PENGARUH BERKUMUR MENGGUNAKAN AIR REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP PERUBAHAN PH SALIVA PADA LANSIA

  • Dea Rahma Audina Ida Vahira Poltekkes Kemenkes Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
  • Silvia Prasetyowati Poltekkes Kemenkes Aceh
  • I.G.A Kusuma Astuti N.P
Keywords: Jahe merah (Z. Officinale var rubrum), pH saliva, lansia

Abstract

Latar Belakang: Saliva merupakan suatu faktor yang berperan pada terbentuknya karies gigi. Pada lansia di Posyandu Lansia Sekar Arum, Driyorejo, Gresik, rendahnya pH saliva antara lain disebabkan oleh faktor host, yaitu kondisi gigi dan jumlah saliva. Penurunan produksi saliva secara signifikan dapat mempercepat perkembangan karies. Salah satu faktor yang memengaruhi pH saliva adalah kecepatan sekresi akibat rangsangan tertentu. Permasalahan yang diangkat pada studi ini ialah rendahnya pH saliva pada lansia di lokasi tersebut. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk memahami pengaruh air rebusan jahe merah sebagai cairan kumur dalam upaya perubahan pH saliva pada lansia.

Metode: Studi ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, di mana pengukuran dilakukan sebelum serta sesudah intervensi pada satu kelompok yang sama. Subjek penelitian terdiri dari 32 lansia anggota Posyandu Lansia Sekar Arum, Driyorejo, Gresik. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, sedangkan teknik analisis data yang diterapkan adalah Paired T-Test (uji T berpasangan) dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaan antara nilai sebelum serta setelah perlakuan. 

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh berkumur menggunakan air rebusan jahe merah pada lansia. Hasil studi menunjukkan pH saliva lansia sebelum intervensi pada kondisi rendah (asam) sebesar 84,2%. Sedangkan, setelah dilakukan intervensi berupa berkumur dengan air rebusan jahe merah, sebanyak 87,5% lansia menunjukkan peningkatan pH saliva ke tingkat normal.

Kesimpulan: Air rebusan jahe merah terbukti mampu meningkatkan pH saliva serta memiliki sifat antibakteri yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri sehingga mampu menjaga keseimbangan pH di rongga mulut.

Published
2025-12-19