GANGGUAN KESEHATAN KULIT PADA PEMULUNG DAN FAKTOR PENENTUNYA DI TPA SUKAWINATAN KOTA PALEMBANG

  • Pitri Noviadi Program Studi Diploma III Sanitasi Jurusan Kesehatan Lingkungan, Politeknik Kementerian Kesehatan Palembang
  • Tiur Yulanda Siregar
  • Wanda Shalila May Pratiwi
  • Listrianah .
Keywords: Gangguan Kesehatan Kulit, Penggunaan APD, Pengetahuan, Sanitasi Lingkungan, Personal Hygiene, Pemulung

Abstract

Latar belakang : Penyakit kulit merupakan penyakit menular yang dapat dialami oleh pemulung karena risiko dari lingkungan kerjanya dan dapat dicegah dengan membiasakan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) yang baik. Sanitasi lingkungan dan personal hygiene yang baik juga dapat mencegah timbulnya penyakit kulit. Tujuan penelitian : mengetahui hubungan pengetahuan, penggunaan apd, sanitasi lingkungan dan personal hygiene dengan gangguan kesehatan kulit pada pemulung di tpa sukawinatan kota palembang tahun 2021. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei 2021. Populasi studi penelitian ini adalah pemulung di tpa sukawinatan kota palembang. Sampel dengan jumlah 60 pemulung. Analisis data menggunakan chi-squared test dan Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian : 60 pemulung pada penelitian, sebanyak 40 (66,7%) pemulung mengalami keluhan gangguan kesehatan kulit. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (p-value = 0,027) penggunaan apd (p-value= 0,014) dan personal hygiene dengan gangguan kesehatan kulit (p-value = 0,012). Tidak ada hubungan sanitasi lingkungan dengan gangguan kesehatan kulit (p-value = 0,595). Variabel yang menentukan keluhan gangguan kulit pada pemulung adalah penggunaan APD, dengan Odds Ratio (OR) 6,284 yang artinya pemulung yang menggunakan APD kurang baik akan meningkatkan Risiko sebesar 6,28 kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan kulit dibandingkan pemulung yang menggunakan APD dengan baik setelah dikontrol variabel personal higiene.  Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan, penggunaan apd, dan personal hygiene dengan gangguan kesehatan kulit pada pemulung di TPA Sukawinatan Kota Palembang tahun 2021. Dan tidak ada hubungan antara sanitasi lingkungan dengan gangguan kesehatan kulit pada pemulung di TPA Sukawinatan Kota Palembang tahun 2021. Variabel yang menentukan keluhan gangguan kulit pada pemulung adalah penggunaan APD. Saran : Diharapkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang dapat lebih meningkatkan upaya promosi kesehatan kepada para pemulung dalam pencegahan gangguan kulit dengan menerapkan prinsip-prinsip K3. Diharapkan agar pemulung dapat meningkatkan kesadaran diri untuk menggunakan alat pelindung diri yang lengkap serta lebih memperhatikan personal hygiene dan kondisi sanitasi lingkungan. 

Published
2021-12-31
How to Cite
1.
Noviadi P, Siregar T, Pratiwi WS, . L. GANGGUAN KESEHATAN KULIT PADA PEMULUNG DAN FAKTOR PENENTUNYA DI TPA SUKAWINATAN KOTA PALEMBANG. JPP [Internet]. 31Dec.2021 [cited 27Jan.2023];16(2 Desember):111-8. Available from: https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/950