KONSUMSI VITAMIN C DAN SENG DENGAN RISIKO DIABETES MELITUS DI WILAYAH JEMBATAN KECIL KOTA BENGKULU
Abstract
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Pola makan rendah konsumsi vitamin c dan seng faktor risiko yang dapat dicegah. Wilayah Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penderita DM yang tinggi. Oleh karna itu, penting dilakukan penelitian terkait faktor gaya hidup untuk mencegah DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi vitamin c dan seng dengan risiko diabetes melitus di wilayah Puskesmas Jembatan Kecil Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel sebanyak 65 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner SQ-FFQ dan CanRisk. Analisis data di lakukan dengan uji chi-square menggunakan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara vitamin c dengan risiko DM (p = 0,014;OR = 4,571) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara seng dengan risiko DM (p = 0,934;OR = 737). Konsumsi vitamin c berhubungan dengan risiko DM tapi tidak berhubungan dengan seng. Peningkatan pola makan sehat perlu ditingkatkan untuk menurunkan risiko DM pada kelompok usia 40-70 tahun
References
IDF. International Diabetes Federation. (2021). In Diabetes Research and Clinical Practice (Vol. 102, Issue 2). https://doi.org/10.1016/j.diabres.2013.10.013
Purwandari, C. A. A., Wirjatmadi, B., & Mahmudiono, T. (2022). Faktor Risiko Terjadinya Komplikasi Kronis Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pra Lansia. Amerta Nutrition, 6(3), 262–271. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i3.2022.262-271
Bunpo, P., Chatarurk, A., Intawong, K., Naosuk, K., & Klangsinsirikul, P. (2021). Effects of ascorbic acid supplementation on immune status in healthy women following a single bout of exercise. Sport Sciences for Health, 17(3), 635–645. https://doi.org/10.1007/s11332-020-00726-3
Fatimah, D. S., & Gozali, D. (2021). Review Artikel: Peran Zink, Vitamin C dan D Dalam Meningkatkan Imunitas Tubuh. Farmaka, 19(3), 40–47. http://journal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/34787
Utami, B. S., Bintanah, S., & Isworo, J. T. (2020). Hubungan Konsumsi Bahan Makanan Sumber Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan di Rumah Sakit Tugurejo Semarang. 18–23Agarwal, G., Jiang, Y., Van Katwyk, S. R., Lemieux, C., Orpana, H., Mao, Y., Hanley, B., Davis, K., Leuschen, L., & Morrison, H. (2018). Effectiveness of the CANRISK tool in the identification of dysglycemia in first nations and métis in Canada. Health Promotion and Chronic Disease Prevention in Canada, 38(2), 55–63. https://doi.org/10.24095/hpcdp.38.2.02
Robinson, C. A., Agarwal, G., & Nerenberg, K. (2011). Validating the CAN0052ISK prognostic model for assessing diabetes risk in Canada’s multi-ethnic population. Chronic Diseases and Injuries in Canada, 32(1), 19–31. https://doi.org/10.24095/hpcdp.32.1.04
Purwaningtyastuti, R., Nurwanti, E., & Huda, N. (2018). Asupan vitamin C berhubungan dengan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan DM tipe 2. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 5(1), 44. https://doi.org/10.21927/ijnd.2017.5(1).44-49
Prasad P Devarshi, Qingqing Mao, Ryan W Grant, Susan Hazels Mitmesser (2024). Comparative Absorption and Bioavailability of Various Chemical Forms of Zinc in Humans: A Narrative Review. Nutrients, Dec 11;16(24):4269. doi: 10.3390/nu16244269.
Wahyuningsih, T., Noviyanti, R. D., Pertiwi, D., & Kusudaryati, D. (2022). Correlation Of Zink Intake , Fat And Abdominal Circumfrence With Blood Sugar Levels In Type II Diabetes Mellitus Patients Hubungan Asupan Zink , lemak Dan Lingkar Perut Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II. 1655–1663.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
American Diabetes Association. (2023). Standards of Care in Diabetes—2023. Diabetes Care, 46(Suppl. 1), S1-S291
Copyright (c) 2026 JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work







