Gerakan Remaja Putri Bebas Anemia untuk Pencegahan dan Penangulangan Stunting di Desa Passi Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow

  • Olvie Sahelangi
  • Meildy E. Pascoal
  • Sesca D. Solang
Keywords: Anemia, Reproduksi,  Remaja,  Pengetahuan Gizi

Abstract

 

Kerentanan anemia pada remaja putri terjadi karena proses kehilangan darah saat menstruasi.Remaja Putri    yang     menderita anemia  berisiko  mengalami  anemia jugasaat   hamil,   yang   berdampak terhadap pertumbuhan    dan    perkembangan    janin dalam      kandungan      serta      berpotensi menimbulkan  komplikasi  kehamilan  dan persalinan, ahkan menyebabkan kematian ibu  dan  anak. Tujuan   : Remaja sehat Bebas Anemia merupakan investasi masa depan bangsa. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di desa Passi Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow yang dilakukan pada tanggal 4 – 5 Agustus 2022. Peserta berjumlah 20 orang remaja putri yang dipilih secara acak. Peserta diberikan materi pelatihan dan   melakukan pre test di awal dan diakhir pelatihan  dilakukan post tes.  Sedangkan analisis pada pengabdian masyarakat ini adalah univariate dan bivariat. Hasilnya pengetahuan gizi yang kurang 90 % menjadi cukup 75 % dan baik 15 %, pengetahuan tentang anemia kurang 55 % menjadi cukup 35 % dan baik 55 %, Sikap kurang 100 % menjadi cukup 25 % dan baik 75 %, peran orang tua kurang 100 % menjadi cukup dan baik 50%, media kurang 100 % menjadi cukup 55 % dan baik 45 %.  Hasil uji  parametrik (paried t test)  nilai signifikan P value  = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan materi. Remaja perempuan mempunyai risiko yang jauh lebih besar untuk terkena anemia dibandingkan lakilaki.Kebiasaan Sarapan pagi merupakan faktor yang menentukan untuk remaja mendapatkan asupan yang baik sebagai bekal aktivitas sehari-hari sehingga terhindar dari anemia.Hasil pengabdian masyarakat  menunjukkan bahwa dengan pemberian materi  pengetahuan tentang kejadian anemia pada remaja putri terdapat peningkatan yang baik dari semua materi yang diberikan dan secara uji statistik  terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan materi.       

   Kata Kunci: Anemia, Reproduksi,  Remaja,  Pengetahuan Gizi

 

ABSTRACT

 

The susceptibility of anemia in adolescent girls occurs due to the process of blood loss during menstruation. Rematri who suffer from anemia are at risk of experiencing anemia during pregnancy, which has an impact on the growth and development of the fetus in the womb and has the potential to cause complications in pregnancy and childbirth, even causing maternal and child mortality. Objectives: Anemia-free healthy youth is an investment in the nation's future. This community service was carried out in the village of Passi, West Passi District, Bolaang Mongondow Regency which was carried out on August 4-5, 2022. The participants were 20 young women who were chosen randomly. Participants were given training materials and conducted a pre-test at the beginning and at the end of the training a post-test was conducted. While the analysis on this community service is univariate and bivariate. The result is that the knowledge of nutrition that is less than 90% becomes sufficient 75% and good 15%, knowledge about anemia is less 55% to be sufficient 35% and good 55%, attitude is less than 100% to be sufficient 25% and good 75%, the role of parents is less 100% to be sufficient and good 50%, less media 100% to be sufficient 55% and good 45%. The results of the parametric test (paried t test) significant value P value = 0.000 (<0.05) which means that there is a significant difference in knowledge between before and after being given the material. Adolescent girls have a much greater risk of developing anemia than boys. Breakfast habits are a determining factor for adolescents to get a good intake as a provision for daily activities so as to avoid anemia. The results of community service show that by providing knowledge material about the incidence of anemia in young women there is a good increase in all the material provided and statistically there is a significant difference in knowledge between before and after being given the material.

 Keywords: Anemia, Reproduction, Adolescent, Nutrition Knowledge

Published
2023-01-06
How to Cite
Sahelangi, O., Pascoal, M., & Solang, S. (2023). Gerakan Remaja Putri Bebas Anemia untuk Pencegahan dan Penangulangan Stunting di Desa Passi Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIKEMAS), 4(2), 66-73. https://doi.org/10.36086/j.abdikemas.v4i2.1402