POTENSI BONE GRAFT DARI CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PEMBENTUKKAN TULANG PASCAEKSTRAKSI GIGI

Authors

  • Rahma Yunita Sriwijaya University image/svg+xml
  • Phey Liana
  • Desi Oktariana

DOI:

https://doi.org/10.36086/jkgm.v7i2.2997

Keywords:

Bone graft, cangkang telur, pembentukkan tulang

Abstract

Latar Belakang: Ekstraksi gigi atau pencabutan gigi merupakan salah satu prosedur bedah minor pada kedokteran gigi yang dilakukan untuk mengeluarkan gigi dari soketnya dan berpotensi menyebabkan perlukaan pada jaringan Selama proses penyembuhan, volume tulang alveolar dapat berkurang hingga 40–60%, yang dapat berdampak signifikan pada pasien yang memerlukan terapi implan gigi. Pengurangan volume tulang alveolar dalam prosedur implan dapat diatasi dengan pemberian bone graft. Salah satu bahan bone graft yang paling banyak dikembangkan saat ini adalah hidroksiapatit (HA). Hidroksiapatit adalah komponen mineral utama dari tulang kortikal dan kanselus dewasa. Dikarenakan meningkatnya penggunaan HA sebagai bahan bone graft telah menyebabkan harganya menjadi mahal. Cangkang telur merupakan salah satu sumber alternatif HA yang banyak dikembangkan saat ini. Metode: Artikle dikumpulkan dengan mencari artikel penelitian eksperimental secara in vivo yang diterbitkan antara tahun 2014 dan Desember 2024. Artikel yang dikumpulkan diterbitkan dalam bahasa Inggris di database PubMed, ScienceDirect, dan Wiley menggunakan kata kunci “eggshells” yang dikombinasikan dengan istilah “bone graft” dan “bone formation”. Kesimpulan: Bone graft yang berasal dari cangkang telur dapat dimanfaatkan dalam perawatan pascaekstraksi gigi untuk kondisi infeksi dan non-infeksi.

Downloads

Published

2025-12-19