LITERATUR REVIEW: IMPLEMENTASI GOOD PHARMACY PRACTICE DI APOTEK KOMUNITAS

  • ⁠ Chindy Retika Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Seftika Sari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Neni Frimayanti Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Benni Iskandar Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
Keywords: Apotek Komunitas, Evaluasi Implementasi, Good Pharmacy Practice, Kepatuhan Standar GPP, Pelayanan Farmasi Komunitas.

Abstract

Good Pharmacy Practice (GPP) merupakan standar praktik farmasi yang ditetapkan oleh International Pharmaceutical Federation (IPF) dan World Health Organization (WHO) untuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasian. Implementasi GPP di berbagai negara menunjukkan tingkat kepatuhan yang bervariasi. Melakukan tinjauan sistematis terhadap implementasi GPP di apotek komunitas di berbagai negara, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan, serta peluang peningkatan kualitas pelayanan. Pencarian literatur dilakukan terhadap artikel yang dipublikasikan tahun 2015-2025. Sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan metode literature review. Tingkat kepatuhan terhadap standar GPP bervariasi dari 11,7% hingga 65,09%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan meliputi kualifikasi tenaga farmasi, lokasi geografis apotek, dukungan regulasi, infrastruktur, dan sumber daya. Kategori dengan kepatuhan tertinggi adalah pengelolaan sediaan farmasi (66,1%-86,6%), sedangkan terendah adalah pelayanan farmasi klinik (11,02%-41,4%). Implementasi GPP di apotek komunitas masih suboptimal, terutama di negara berkembang. Diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kompetensi tenaga farmasi, dan dukungan infrastruktur untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar GPP.

Published
2026-05-04