PEMBERIAN BISKUIT MAKANAN TAMBAHAN MENINGKATKAN BERAT BADAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA SIBOLGA

  • Bibi Ahmad Chahyanto Dinas Kesehatan Kota Sibolga
Keywords: Anak, berat badan, biskuit, kurang gizi, sekolah dasar

Abstract

Latar Belakang: Program Pemberian Makanan Tambahan dalam bentuk biskuit (BMT) merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah gizi kurang pada anak usia sekolah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan berat badan anak sekolah setelah pelaksanaan program BMT di Kota Sibolga.

Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimental semu dengan rancangan one group pretest-posttest. Total responden sebanyak 203 orang dari penggabungan data hasil 2 kali program BMT pada tahun 2017 (Oktober – November) di SD Negeri 081228, 084082, dan 084083 (139 responden) dan tahun 2018 (Maret – April) di SD Negeri 081226 dan 081235 (64 responden). BMT terstandar sesuai acuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2016 yang diberikan kepada responden sebanyak 1 bungkus (10 keping) per hari selama maksimal 36 hari.

Hasil: Hari Makan Anak (HMA) dalam studi ini berkisar antara 24 – 36 hari dengan rata-rata sebesar 32.50 ± 2.73 hari. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara umur dengan jumlah HMA, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara jenis kelamin dengan jumlah HMA. Terjadi peningkatan rata-rata nilai z-score indeks IMT/U dan Berat Badan secara signifikan setelah intervensi BMT (p<0,05).

Kesimpulan: Pemberian BMT mempengaruhi peningkatan Berat Badan anak sekolah dasar di Kota Sibolga.

Published
2020-07-09