Analisis Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah RS Pelita Kasih Sangatta dalam Menurunkan COD, BOD, dan Amonia

  • Rusdiana Ramadani R Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Rusdi Rusdi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Vita Pramaningsih Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Keywords: IPAL, BOD, COD, Amoni, limbah cair

Abstract

Latar Belakang: Limbah cair yang dihasilkan oleh rumah sakit dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, harus diolah melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Meskipun Rumah Sakit Pelita Kasih Sangatta menggunakan IPAL untuk mengolah limbah cairan, efektivitas sistem ini harus secara khusus dievaluasi untuk parameter BOD, COD, dan Amonia.

Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan metode observasional yang bertujuan menemukan kemampuan IPAL dalam mengurangi kadar BOD, COD dan Amonia. Pengujian dilakukan pada limbah cair bagian inlet dan outlet IPAL. Sampel akan diuji di laboratorium terpilih.  

Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kadar BOD menurun dari 56,71 mg/L menjadi 17,34 mg/L dan COD dari 230,21 mg/L menjadi 38,43 mg/L. Masing-masing parameter memenuhi baku mutu sesuai Permen LHK No. 68 Tahun 2016. Namun, kadar amonia mengalami penurunan dari 51,41 mg/L menjadi 37,86 mg/L, masih melebihi ambang batas yang ditetapkan.  

Kesimpulan: IPAL sangat efektif ketika mengurangi BOD dan COD, tetapi proses pengolahan Amonia tidak optimal..

Kata kunci : IPAL, BOD, COD, amonia, limbah cair.

References

Angrina, V. I., Kamsul, K., Saputra, F. & Sukarjo. Karakteristik dan Perilaku Pengelola Cucian Mobil Tentang Pengelolaan Limbah Cair di Kota Palembang. J. Sanitasi Lingkung. 4, 48–52 (2024).

Rusydi, A. F., Suherman, D. & Sumawijaya, N. Pengolahan Air Limbah Tekstil Melalui Proses Koagulasi-Flokulasi dengan Menggunakan Lempung Sebagai Penyumbang Partikel Tersuspensi. Arena Tekst. 31, 105–114 (2016).

Yusuf, M., Hariyadi, A., Maulidi, A. & Payungallo, J. Studi Pengolahan Air Kolam Kampus ITK yang Tercemar Polutan Alga dengan Menggunakan Metode Lumpur Aktif. JITS 2, 7–13 (2024).

Mariyana, Joko, T. & Nurjazuli. Efektivitas Kaporit dalam Menurunkan Kadar Amoniak dan Bakteri Koliform dari Limbah Cair RSUD Tugurejo Semarang. J. Kesehat. Masy. 3, 533–539 (2015).

Pramaningsih, V., Wahyuni, M. & Saputra, M. A. W. Kandungan Amonia Pada Ipal Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. Jukung (Jurnal Tek. Lingkungan) 6, 34–44 (2020).

Anggraini, E. R. & Aussie, A. Evaluasi Efektivitas Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Terhadap Effluent Limbah Cair Industri PT X. J. Serambi Eng. 9, 9132–9137 (2024).

Nugroho, D. B., Elvania, N. C. & Purwaningrum, S. I. Analisis Efektivitas Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL ) Rumah Sakit X. Environ. Sci. 9, 46–61 (2025).

Wibowo, A., Hotmaida, L. & Yogisutanti, G. Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Secara Biologis Aerobik Terhadap Penurunan Kadar COD, BOD, pH, TSS Dan MPN Coliform Di Rumah Sakit. J. Ilmu Kesehat. Immanuel 17, 46–53 (2023).

Sasiang, E., Maddusa, S. S. & Sumampouw, O. J. Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Berdasarkan Parameter Biological Oxygen Demand, Chemical Oxygen Demand Dan Derajat Keasaman Di Rumah Sakit Umumgmim Pancaran Kasih Manado. Kesmas 8, 608–615 (2019).

Hariyani, N. & Sarto, S. Evaluasi penggunaan bio fi lter anaerob-aerob untuk meningkatkan kualitas air limbah rumah sakit. Ber. Kedokt. Masy. 34, 199–204 (2018).

Zanovan, H. Pengolahan Air Limbah Penatu Menggunakan Teknologi Fitrasi Untuk Mendegradasi COD, TSS dan Fosfat. (Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, 2024).

Pramaningsih, V., Wahyuni, M. & Saputra, M. A. W. Kandungan Amonia pada IPAL Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda. Jukung J. Tek. Lingkung. 6, 34–44 (2020).

Lestari, D. S. Evaluasi Kinerja Ipal Domestik Metode MBBR Untuk Mengurangi Tingkat Pencemaran Air di Waduk “X”, Jakarta. J. Sumber Daya Air 16, 91–102 (2020).

Rawis, L., Mangangka, I. R. & Legrans, R. R. I. Analisis Kinerja Instalansi Pengolahan Air Limbah ( IPAL ) di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. TEKNO 20, 233–243 (2022).

Published
2026-05-08