PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus sp. PADA MEDIA ALTERNATIF UBI JALAR (Ipomoea Batatas)

  • Erwin Edyansyah poltekkes kemenkes palembang
  • Asrori Asrori Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Nurhayati Nurhayati Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Handayani Handayani Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Fandianta Fandianta Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Tarisa Merlinski Poltekkes Kemenkes Palembang
Keywords: Ubi Jalar Kuning, Media alternatif, Aspergillus flavus

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan mikroba di dalam laboratorium membutuhkan medium yang mengandung nutrisi dan menyediakan lingkungan pertumbuhan yang cocok untuk mikroorganisme tersebut. Medium merupakan campuran suatu bahan zat makanan (nutrient) yang berfungsi untuk tepat tumbuhya suatu mikroba. Media dapat mempengaruhi morfologi dan warna dari koloni, terbentuknya struktur tertentu, dan dapat tumbuh atau tidak nya jamur. Semua jamur memerlukan elemen yang spesifik untuk melangsungkan pertumbuhannya.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui uji pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media alternatif ubi jalar kuning. Metode penelitian: yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain penelitian statistic group comparison. Hasil penelitian: didapatkan hasil rerata pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media ubi jalar kuning konsentrasi 10%, 20%, dan 30% yaitu sebesar 22,5 mm, 26,9 mm, 32,5 mm. Hasil uji statistic menunjukkan ada perbedaan antara rata-rata diameter koloni pertumbuhan Aspergillus flavus pada media media alternatif ubi jalar konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Kesimpulan : dapat disimpulkan bahwa media alternatif ubi jalar konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dapat digunakan untuk menggantikan media yang biasa digunakan untuk penanaman jamur Aspergillus flavus. Saran: Disarankan untuk menggunakan konsentrasi yang lebih tinggi ataupun menggunakan jamur dengan spesies yang berbeda.

Published
2025-10-31