Analisis Sumber Pencemaran dan Persepsi Masyarakat Terhadap Kondisi Kualitas Air Danau Semayang Kalimantan Timur

  • Lamrian Lamrian Program Studi S1- Biologi, Universitas Mulawarman, Samarinda
  • Febry Rahmadhani Hasibuan Program Studi S1- Biologi, Universitas Mulawarman, Samarinda
  • Sus Trimurti Program Studi S1- Biologi, Universitas Mulawarman, Samarinda
  • Alya Nindityas Utami Program Studi S1- Ilmu Lingkungan, Universitas Mulawarman, Samarinda
Keywords: Kata kunci: Danau Semayang, Pencemaran Air, Limbah Domestik, Persepsi Masyarakat

Abstract

Latar Belakang: Danau Semayang merupakan danau paparan banjir di DAS Mahakam yang berperan penting secara ekologis dan sosial ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Namun, meningkatnya aktivitas manusia seperti permukiman, pertanian, perikanan, dan transportasi air telah menimbulkan tekanan pencemaran terhadap kualitas air danau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber-sumber pencemaran air dan persepsi masyarakat terhadap kualitas air Danau Semayang.

Metode : Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik survei, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Sebanyak 20 responden yang bermukim di empat desa sekitar danau menjadi sumber data utama. Analisis dilakukan secara tematik untuk data kualitatif dan persentase untuk data kuantitatif.

Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Semayang menerima beban pencemaran yang tinggi dari aktivitas domestik, perikanan, transportasi air, dan limpasan dari wilayah hulu. Sebesar 95% limbah organik berasal dari kegiatan rumah tangga dan budidaya ikan dalam keramba, sementara sekitar 1,2 ton limbah anorganik per hari masuk ke danau dari 90% rumah tangga, mempercepat pendangkalan dan memunculkan risiko mikroplastik. Sebanyak 85% warga masih melakukan aktivitas MCK langsung di danau melalui jamban terapung maupun saluran pembuangan darat, dan sekitar 50% rumah tangga yang menggunakan perahu motor berpotensi menambah pencemaran minyak dan oli. Dari sisi persepsi, 72% masyarakat hanya memahami danau sebagai tempat mencari ikan dan hanya 5% yang mengetahui fungsi ekologisnya, sementara 80% belum pernah memperoleh edukasi lingkungan. Perilaku pencemar juga tinggi, ditunjukkan oleh 65% warga yang masih membuang sampah dan 70% yang tetap melakukan MCK di danau.

Kesimpulan: Pencemaran ini berdampak pada menurunnya kualitas air, pendangkalan danau, terganggunya ekosistem ikan, serta penurunan pendapatan nelayan. Diperlukan peningkatan edukasi lingkungan dan penguatan peran pemerintah dalam pengelolaan limbah berbasis masyarakat.

Kata kunci: Danau Semayang, Pencemaran Air, Limbah Domestik, Persepsi Masyarakat

References

Adha, M. & Baharuddin, F. Perencanaan Kawasan Wisata Rumah Apung Danau Semayang Muara Pela Lama Kecamatan Kota Bangun. 11, 162–171 (2023).

Hartoto, D. I., Nasution, S. H. & Oktaviani, D. Distribusi Spasial , Status Pemanfaatan , Dan Upaya Konservasi Pesut Mahakam ( Orcaella Brevirostris ) Di Kalimantan Timur. 49–58 (2008).

Sulistianto, E dan Erwiantono. Strategi Adaptasi Nelayan Di Kawasan Danau Semayang Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Harpodon Borneo (2015).

Said, N. I. & Marsidi, R. Mikroorganisme Patogen Dan Parasit Di Dalam Air Limbah. J. Air Indones. 1, 65–81 (2005).

Sri, M., Prayogo, H., Widiastuti, T. Keanekaragaman Jenis Ikan Air Tawar Kawasan Bendungan Merowi Dan Sekitarnya Di Desa Semayang Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau (Diversity. 12, 329–337 (2024)..

Nazir, E., Hadi, A., Prajanti, A., Nasution, E.L. Kajian Kualitas Air Danau Maninjau Dan Danau Rawapening Melalui Pendekatan Indeks Kualitas Air. Ecolab. 11, 42–52 (2017).

Ahram, M.H. Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran di Danau Balang Tonjong Kota Makassar. Jurnal Linears. 89-99 (2024).

Dewi, R. I. Persepsi Masyarakat Terhadap Keunikan Alam Danau Batur , Bali. Jurnal Green Growth dan Manajeman Lingkungan. 9, 18–25 (2020).

Lihawa, F., Studi, P., Gorontalo, U. N., Jend, J. & No, S. Evaluasi Karakteristik Kualitas Air Danau Limboto. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 7, 260–266 (2017)..

Wahjono, H. D. Pemantauan Kualitas Air Danau Semayang Dan Danau Melintang Di Kabupaten Kutai Kartanegara Menggunakan Sistem Online Monitoring. 8, 85-94, (2015).

Reva, M.D.S., Syahrir, M.R., Abdunnur. Studi Kebiasaan Makanan Ikan Biawan (Helostoma Temminckii) Di Perairan Mahakam Tengah (Danau Semayang) Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Aquarine 6, 57–64 (2019).

Harefa, M.S., Hidayat, S., Simamora, A.S., Sabela, S., Marpaung, S. Pemantauan Kualitas Air Danau Toba, Sitongging Dan Dampak Limbah Domestik Dan Industri Terhadap Ekosistem. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial. 5, (2024).

Mislan., Lariman. Potential Pollution of Mahakam Cascade Lake Water Pollution (Semayang Lake , Melintang Lake and Jempang Lake) From Garbage and Household Waste. International Journal of Research and Innovation in Social Science. 6, 376–382 (2022).

Haryono. Iktiofauna Di Danau Semayang-Melintang Kawasan Mahakam Tengah, Kalimantan Timur. Jurnal Iktiologi Indonesia. 75-78 (2006).

Hansen., Oktaviani, L. W., Susanti, E. W. Kualitas Air Sungai Mahakam Terhadap Kesehatanmasyarakat Di Kelurahan Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan Kutai Kartanegara Samarinda. Jurnal Sangkareang Mataram. 3, 3–5 (2017).

Muthmainnah, D., Fatah, K. Sustainability of Small-scale Fisher of Inland Fishery during the Covid-19 Pandemic and in the Future (Case Study in Semayang Lake, East Kalimantan). 14, 109–121 (2021).

Astriany, D.-, Husein, S. G. & Mentari, R. J. Karakterisasi Bakteri Mycobacterium Tuberculosis Menggunakan Spektrofotometri Fourier Transform Infrared. J. Sains dan Teknol. Farm. Indones. 6, 13–21 (2018).

Lee, J., Koh, D., Andijani, M., Saw, S.M., Munoz, C., Chia, S. E. Effluents from a pulp and paper mill: a skin and health survey of children living in upstream and downstream villages. 373–379 (2002).

Ainin, D.T., Hairunnisa., Syamsudin. Pendidikan Partisipatif Sebagai Kunci Dalam Menyelamatkan Sumberdaya Perairan Sungai Batanghari Jambi. SEMAH : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan. 8, 32–45 (2024).

Published
2026-05-08