KONSUMSI PROTEIN, LEMAK JENUH DAN LEMAK TAK JENUH TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA MENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU

  • Aulia Fianti Ramadhini Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu
  • Emy Yuliantini Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu
  • Miratul Haya Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu
Keywords: Konsumsi Protein, Lemak Jenuh, Lemak Tak Jenuh, Hipertensi, Menopause

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah suatu keadaan terjadinya peningkatan tekanan darah diastolik maupun sistolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis hubungan konsumsi protein, lemak jenuh dan lemak tak jenuh dengan kejadian hipertensi pada wanita menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu.

Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan asupan protein, lemak jenuh dan lemak tak jenuh dilakukan dengan metode wawancara menggunakan Food Frequency Questionaire (FFQ) semi kuantitatif. Analisis bivariat menggunakan uji chi square.

Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa wanita menopause yang mengalami hipertensi sebanyak 52,2% dengan konsumsi protein tidak baik 62,7 %, konsumsi lemak jenuh (SFA) tidak baik sebanyak 80,6% sedangkan pada konsumsi lemak tak jenuh tunggal (MUFA) sebanyak 94% dan konsumsi lemak tak jenuh tak jenuh ganda (PUFA) sebanyak 50,7%. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi protein dan lemak jenuh (SFA) dengan kejadian hipertensi sedangkan konsumsi lemak tak jenuh (MUFA,PUFA) tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi.

Kesimpulan: Kejadian hipertensi pada wanita menopause dipengaruhi oleh konsumsi protein dan lemak jenuh (SFA), karena itu bagi wanita menopause diharapkan dapat meningkatkan asupan lemak tak jenuh (MUFA,PUFA).

Published
2019-11-11