan ketepatan waktu pemberian obat di Rumah Sakit HKBP Balige sudah terlaksana dengan baik.

References

[1] Permenkes No. 73, “Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek,” in Menteri Kesehatan Republik Indonesia, vol. I, Jakarta, 2016, pp. 0–40. [Online]. Available: http://dspace.unitru.edu.pe/bitstream/handle/UNITRU/10947/Miñano Guevara%2C Karen Anali.pdf?sequence=1&isAllowed=y%0Ahttps://repository.upb.edu.co/bitstream/handle/20.500.11912/3346/DIVERSIDAD DE MACROINVERTEBRADOS ACUÁTICOS Y SU.pdf?sequence=1&isAllowed=
[2] Permenkes No. 72, Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit. Jakarta, 2016. [Online]. Available: http://etd.lib.metu.edu.tr/upload/12620012/index.pdf
[3] H. Febriawati, Manajemen Logistik Farmasi Rumah Sakit, Cetakan I. Yogyakarta: Gosyen Publishing, 2013.
[4] N. Rusdiana, B. Saputra, and F. Noviyanto, “Alur distribusi obat dan alat kesehatan instalasi farmasi rumah sakit umum daerah malingping,” Farmagazine, vol. 2, no. 1, pp. 24–29, 2015, [Online]. Available: https://ejournals.stfm.ac.id/index.php/JurnalFarmagazine/article/view/17/13
[5] R. Kurniawan, Asril, and Endang, “Media Kesmas ( Public Health Media ),” Media Kesmas (Public Heal. Media), vol. 1, no. 2, pp. 225–240, 2021.
[6] K. M. S. Indarti, E., Aulawi K., “Kejadian Nursing Error Pada Pemberian Obat di Ruang Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit Di Sulawesi Tengah,” J. Ilmu Keperawatan, vol. 4, no. 3, pp. 166–170, 2009, [Online]. Available: https://jurnal.ugm.ac.id/jik/article/view/10532/7932
[7] sugiyono, “Metode Penelitian,” Metod. Penelit. Pendidik. Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2014.
[8] S. Supardi, Sudibyo., Metodologi Penelitian untuk Mahasiswa Farmasi. Jakarta: Trans Info Media, 2014.
[9] M. K. Imas Masturoh, SKM. and M. K. Nauri Anggita T, SKM, Metodologi Penelitian Kesehatan, Cetakan Pe. 2018.
[10] K. Tjay, H.T., dan Rahardjo, Obat-Obat Penting, VIII. Jakarta: PT.Gramedia, 2015.
Published
2022-12-29
How to Cite
1.
Bagariang H. A INTERVAL KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN BPJS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT HKBP BALIGE. JPharm [Internet]. 29Dec.2022 [cited 9Feb.2023];4(2):60 -65. Available from: https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/Jkpharm/article/view/1447