Evaluasi Interaksi Obat Pasien Hipertensi Dengan Komplikasi Diabetes Melitus Pada Pasien Lansia Di Rsud Lahat
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi dengan komplikasi diabetes melitus merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh pasien lanjut usia. Kondisi ini terjadi karena pasien lanjut usia umumnya memiliki beberapa penyakit kronis yang membutuhkan terapi kombinasi, sehingga meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas maupun keamanan terapi. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi bentuk serta mekanisme interaksi obat yang terjadi, serta menilai hubungan antara jenis kelamin, usia, jumlah obat, jenis dan golongan obat antihipertensi, obat antidiabetik, serta kombinasi obat dengan kejadian interaksi obat pada pasien lanjut usia di RSUD Lahat.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien rawat inap di RSUD Lahat periode Januari–Desember 2024. Sempel sebanyak 40 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dianalisis mencakup karakteristik pasien (jenis kelamin dan usia), jumlah obat yang digunakan, serta jenis dan golongan obat antihipertensi dan antidiabetes untuk mengidentifikasi potensi interaksi berdasarkan mekanisme farmakodinamik dan farmakokinetik. Tingkat keparahan interaksi serta hubungan antara jumlah, jenis, dan kombinasi obat terhadap kejadian interaksi diuji menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden laki-laki (55%) dan 18 perempuan (45%) dengan kelompok usia terbanyak 60–69 tahun 16 responden (40%), diikuti 70–79 tahun 15 responden (36%) dan 80–90 tahun 9 responden (23%). Sebagian besar menggunakan dua obat 23 responden (58%), diikuti tiga obat 14 responden (35%) dan empat obat 3 responden (8%), dengan Amlodipin 14 responden (35%) serta Candesartan 10 responden (25%) sebagai antihipertensi, dan Metformin 21 responden (52,5%) sebagai antidiabetes utama. Kombinasi Amlodipin–Metformin 9 responden (22,5%) paling sering menimbulkan interaksi, diikuti Candesartan–Insulin Aspart 7 responden (15%) serta Furosemide–Glimepiride 4 responden (10%). 23 responden (58%) mengalami interaksi obat dengan mekanisme farmakodinamik 17 responden (73,9%) dan farmakokinetik 6 responden (26,1%), seluruhnya pada tingkat keparahan sedang (moderate). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah obat (p = 0,003), jenis/golongan obat (p < 0,001), dan kombinasi obat (p < 0,001) terhadap kejadian interaksi, sedangkan usia (p = 0,408) dan jenis kelamin (p = 0,318) tidak memiliki hubungan signifikan.
Kesimpulan: Di RSUD Lahat, interaksi obat pada pasien lansia yang menderita hipertensi dan diabetes melitus sangat tinggi, dan ini dipengaruhi oleh jumlah dan kombinasi obat yang diberikan.
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan Farmasi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work










