Hubungan Menopause dengan Kejadian Inkontinensia Urin pada Pra Lansia
Abstract
Latar Belakang: Inkontinensia urin merupakan masalah kesehatan yang sering dialami perempuan dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Pada masa pra lansia, perubahan hormonal akibat menopause, terutama penurunan estrogen, dapat memengaruhi fungsi saluran kemih dan otot dasar panggul sehingga meningkatkan risiko IU. Namun, hubungan menopause dengan kejadian inkontinensia urin masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menopause dengan kejadian inkontinensia urin pada perempuan pra lansia
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada bulan Oktober–November 2025. Subjek penelitian berjumlah 72 perempuan pra lansia berusia 45–59 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Status menopause diperoleh dari data rekam medis, sedangkan kejadian inkontinensia urin dinilai menggunakan kuesioner The International Consultation on Incontinence Questionnaire–Short Form (ICIQ-SF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Sebagian besar responden telah memasuki masa menopause (63%) dan mengalami inkontinensia urin (65,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara menopause dengan kejadian inkontinensia urin pada perempuan pra lansia (p = 0,003). Perempuan yang telah menopause memiliki proporsi kejadian inkontinensia urin lebih tinggi dibandingkan perempuan yang belum menopause.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara menopause dengan kejadian inkontinensia urin pada pra lansia.
Copyright (c) 2026 JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copy Right dipegang oleh pengelola jurnal












