PENGARUH STRES AKADEMIK TERHADAP SEKRESI SALIVA

  • Veni Putri Anggraini Prodi D-III Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Ismalayani`` Ismalayani Prodi D-III Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Palembang
Keywords: Stres akademik; SAAS; sekresi saliva

Abstract

Stres akademik merupakan respon tubuh terhadap tuntutan terkait akademik yang melebihi kemampuan adaptif siswa. Mahasiswa memiliki banyak kendala dalam rangka mencapai kinerja akademik yang optimal. Efek stres akademik terhadap penurunan sekresi saliva telah dilaporkan dalam beberapa penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres akademik terhadap sekresi saliva pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Palembang. Penelitian ini adalah penelitian studi potong lintang yang dilaksanakan pada Maret 2019 dengan sampel sebanyak 57 orang yang diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling. Kriteria inklusinya adalah mahasiswa akif, sedangkan kriteria eksklusinya adalah merokok >6 bulan, hamil, penyakit sistem imun kronis, diabetes melitus, pengobatan dengan antibiotika 4 minggu sebelumnya/selama penelitian, pemakaian obat imunomodulator, antiinflamasi, antagonis natrium dan antikonvulsi, dan sedang menjalani pengobatan gigi/ortodontik. Stres akademik dinilai dengan SAAS. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square (interval kepercayaan 95%). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stres akademik pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Palembang sebesar 77,2%, sebagian besar adalah stres akademik derajat ringan (56,1%). Mahasiswa tahun pertama dan ketiga mengalami stres akademik lebih tinggi (84,2%) dibandingkan mahasiswa tahun kedua (63,2%). Rerata sekresi saliva sebesar 0,29 mL/menit. Secara statistik terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres akademik dengan sekresi saliva (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah stres akademik dapat memengaruhi sekresi saliva.

Published
2020-01-11