Gambaran Tatalaksana Terapi Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Toto Kabila
DOI:
https://doi.org/10.36086/jkpharm.v5i1.1619Keywords:
Gagal Ginjal Kronik, Anemia, HemodialisaAbstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Gagal ginjal kronis adalah kondisi klinis yang ditandai oleh penurunan fungsi ginjal yang ireversibel dan membutuhkan terapi pengganti ginjal permanen berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Salah satu sindrom klinis yang berhubungan dengan gagal ginjal adalah anemia. Ini karena penurunan fungsi ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tatalaksana terapi pada pasien gagal ginjal kronik yang dirawat di Rumah Sakit Toto Kabila pada bulan Oktober sampai Desember pada tahun 2022.
Metode: Metode pengambilan data berupa mencatat hasil pemeriksaan laboratorium pertama pada pasien penyakit ginjal kronik..
Hasil: Berdasarkan hasil, ditemukan pasien gagal ginjal dengan anemia renal sebanyak 10 pasien atau 62,5% lebih banyak terjadi pada pasien laki-laki. Dari hasil tatalaksana terapi pada pasien yang menjalani hemodialisa yaitu sebanyak 12 pasien atau sebanyak 80% dan pasien yang tidak diberikan tindakan hemodialisa yaitu sebanyak 3 pasien atau sebanyak 20%.
Kesimpulan: Dari hasil analisis data yang didapatkan pasien yang menjalani hemodialisa yaitu sebanyak 12 pasien atau 80% dan pasien yang tidak diberikan tindakan hemodialisa yaitu sebanyak 3 pasien atau 20%. Penggunaan antianemia di Rumah Sakit Toto Kabila yaitu transfusi darah sebanyak 5 pasien atau 33,3%, penggunaan obat sofero sebanyak 1 pasien atau 6,66%, transfusi darah di sertai penggunaan asam folat sebanyak 5 pasien atau 33,3%, Transfusi darah disertai penggunaan obat Ferro fumarate sebanyak 3 pasien atau 20%, penggunaan vip albumin dan Ferro fumarate sebanyak 1 pasien atau 6,66%.
Kata kunci : Gagal Ginjal Kronik, Anemia, Hemodialisa
ABSTRAK
Latar Belakang: Gagal ginjal kronis adalah kondisi klinis yang ditandai oleh penurunan fungsi ginjal yang ireversibel dan membutuhkan terapi pengganti ginjal permanen berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Salah satu sindrom klinis yang berhubungan dengan gagal ginjal adalah anemia. Ini karena penurunan fungsi ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tatalaksana terapi pada pasien gagal ginjal kronik yang dirawat di Rumah Sakit Toto Kabila pada bulan Oktober sampai Desember pada tahun 2022.
Metode: Metode pengambilan data berupa mencatat hasil pemeriksaan laboratorium pertama pada pasien penyakit ginjal kronik..
Hasil: Berdasarkan hasil, ditemukan pasien gagal ginjal dengan anemia renal sebanyak 10 pasien atau 62,5% lebih banyak terjadi pada pasien laki-laki. Dari hasil tatalaksana terapi pada pasien yang menjalani hemodialisa yaitu sebanyak 12 pasien atau sebanyak 80% dan pasien yang tidak diberikan tindakan hemodialisa yaitu sebanyak 3 pasien atau sebanyak 20%.
Kesimpulan: Dari hasil analisis data yang didapatkan pasien yang menjalani hemodialisa yaitu sebanyak 12 pasien atau 80% dan pasien yang tidak diberikan tindakan hemodialisa yaitu sebanyak 3 pasien atau 20%. Penggunaan antianemia di Rumah Sakit Toto Kabila yaitu transfusi darah sebanyak 5 pasien atau 33,3%, penggunaan obat sofero sebanyak 1 pasien atau 6,66%, transfusi darah di sertai penggunaan asam folat sebanyak 5 pasien atau 33,3%, Transfusi darah disertai penggunaan obat Ferro fumarate sebanyak 3 pasien atau 20%, penggunaan vip albumin dan Ferro fumarate sebanyak 1 pasien atau 6,66%.
Kata kunci : Gagal Ginjal Kronik, Anemia, Hemodialisa
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work







