Edukasi Pentingnya Kesehatan Reproduksi pada Remaja SMK Kesehatan Binatama Yogyakarta

  • Nur Yeti Syarifah STIKES Wira Husada Yogyakarta
Keywords: Education. Reproductive Health. Adolescents

Abstract

The adolescent reproductive health program is a service effort to help adolescents achieve good reproductive health status through the provision of information, counseling services, and life skills education. The existence of advocacy institutions, education, and reproductive health consultations for adolescents is currently limited in reach, resulting in minimal protection and assistance to realize adolescent reproductive rights. This community service aims to help the government improve the level of reproductive health in adolescents through education on the importance of maintaining adolescent reproductive health. The method we use is counseling in the form of education and counseling or in-depth discussions on the problems facing adolescents. The results obtained are based on a population of 40 adolescents from the Binatama Health Vocational School with the largest number of respondents being adolescent girls, amounting to 23 respondents

References

Adnani, H., & Citra. (2010). Motivasi Belajar dan Sumber-Sumber Informasi Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seksual Remaja di SMUN 2 Banguntapan Bantul.
Jurnal Kesehatan Surya Medika Yogyakarta. Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: RINEKA CIPTA.
Atun, dkk. 2004. IMS atau Penyakit Kelamin, dalam Kesehatan Reproduksi Remaja, Kerjasama Jaringan Khusus Kesehatan untuk Anak Jalanan Perempuan di Yogyakarta, bersama PKBI-DIY. Yogyakarta.
Ayu, I. (2009). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: EGC Azinar, M. (2013). Perilaku Seksual Pranikah Beresiko Terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 8(2); 153- 160.
Azwar, S. (2000). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka pelajar. Baroroh, N. L. (2013). Peran Wali Kelas dan Guru Bimbingan Konseling Terhadap Pelayanan Bimbingan Konseling Pada SiswaKelas VB Sleman. Skripsi S1 Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Yogyakarta.
Caesarina Ancah. 2009. Kespro Remaja, disampaikan pada Seminar Nasional Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi Remaja di PP. Nuris. Juni 2009. Jember-Jawa Timur. Eriyani Linda Dwi. Kesehatan Reproduksi Remaja: Menyoal Solusi. 2006, disampaikan pada Seminar Nasional Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi Remaja di PP.
Hapsari, Anindya. (2019). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Modul Kesehatan Reproduksi Remaja. Malang
Kurniawan, D. T., & Maryanti, S. (2019). Penyuluhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Dan Bahaya Pornografi Untuk Anggota Palang Merah RemajaTingkat Wira disalah satu SMA Kota Cirebon. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 145–152. https://doi.org/10.31960/caradde.v2i2.233
Maryati, I., Juniarti, N., & Hidayat, N. (2012). Pemberdayaan Remaja Dalam Optimalisasi Kesehatan ReproduksiRemaja Di Desa Sukamandi Dan Cicadas Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang. Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 1(1), 14–19
Nuris, Juni 2009. Jember-Jawa Timur. Habsjah, dkk. 1995. Peranan Ayah vis-a-vis Ibu dan Pranata Sosial Lainnya dalam Pendidikan Seks Remaja. The Population Council and The Atma Jaya Research Centre, Jakarta.
Nurmansyah, M. I., Al-aufa, B., & Amran, Y. (2013). Peran Keluarga, Masyarakat Dan Media Sebagai Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi Pada Mahasiswa. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 3(1), 16–23. https://doi.org/10.22435/jkr.v3i1Apr.3926.16-23
Pemkab bantuk melalui :https://dp3appkb.bantulkab.go.id diakses 20 Juni 2025
WHO dan Unicef melalui https://hellosehat.com/parenting/remaja/tumbuh-kembang-remaja/kesehatan-reproduksi-remaja/
Published
2025-12-31