PERAWATAN GIGI PADA ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY- TINJAUAN PUSTAKA
Abstract
Cerebral palsy (CP) adalah disabilitas motorik paling umum pada anak-anak, dengan prevalensi 1,5 hingga 3,0 per 1.000 kelahiran hidup di seluruh dunia. Kondisi ini merupakan gangguan perkembangan gerak dan postur tubuh yang tidak dapat disembuhkan. Merawat pasien dengan CP adalah tantangan tersendiri bagi dokter termasuk dokter gigi karena anak yang menderita CP berisiko lebih tinggi mengalami masalah gigi dan mulut dibandingkan anak normal. Beberapa masalah gigi dan mulut yang umum terjadi pada anak dengan CP berupa oral hygiene yang buruk, penyakit periodontal, gangguan pada TMJ, maloklusi, dental trauma, enamel defects, karies, dan erosi. Oleh karena itu, manajemen perawatan gigi pada anak dengan Cerebral Palsy (CP) memerlukan pendekatan yang khusus dari dokter gigi. Sikap dokter gigi yang tenang, penyesuaian posisi pasien, dan penggunaan sedasi yang tepat dapat membantu memastikan keberhasilan perawatan. Selain itu, perawatan di rumah juga sangat penting dan harus dimulai sejak dini. Orang tua dan pengasuh harus diajarkan cara membersihkan gigi anak dengan benar.
Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work












