Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Penyakit Ispa pada Balita di Kota Palembang

  • Freddy Junilantivo Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Priyadi Priyadi Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Palembang
  • Pitri Noviadi
Keywords: Kondisi fisik rumah, Penyakit ISPA, Balita

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang: Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia pada tahun 2017 di Sumatera Selatan terdapat sebanyak 13.345 kasus ISPA, salah satu faktor terjadinya penyakit ISPA adalah kepadatan hunian rumah. Penelitian ini bertuajuan untuk mengetahui gambaran kondisi fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang.

Metode: Jenis penelitian yang digunenelitian yang bersifat observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan pengambilan purposive (Purposive Proporsional Random Sampling) sebanyak 105 sampel rumah. Analisis data secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi setiap variabel.

Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang dapat diketahui hasil penelitian dari 105 rumah yang terdapat penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita sebanyak 50 rumah (47,6%) dan yang tidak terdapat penderita ISPA sebanyak 55 rumah (52,4%).

Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat merupakan faktor risiko terhadap kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita, namun kondisi fisik rumah yang sudah memenuhi syarat tetap dapat menjadi faktor risiko kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita oleh beberapa faktor selain kondisi fisik rumah.

Kata kunci: Kondisi fisik rumah, Penyakit ISPA, Balita

References

drg. Rudy Kurniawan MK, Yudianto, SKM MS, Boga Hardhana, S.Si M, Tanti Siswanti, SKM MK. PROFIL KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2017. 1st ed. drg. Rudy Kurniawan MK, Yudianto, SKM MS, Boga Hardhana, S.Si M, Tanti Siswanti, SKM MK, editors. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018. 273 p.

Zahra, Assetya OR. KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI INDONESIA. Balitbangkes RI. 2018;Jurnal Eko:121–9.

Penyusun T. Profil Dinas Kesehatan Kota Palembang. In 2018. p. 298.

Tubulau PE. Studi Kondisi Fisik Rumah Dan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) Di Kelurahan Sikumana Tahun 2019. In Poltekkes Kupang; 2019. p. 45.

Maksuk M, Endriyani S, Kumalasari I, Shobur S, Amin M, Putro SA. Pemberdayaan Kader dan Ibu-Ibu Balita dalam Mengatasi Infeksi Saluran Pernapasan Atas Pada Balita. Madaniya. 2022;3(3):429–34.

Ruli NA. Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Keluhan ISPA pada Perumahan Atas Air dan Darat Kelurahan Bagan Deli Kota Medan Tahun 2018. 2019;

Ristanti FF, Murtedjo M. Pengaruh Kondisi Sanitasi Rumah Terhadap Kejadian ISPA Di Kecamatan Wiyung Kota Surabaya. Sumber. 2014;24872:0–82.

Suharno I, Akili RH, Boky HB. Hubungan Kondisi Fisik Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Wawonasa Kota Manado. Kesmas. 2019;8(4).

Nenitriana N, Miswan M, Tasya Z. HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI DESA TAOPA WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAOPA KABUPATEN PARIGI MOUTONG. J Kolaboratif Sains. 2018;1(1).

Syam DM, Ronny R. Suhu, Kelembaban Dan Pencahayaan Sebagai Faktor Risiko Kejadian Penyakit ISPA Pada Balita di Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala. Hig J Kesehat Lingkung. 2016;2(3):133–9.

Ariani NS, Anwar MC. Studi Suhu Dan Kelembaban Rumah Penderita Ispa Pada Balita Di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Tahun 2018. Bul Keslingmas. 2019;38(2):134–40.

Jayanti DI, Ashar T, Aulia D. Pengaruh lingkungan rumah terhadap ISPA balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Haloban Kabupaten Labuhan Batu tahun 2017. JUMANTIK (Jurnal Ilm Penelit Kesehatan). 2018;3(2):63–77.

Maksuk M, Kumalasari I, Shobur S. Health Risk Assessment of Human Exposure to Dust Exposure on Communities Around Weaving Industry in Palembang, Indonesia. Int J Adv Heal Sci Technol. 2022;2(4):274–81.

Sati L, Sunarsih E, Faisya AF. Correlation of the indoor air quality santriwati dormitory with acute respiratory infection at Raudhatul Ulum Islamic Boarding Schools and Al-Ittifaqiah Islamic Boarding Schools in Ogan Ilir on 2015. J Ilmu Kesehat Masy. 2015;6(2):121–33.

Maksuk M, Muntaha A. ASSOCIATION BETWEEN RESPIRATORY COMPLAINTS AND PM 10 CONCENTRATION IN HOUSEHOLDS IN PALEMBANG. Epidemiol J Indones. 2022;1(1).

Hidayatullah A, Navianti D, Damanik H. Kondisi Fisik Rumah Penduduk Terhadap Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Palembang. J Sanitasi Lingkung. 2021 Nov;1(2 SE-Articles).

Hanum H. Pengaruh kadar PM10 ambien dengan kualitas fisik udara dalam rumah terhadap gejala ISPA pada Balita di Kelurahan Lebak Bulus Tahun 2018. Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah. UIN Syarif Hidayatullah;

Hanum L. Hubungan Kualitas Fisik Rumah dan Perilaku Penghuni Dengan Penyakit ISPA pada Balita di Kelurahan Sei Kera Hilir II Kota Medan. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; 2020.

Anwar, Athena RS. Kesehatan ibu dan bayi yang melakukan tradisi sei dan gambaran kesehatan lingkungan rumah bulat (ume’kbubu) di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Indones J Reprod Heal. 2014;5.1:105952.

Ni Nyoman Dayu Mahalastri. HUBUNGAN ANTARA PENCEMARAN UDARA DALAM RUANG DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA BALITA. Dep Epidemiol Fak Kesehat Masyarakat, Univ Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Indones.

Published
2022-11-28
How to Cite
1.
Junilantivo F, Priyadi P, Noviadi P. Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Penyakit Ispa pada Balita di Kota Palembang. JSL [Internet]. 28Nov.2022 [cited 27Jan.2023];2(2):93-00. Available from: https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/1416