Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Aromaterapi Lavender Untuk Menurunkan Nyeri Post Sectio Caesarea

  • Ratna Ningsih Poltekkes Kemenkes Palembang
  • Adelia Adelia Poltekkes Kemenkes Palembang
Keywords: Nyeri Sectio Caesarea, Teknik Relaksasi, Aromaterapi

Abstract

Latar Belakang : Masalah pada persalinan sectio caesarea memiliki nyeri lebih tinggi sekitar 27,3% dibandingkan persalinan normal hanya 9%. Nyeri pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang persepsi nyerinya bersifat sangat subyektif. Tujuan: Membandingkan masalah nyeri pada kedua pasien Post Sectio Caesarea dengan teknik relaksasi nafas dalam dan aromaterapi lavender. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi asuhan keperawatan pasien post sectio caserea dengan teknik relaksasi nafas dalam dan aromaterapi lavender. Subjek studi kasus dua pasien dengan inisial Ny.E berusia 26 tahun, dan Ny.K berusia 25 tahun. Asuhan keperawatan dilakukan pada salah satu rumah sakit swasta Palembang, serta proses pengambilan asuhan keperawatan tanggal 05−07 April 2021. Hasil: Pengkajian didapatkan pada Ny. E skala nyeri 6, sedangkan Ny. K skala nyeri 7, kedua pasien menyatakan nyeri bertambah parah ketika bergerak. Intervensi berfokus utama diagnosis nyeri memiliki tujuan nyeri menurun. Pemberian implementasi tidak terdapat perbedaan pada kedua pasien, hasil evaluasi pada Ny. E dan Ny. K dapat menurunkan skala nyeri. Saran: diharapkan menerapkan teknik relaksasi nafas dalam disertai aromaterapi lavender pada pasien post sectio caesarea serta dikembangkan lagi dan menjadi pembelajaran untuk penelitian selanjutnya.

References

Amita, Dita, dkk. (2018). Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bengkulu. Jurnal Kesehatan Holistik (The Journal Of Holistic Hralthcare), 12(1), 26-28.

Astuti M.T. & Sukesi N. (2017). Efektifitas Teknik Relaksasi Nafas Dalam untuk Menurunkan Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 1(2). Hal 37-43. Vol 1 No 2 (2017). DOI: https://doi.org/10.33655/mak.v1i2.19. pISSN: 2356-3079 eISSN: 2685-1946.

Bobak, Irene. M, Lowdermilk. Dan Jensen. (2005). Buku Ajar Kepeawatan Maternitas. Edisi 4. Jakarta: EGC.

Broker, Chris (2009). Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Fatmawati, Rizka dan Fauziah, Falih. (2018). Lavender Aromatherapy Effectiveness in Decreasing Pain in Patients Post Sc. Maternal, 2(3)

Heryani, R.(2015). Ashan Kebidanan Ibu Nifas Dan Menyusi. Jakarta: TIM.

Koensoemardiyah. (2009). A-Z Aromaterapi untuk Kesehatan, Kebugaran, dan Kecantikan. Yogyakarta: C. V Andi Offset.

Medfoth, Jannet, dkk. (2012). Kebidanan Oxford. Jakarta; EGC.

Nurhayati, Nung Ati: Andriyani, Septian dan Malisa, Novi. (2015). Relaksasi Autogenic Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea. Jurnal SKOLASTIK Keperawatan Vol.1 No.2

Potter & Perry (2010). Fundamental of Nurshing. Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika.

Pratiwi, Ratna. Ermiati. Widiasih (2012). Penurunan Sklana Nyeri Akibat Luka Post Sectio Caesarea Setelah Dilakukan Teknik Relaksasi Pernapasan Menggunakan Aromaterapi Lavender Di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Students E-Jurnal Volume 1 Nomer 1. Diakses tanggal 25 Januari 2020 dari http://jurnal unpad.ac.id.

Rahmadhani, D. Y. (2022). The Effectiveness of Lavender Aromatherapy on Blood Pressure among Elderly with Essential Hypertension. The Journal of Palembang Nursing Studies, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.55048/jpns.v1i1.8

Rekam Medis RS Muhammadiyah Palembang. (2019). Data Persalinan Sactio Caesarea Tahun 2016, 2017, dan 2018. Palembang: RS Muhammadiyah Palembang

Rosnani, R. (2021). Editorial: Community Adaptation to Photobiomodulation Near-Infrared Based on Post-Partum Culture Care. Pediomaternal Nursing Journal, 7(1). https://doi.org/10.20473/pmnj.v7i1.28433

Rosnani, R., Setyowati, S., Koestoer, R. A., Widjaja, B. T., Mediarti, D., & Arifin, H. (2022). Photobiomodulation: a Cultural Nursing Intervention for Physical and Psychological Adaptation. British Journal of Midwifery, 30(5), 258–268.

Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (2013, 2017). Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Bakti Husada.

Tamsuri, A. (2009). Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta: EGC.

Tim Pokja PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.

Tim Pokja PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.

Tim Pokja PPNI. (2017). Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.

Walley, J. Simkin, P., & Kappler, A. (2008). Panduan Praktis bagi calon ibu: Kehamilan dan Persalianan. Jakarta: PT. Buhuana Ilmu Polpuler.

Word Health Organization (2015). Who Statement on Caesarea Sectio Rates. Diakses tanggal 28 Januari 2021 dari www.who.int/reproductivehealth.

Yuniati F, Kamso S. Assessing the Quality of Life Among Productive Age in the General Population: A Cross-Sectional Study of Family Life Survey in Indonesia. Asia-Pacific J Public Heal [Internet]. 2021;33(1):53–9. Available from: https://doi.org/10.1177/1010539520956411

Published
2022-05-31
How to Cite
Ningsih, R., & Adelia, A. (2022). Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Aromaterapi Lavender Untuk Menurunkan Nyeri Post Sectio Caesarea. JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka, 2(1), 52-59. https://doi.org/10.36086/jkm.v2i1.1213