Hubungan Paparan Media Sosial dan Konsumsi Fast Food terhadap Status Gizi pada Remaja Madrasah Aliyah Negeri Kota Yogyakarta
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, serta peningkatan kebutuhan zat gizi akibat percepatan pertumbuhan. Pada masa ini, remaja rentan mengalami masalah gizi yang dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan energi, rendah serat, kurang buah dan sayur, serta kebiasaan melewatkan sarapan. Salah satu pola konsumsi yang banyak ditemukan pada remaja saat ini adalah konsumsi fast food. Konsumsi fast food secara berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi dan penumpukan lemak tubuh. Selain itu, media sosial juga berperan dalam membentuk perilaku makan remaja melalui paparan iklan makanan dan tren makanan populer yang mendorong peningkatan konsumsi fast food
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional atau potong lintang. Sebanyak 228 responden dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner paparan media sosial, Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk konsumsi fast food, serta timbangan digital dan stadiometer untuk mengukur status gizi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antarvariabel.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paparan media sosial dan status gizi (p=0,436) . Selain itu, konsumsi fast food juga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi, (p= 1,000)
Kesimpulan: Penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat paparan media sosial serta frekuensi konsumsi fast food tidak memberikan dampak yang berarti terhadap status gizi.
Copyright (c) 2025 JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copy Right dipegang oleh pengelola jurnal












