Pengaruh Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Peran Teman Sebaya terhadap Perilaku Seksual Berisiko Remaja di SMPN “X” Jakarta
Abstract
yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Sebanyak 3,6% remaja laki-laki dan 0,9% remaja perempuan usia 15–19 tahun di Indonesia pernah melakukan hubungan seksual pranikah. Faktor yang mempengaruhi perilaku seksual berisiko yaitu faktor internal seperti tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan faktor eksternal seperti peran teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja di SMPN “X” Jakarta. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini seluruh remaja SMPN “X” Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 141 responden. Analisis univariat menunjukkan 9,2% remaja terlibat perilaku seksual berisiko. Sebagian besar memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi baik (57,4%), peran teman sebaya positif (56,7%), peran orang tua kurang baik (50,4%), guru berperan (54,6%), dan tidak terpapar media (73,8%). Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi (p = 0,003; OR = 8,867), peran teman sebaya (p = 0,023; OR = 5,033), jenis kelamin, dan keterpaparan media dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Analisis multivariat menunjukkan pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi perilaku seksual berisiko setelah dikendalikan oleh variabel perancu (p = 0,026; OR = 7,074).
Copyright (c) 2025 JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copy Right dipegang oleh pengelola jurnal












