UJI BEDA KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI PENGGANTI PEWARNA MALACHITE GREEN PADA PEMERIKSAAN TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) METODE KATO KATZ

  • Erwin Edyansyah poltekkes kemenkes palembang
  • Yusneli Yusneli Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Asrori Asrori
  • Nurhayati Nurhayati Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Abdul Mutholib Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Handayani Handayani Poltekkes Kemenkes Palembang
Keywords: Telur STH, Kato Katz, Ekstrak Kulit Buah Naga

Abstract

Latar Belakang : Penyebab infeksi cacing yang paling umum adalah cacing STH. Metode Kato Katz merupakan pemeriksaan Gold Standar pada infeksi STH. Dalam metode Kato Katz, terdapat penggunaan pewarna sintesis yaitu Malachite Green yang bersifat toksik. Diperlukan senyawa pewarna dari bahan alami yang dapat digunakan sebagai alternatif. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui apakah ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dapat dijadikan sebagai pengganti pewarna Malachite Green dalam pemeriksaan telur STH metode Kato Katz. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang dipakai adalah eksperimental. Pengambilan sampel dengan kriteria feses positif telur STH. Penelitian dilakukan terhadap 16 sampel dengan dua kelompok perlakuan yaitu dengan pewarna Malachite Green dan pewarna ekstrak kulit buah naga. Preparat diperiksa di bawah mikroskop untuk dihitung jumlah telur STH. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : Ditemukan 13 preparat (81.3%) ekstrak kulit buah naga dengan kualitas mikroskopis kategori baik. Ditemukan 9 sampel (56.3%) dengan intensitas infeksi ringan, dan 7 sampel (43.8%) infeksi sedang dari kelompok Malachite Green dan ekstrak kulit buah naga. Hasil uji statistik diketahui p value = 0.985 > α (0.05). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan signifikan terhadap hasil jumlah telur STH  dan kualitas mikroskopis yang ditemukan dengan pewarna Malachite Green dan ekstrak kulit buah naga.

Published
2026-04-30